Zahra'S Ark Of Love

Zahra'S Ark Of Love
14.Pesta Pernikahan Raja


__ADS_3

"Kamu dari mana sih ZA,udah gelap baru balik!!."


"Tadi sepulang kursus Zahra mampir ke toko souvernir mau nyari hadiah buat Raja!."


"Nyari hadiah apa perlu selama itu?."


"Iya Bu,setelah milih Zahra langsung balik naik taxi.Yah tapi pas di jalan Zahra ketemu sama nenek nenek yang lagi dihakimi sama warga!."


"Nenek nenek dihakimi warga,kamu kalau cari alasan yang bener!."


"Zahra gak alasan Bu emamg bener kok!."


"kenapa tu nenek dihakimi warga?."


"Nenek itu maling,terus?."


"Ya Zahra bantuin."


"Nenek itu?."aku mengangguk mengiyakan pertanyaan ibuku


"Kenapa kamu bantuin nenek itu dia kan maling.Yang salah mau gimana pun ngapain di bantuin?."


"Buk,nenek itu cuma nyuri roti!."


"Roti,buat apa?."


"Ya buat dimakan lah buk!."


"Cuma karena roti di hakimi rame rame gitu!."


"ho'oh..."


"Gimana ceritanya?."


"Tu warga cuma tau ngeliat kesalahan orang aja kesalahan di diri sendiri mah di abaikan!."


"Apasih ibu makin gak ngerti."


"Coba ibu bayangin kenapa tuh Nenek nyuri roti!."


"Ya karena laper!!."


"Terus kenapa bisa laper?."


"Ya karena gak makan lah Za."


"Intinya Bu kenapa nenek itu bisa gak makan?."


Ibu terdiam mendengar ucapan ku.


"Karena dia gak sanggup kerja cari uang buat biaya hidup nya.Dan kenapa dia harus kerja? karena dia gak punya keluarga!."


"Yang bahkan lebih bikin Zahra emosi itu karena warga yang menghakimi dia itu ternyata tetangga nya, tetapi mereka seakan akan gak tau gimana kondisi nenek itu!."

__ADS_1


"Kasihan banget nenek itu."


"Udah ya Bu Zahra mau mandi capek mau istirahat."ucap ku sambil berjalan menuju kamar.


"Siap mandi jangan langsung tidur!."teriak ibuku.


"Iya Bu.."


"*~*"


"Bu Zahra berangkat ya."


"Iya hati hati sayang,titip salam buat Raja ibu gak bisa datang!."


"Siap Bu!!."


Aku mengemudi kan mobil menuju ke sebuah hotel yang menjadi tempat resepsi pernikahan Raja.Sesampainya di depan pintu hotel aku menunjukkan kartu undangan ku.Di lihat dari keramaian pesta sepertinya Raja punya banyak teman dan kerabat.Aku mengambil beberapa cemilan dan duduk di sebuah meja yang masih kosong dan aku yakin ini satu satunya meja kosong karena semua meja sudah di penuhi tamu.Sambil memperhatikan kedua mempelai aku menikmati makanan ku di meja yang hanya ada diri ku sendiri aku merasa sedang melihat sebuah drama pernikahan.Padahal ini bukan drama tetapi resepsi pernikahan yang nyata.


"Mbak.."panggilan seseorang membuat saya mengalihkan perhatian dan menengok ke belakang.


"Mmmmbak Zahra kan?."


"Ah iya mbak siapa namanya..oh Aisyah."


"Boleh saya duduk bareng sama mbak?."


"Oh iya silahkan."


"Iya Mbak..Anak mbak gak dibawa?."


"Anak saya lagi sama ayah nya."


"Mbak siapanya mempelai?."Tanya Aisyah lagi.


"Saya teman Raja."


"Oh...mbak saya ambil minuman dulu!."


"Iya mbak."


Sebenarnya aku malas berbicara dengar orang tidak dekat dengan ku.Tapi apa boleh buat aku tidak punya teman berbincang di pesta ini.


Kulihat Aisyah kembali membawa minuman dan sepiring kue di tangannya.


"Makan mbak."


"Udah mbak... silahkan!!."


Aku melihat Raja dan istrinya yang terlihat bahagia sesekali juga melirik Aisyah yang sedang menikmati kue yang dia bawa.Tiba tiba datang seseorang menyapa nya sehingga dia menghentikan kegiatan makan nya.


"Aisyah...Arfan nangis terus aku gak tau gimana cara bujuknya."


Aku mengangkat kepala melihat sosok yang mengajak Aisyah berbicara yang aku yakin pasti suaminya.

__ADS_1


"Farhan!!!."Mata ku terbelalak melihat Farhan yang menggendong Arfan.


