Zahra'S Ark Of Love

Zahra'S Ark Of Love
Penjelasan


__ADS_3

Yazdan menarik nafas panjang dan mulai menjelaskan semuanya kepada Ardila.


"Dila,.. sebenarnya aku udah gak punya perasaan lagi buat kamu.Sekarang ini yang tersisa hanya sebatas pertemanan.Jadi aku harap kamu bisa mencari kebahagiaan kamu dengan orang lain yang bisa membalas perasaan kamu."


"Kamu masih marah sama aku karena kejadian waktu itu?."


"Enggak kok."


"Terus kenapa dengan cepat kamu sudah tidak memiliki perasaan lagi ke aku?."


"Aku gak punya alasan,semua hal terjadi dengan sendirinya."


"Kapan kamu mulai melupakan perasaan di antara kita?."


"Aku juga tidak tahu pasti, mungkin hilang secara perlahan karena terkikis oleh waktu."


"Apa kamu yakin kalau kamu gak bisa terima aku lagi,bahkan untuk beberapa tahun ke depannya.Apa kamu tidak ingin memulai kembali dari awal?."


"Maaf Dila aku gak bisa!."


"Apa kamu sudah punya seseorang yang menggantikan ku di hati kamu?."


"Aku belum cukup yakin,tapi saat ini aku bisa pastikan kalau disana hanya ada dia seorang.Dan dia bukan pengganti.Kamua salah kamu dan dia adalah dia."


"Apa yang kamu maksud itu perempuan yang bersama kamu kemarin sore?."


Yazdan hanya mengangguk pelan.


"Aku ngerti Dan,aku juga gak bisa memaksa kamu untuk kembali bersama ku.Karena akulah yang menyebabkan hubungan kita menjadi renggang seperti ini."


"Maaf Ardila ini bukan sepenuhnya kesalahan kamu,aku cuma gak bisa bohongi perasaan aku sekarang.Aku gak mau kita terluka lebih jauh.Aku hanya berharap kamu bisa mendapatkan yang lebih baik dari aku dan memiliki kebahagian kamu sendiri."


"Kamu punya hak untuk mencintai dan memilih siapa pun Yazdan,aku gak berhak untuk melarang.Tapi kamu juga harus ingat,aku juga berhak tetap mencintai kamu sampai kapanpun dan akan tetap seperti itu selamanya."


Ardila berdiri dari tempat duduknya dan meninggalkan Yazdan sendiri.


"Maaf Ardila,kamu akan segera sadar kalau ini adalah jalan yang terbaik bagi kita berdua.Karena di antara kita sudah tidak mungkin lagi bisa bersama."


Yazdan mengusap wajah nya kasar.Perasaan gusar terus melanda dirinya.Dia berjalan menuju parkiran dan meninggalkan cafetaria setelah membayar semua tagihan.Tadinya dia berharap Ardila bisa menerima segala keputusan nya dan mereka tetap bisa menjadi teman.Tapi dia tidak pernah menyangka kalau Ardila begitu mencintainya teramat dalam.


.


.


.


"Ckk..."Ardila berdecak kesal sambil meninggalkan cafe itu.Dia memberhentikan taxi yang melewati jalan tempat dia berdiri sekarang.


"Aku fikir Yazdan masih punya rasa sama aku dan mau balikan lagi.Ternyata...ishhhh... semuanya karena perempuan itu."dengus nya.


"Apa sih hebatnya perempuan itu, sampai Yazdan rela melupakan aku yang selama ini selalu ada di dekat nya."


"Apa sekarang selera Yazdan sudah berubah menjadi lebih rendah."


"Sial, sepertinya aku pasti akan gagal mendapatkan hati Yazdan kembali."

__ADS_1


"Nggak,aku gak boleh gagal begitu aja."


"Dafi pasti punya solusi, bagaimana pun ini awalnya adalah rencana nya.Aku harus tanya dia."


Dia terus berbicara di dalam hati.


"Ini mau kemana mbak?."tanya supir taxi.


"Ke jalan xx pak."


"Baik mba."


Ardila hanya bisa terus-terusan mengumpat sepanjang jalan menuju rumah Dafi.


Setibanya di rumah Dafi dia langsung mengetuk pintu.


Tok...tok...tok...tok...


