Zahra'S Ark Of Love

Zahra'S Ark Of Love
31.Lokasi tujuan


__ADS_3

wowww


Sesampainya di tempat itu mereka disambut dengan pemandangan yang sangat menakjubkan.Sebuah danau yang terbentang luas, pepohonan yang rindang serta angin sepoi-sepoi yang menenangkan.Mungkin ini baru pertama kalinya Zahra menemukan tempat yang indah seperti ini.Kalau saja Dafi tak mengajak nya,dia takkan pernah sampai di tempat ini.


"Ini bener-bener indah banget,Lo tau tempat ini dari mana?."tanya Zahra penasaran.


"Temen gue,dia yang sering ajak gue kesini."


"Dia asli penduduk sini?."


"Nggak!."


"Kok dia bisa tau? ini tu terpencil banget lho!."


"Katanya waktu kecil dia sering main kesini bareng orang tuanya."


"Temen Lo itu sekarang dimana?."


"Dia udah pergi!."


"Oh sorry..!"Zahra tidak ingin melanjutkan pertanyaan nya karena dia melihat raut wajah Dafi yang sudah berubah.


"Tapi pemandangan disini bener-bener bagus lho,gue gak nyesal datang kesini walaupun jauh."


"Kan gue udah bilang,Lo gak bakal nyesel!."


"Kalau nanti gue datang kesini dan ajak temen gue yang lain boleh kan?."


"Apa hak gue ngelarang,gue kan bukan pemilik tempat ini.


"Tapi gue heran,tempat ini gak banyak orang yang tahu.Tapi kok keliatan nya terawat banget,padahal hampir masuk ke hutan Lo."


"Gue juga gak tau,tapi setiap gue datang emang selalu bersih dan gak ada orang."


"Kok bisa ya,kan seharusnya sekitar sini juga banyak daun kering yang gugur kan? tapi kok seperti sering di bersihkan ya."


"Bodo amat lah siapa yang bersihin yang penting tetap terjaga."


"Dafi ke sana yuk."tunjuk Zahra tanpa menunggu Dafi dia langsung berjalan ke tepi danau.


Air jernih dan suasana yang tenang membuat setiap orang betah berada disana.Apalagi pepohonan yang rindang tak terlalu banyak sehingga tidak menghalangi pandangan.Angin yang sepoi-sepoi membuat jiwa terasa damai. Alangkah senangnya Zahra kalau saat ini dia masih bersama Farhan,pasti dia akan mengajak Farhan mengunjungi tempat ini setiap saat .Dafi yang menyadari perubahan ekspresi Zahra penasaran dan langsung bertanya.


"Kenapa dengan perubahan ekspresi Lo?."


"Emang keliatan jelas."


"Gue tau Lo lagi sedih, mungkin ingat sesuatu! kalau Lo mau cerita gue siap dengerin kok."


"Maaf ya fi..gue lebih milih buat nyimpan sendiri."


"Gak papa kok,itu hak Lo!."


"Makasi udah bawa gue ke tempat ini."

__ADS_1


"hmmm..."


Dafi duduk di bawah sebuah pohon dan mulai menutup matanya.Senyum tipis menghiasi wajahnya yang tampan.


Ni anak kok senyum-senyum sendiri


ekspresi juga berubah-ubah sebentar kelihatan sedih dan sebentar kelihatan senang


membuat orang yang melihat nya penasaran apa yang ada di fikiran laki-laki ini


Zahra mendekati Dafi yang sedang duduk menyender di pohon.Dan memperhatikan Dafi dengan seksama.


"Jangan diliatin terus,sini duduk!."


Zahra penasaran kenapa Dafi bisa tau kalau dia terus memperhatikan nya,sementara matanya masih terpejam.Zahra mulai mendekat dan duduk di samping Dafi.


"Lo tau nggak,kalau gue lagi bad mood gue pasti datang ke sini buat nenangin diri."


"Emang suasana nya pas sih, ngomong-ngomong Lo juga punya hari bad?."


"Semua orang pasti punya Za,gak terkecuali gue dan juga Lo."


"Siapa aja yang udah pernah Lo ajak kesini?."


"Sejauh ini cuma kamu!."


"Yazdan?."


"Nggak!."