"Zahra kenal suami Aisyah."


"Suami?."


Aku melihat ke arah Farhan dan bergantian ke Aisyah lalu Arfan.Ternyata dugaan ku benar Arfan anak Farhan dari namanya juga jelas sama.Tetapi waktu itu aku belum yakin dan sekarang semuanya jelas.Aku tidak sanggup berdiri di hadapan mereka dan pergi meninggalkan pesta.


"Aisyah kamu tunggu sebentar!."


"Za tunggu Za!!!."suara Farhan yang memanggil ku dan aku yakin dia juga sedang mengejar ku.


"Za tunggu kamu dengerin penjelasan aku!!."Farhan menarik tangan ku dan memaksaku berhenti.


"Kamu mau ngomong apa?."


"Za sebenarnya aku sama Aisyah itu di jodohin. Dan aku sedikitpun gak cinta sama Aisyah.Tapi aku gak bisa nolak permintaan ibu ku Za.Kamu harus tau Za aku cuma cinta sama kamu doang!."


"Terus kalau kamu cinta sama aku kamu gak bakal nikah sama yang lain!."


"Za aku terpaksa Za,posisi aku waktu itu rumit Za!."


"Serumit apa sampai kamu ngerelain hubungan kita.Dan kenapa kamu gak ngasi tau dari awal!!."


"Aku gak sanggup buat ngasi tau kamu Za..Aku pengecut Za,aku egois...aku gak mau kamu benci sama aku."


"Benci....dari awal kamu ninggalin aku,aku udah benci sama kamu Han.Dan kamu memang egois,apa sedikit pun kamu gak pernah mikirin gimana aku han,apa kamu tau gimana hancurnya aku saat kamu pergi."


"Maaf Za.... aku tau aku salah."


"Apa maaf bisa merubah semuanya han,apa bisa mengembalikan kamu sama aku.Nggak Han... gak bisa."


"Za kamu percaya sama aku..aku cuma cinta sama kamu Za, sedikit pun aku gak ada rasa sama Aisyah."


"Farhan!!!! cukup!!!! kalau memang kamu gak ada rasa..kamu gak bakalan punya anak sama Aisyah."


"Ini gak seperti yang kamu pikirin Za,kamu dengerin aku "


"Cukup han... aku gak mau dengar apapun lagi."


"Za aku mohon...."


"Diam Farhan aku bilang cukup!!!!."


"Aku gak butuh penjelasan dari seseorang kayak kamu.Sekarang lepasin tangan aku."


"Nggak Za.."


"Lepas gak!!!."


Amarah ku memuncak dan tangan ku mendarat tepat di pipi Farhan.Tanganku terlepas dari genggaman nya dan aku berlari ke parkiran meninggalkan nya.Walaupun aku menampar nya tetapi tetap saja dia mengejar.Aku masuk ke mobil dan mulai melaju meninggalkan Farhan.Ku lihat dari spion dia masih mengejar,aku mempercepat laju mobil hingga Farhan tidak dapat mengejar ku lagi.Di dalam mobil aku mulai menangis histeris.


"Aaaaakuu nampar Farhan aku aku udah tampar Farhan."karena tidak fokus mengemudi aku hampir menabrak pembatas jalan.Syukur aku masih sempat menginjak rem.Aku membiarkan mobil terparkir di pinggir jalan dan mulai berlari ke arah jembatan yang menghubungkan jalan raya dan sebuah mesjid.Aku berhenti dan duduk di tepi jembatan.Aku masih saja menangis merutuki kebodohan ku yang sampai saat ini belum bisa melupakan Farhan.Aku menundukkan kepala menangis sesenggukan.Kukira selama ini aku sudah melupakan dan membencinya, ternyata tidak,bahkan aku lebih sangat ingin bersama Farhan ketika aku melihatnya.Aku tidak punya pendirian yang teguh,aku lemah karena Farhan. Semula ku kira kalau perlahan waktu akan membuat ku melupakan Farhan ternyata tidak,aku hanya akan melupakan nya saat aku tidak melihat nya.Berbeda jika aku bertemu dengannya seakan akan aku tidak bisa hidup tanpa Farhan.Apa yang harus ku lakukan, walaupun Farhan masih mencintai ku tetapi dia sudah berkeluarga dan aku tidak akan menjadi seseorang yang merusak rumah tangga orang lain hanya karena keinginan ku memiliki Farhan.Aku masih seorang wanita dan aku tau bagaimana rasanya jika seseorang yang kita sayangi akan di ambil orang lain.Aku tidak mau Aisyah merasakan hal yang sama seperti ku.

__ADS_1


__ADS_2