"Sebentar..."sahut Dafi sambil berjalan untuk membuka pintu.


"Lo ngapain datang ke rumah gue? Gak biasanya!."


"Lo harus bantuin gue!."


"Emang Lo kenapa?."


"Yazdan nolak gue."ucapnya kesal


"Kenapa dia bisa menolak Lo semudah itu?."


"Lo masuk dulu, jangan ngomel di depan pintu."


Sekarang mereka berdua sudah berada di ruang tamu dan duduk dengan berhadapan.


"Lo cerita semuanya apa yang Yazdan omongin sama Lo tadi."


"Yazdan gak mau lagi terima gue."


"Kenapa, bukannya dia cinta mati sama lo?."


"Itu dulu, sekarang dia gak punya perasaan apapun lagi sama gue."


"Dia sendiri yang ngomong."


"Iya.."


"Apa dia masih marah sama Lo?."


"Katanya nggak!."


"Terus?."


"Dia sudah punya orang lain di hatinya saat ini."


"Apa perempuan yang bersama nya waktu itu?."

__ADS_1


"Iya."


"Kamu tenang aja."


"Gimana caranya gue bisa tenang Dafi?. Yazdan udah nolak gue secara terang-terangan dan Lo masih nyuruh gue tenang.Lo gak mikir rencana kita sudah gagal sepenuhnya!."


"Gak sepenuhnya gagal."


"Maksud kamu?."


"Kalau kamu gak bisa dapetin Yazdan gak masalah kita masih punya rencana yang kedua."


"Apa rencana kamu?."


"Perempuan yang Yazdan sukai namanya Zahra.Yang aku tahu dia itu orangnya gak tegaan.Kita bisa mulai dari dia"


"Gimana caranya?."


"Kamu harus sedikit berkorban, berpura-pura di depan Zahra kalau kamu sangat mencintai Yazdan dan akan bunuh diri kalau Yazdan gak balik sama kamu!."


"Apa gak terlalu lebay ya?.Apa mungkin semudah itu dia langsung percaya?.Dan apa kamu fikir Zahra akan peduli!."


"Dia gak mungkin gak peduli."


"Kenapa Lo bisa begitu yakin?."


"Setelah ini aku yakin Yazdan pasti ngajak Zahra ketemuan dan ngungkapin semua perasaan dia.Kalau kamu yang lebih dulu ketemu Zahra dan membuat keraguan di hatinya,sudah pasti dia bakal langsung menolak Yazdan."


"Kamu yakin rencana ini pasti berhasil."


"Berhasil atau nggak semua tergantung kamu.Poin terpenting nya kamu harus bisa bersikap seperti gadis lemah. Kamu hanya perlu merekayasa semua kejadian kamu putus dengan Yazdan seperti yang kita lakukan waktu itu.Jangan lupa harus sedikit di lebih-lebihkan."


"Aku tau.Kalau masalah bersandiwara kamu gak usah ragu."Ardila tersenyum licik.


"Yazdan ingat kamu masih punya hutang yang harus dibayar..


Dan aku pasti memperhitungkan semuanya satu persatu."batin Ardila.


"Gue tau kok,bahkan ular aja kalah licik sama lo.Tapi ada satu hal yang gue mau tanya sama Lo?."


"Apa?."


"Lo beneran cinta sama Yazdan?."


"Kalau gue cinta mati sama dia, pastinya gue gak bakal selingkuh."jawab Ardila enteng.


"Jadi apa sebenarnya tujuan Lo deketin Yazdan."


"Gue gak bisa kasih tau Lo,karena ini pribadi antara gue dan Yazdan.Lagipula kamu temen dekat Yazdan dan jika dendam kamu terbalaskan apa aku aku masih bisa percaya kamu akan menyimpan rahasia diantara kita."


"Heh.... memang pantas dengan sebutan wanita licik, pemikiran kamu terlalu jauh ke depan."


"Itu bukan licik,tapi waspada terhadap teman bisnis."


"Okey terserah Lo ada tujuan apa terhadap Yazdan.Kalau tiba saat nya gue juga gak bakal ikut campur dalam masalah pribadi kalian."

__ADS_1


"Pembahasan berakhir gue balik dulu,thanks buat sarannya dan semoga rencana kita berjalan lancar."


__ADS_2