"Lo mau gue ceritain sedikit tentang Farhan?."


"Boleh kalau Lo gak keberatan!."


"Yazdan itu cuma keliatan cuek dan dingin,suka buat orang lain kesal tetapi sejauh yang gue tau Yazdan itu peduli dengan orang yang dekat dengannya.Yazdan itu beda sama yang keliatan di luarnya!."


"Terus waktu gue balikin jaket nya dia,kemana dia mesti marah-marah.Kalau gak niat seharusnya gak usah di pinjemin."


"Yazdan gak suka barang nya di sentuh sama perempuan, tetapi karena rasa peduli sama orang terdekat nya itu lebih besar dia bakal relain segalanya.Tapi ya itu dia,Yazdan gak bakal mau makek barang itu lagi."


"Kan sayang kalau setiap dia bantuin orang,barangnya harus di buang atau di kasi orang lain.Mau berapa banyak yang dia sedekahin?."


"Gak banyak! sejauh yang gue tau cuma Lo doang."


Zahra terdiam dan berfikir sejenak..


apa Yazdan nganggap gue orang terdekat dia ya!!


ah gak mungkin gue kenal dia cuma di yayasan doang


"Lo sendiri?."


"Gue gak punya kisah,gak ada yang menarik buat di ceritain!."

__ADS_1


Zahra merasa Dafi selalu menyimpan kisah sedihnya sendiri dan tidak ingin memberitahu siapa pun.Tetapi dia paham betul keadaan Dafi saat melihat raut wajahnya.Walaupun rasa penasaran Zahra cukup besar,namun dia tetap memilih untuk tidak bertanya pada Dafi.Karena dia tahu jika Dafi memang berniat untuk menceritakan,tanpa dia tanya pasti Dafi akan berinisiatif menceritakan sendiri.Seperti halnya Zahra yang tetap menutupi kesedihannya dan tak ingin memberitahu orang lain.


"Dafi..."hening tak ada suara.


Semilir angin yang menenangkan membuat dafi terlelap di bawah pohon.Zahra tidak ingin membangunkan nya karena Zahra tau saat ini Dafi hanya ingin menenangkan fikiran.


gue gak habis fikir,dibalik sifat tegas dan perhatian Lo ternyata tersimpan kisah sedih yang gue gak tau.Sekarang gue sadar bukan cuma gue yang punya kesedihan,banyak yang juga merasakan nya.Hanya saja mereka memilih untuk menutupi dan mememdamnya sendiri.


"Dafi bangun!!!.. udah hampir sore.Lo gak berniat balik."


"Eh gue ketiduran lagi!."


"Lagi?."tanya Zahra penasaran.


"Setiap gue datang kesini,ntah kenapa gue selalu tertidur pulas."


"Ya wajar dong,suasana kayak gini emang seperti sihir yang menenangkan pikiran."


"Yuk.."


"Kemana?"


"Lho bukannya kamu mau pulang."


"Oh iya gue lupa."


"Cepat amat Lo lupa,baru juga Lo bangunin gue kan mau ngajak balik."


"Suasana nya membuat gue betah berlama lama disini."


"Gue mau ngasi tau Lo satu hal!."


"Apa?."


"Walaupun tempat ini indah dan menenangkan itu hanya terlihat siang hari,beda kalau udah malam disini sunyi,gelap dan menakutkan.Apalagi gak ada orang yang tinggal atau pun lewat disini."


"Lo jangan nakut-nakutin gue fi!."


"Gue ngomong yang sebenarnya Za,ngapain gue boongin Lo."


"Coba Lo bayangin disini itu hak ada orang sama sekali dan gak ada penerang jalan atau apapun.Lo gak ngerasa ngeri."


"Ihh udah dong fi..kita langsung balik aja yuk,gue mendadak merinding ni."


"Gitu aja takut!!."


"Ya jelas la,namanya juga sunyi."


"Kalau mau pulang,kenapa masih duduk disitu Zahra!!!."


"Oh iya ya kok gue betah banget duduk disini... Hahahaha!!!!."


"Yuk buruan ntar keburu gelap."

__ADS_1


Zahra bangkit dari tempat duduknya,Dafi menggandeng tangan Zahra menuju ke mobil yang dia parkirkan agak jauh dari danau.


__ADS_2