
"Semuanya udah hadir kan?."tanya Dafi.
"Kemungkinan!."sambung Andre.
"Lo hitung jangan sampai ada yang ketinggalan!."
Andre menghitung semua anak-anak yang akan ikut acara camping dari komunitas GU.
"Totalnya 12 orang fi!."
"Siapa yang gak hadir?."
"Aryo gak bisa ikut fi,katanya ada urusan mendadak di kampus."Jawab Yusuf teman satu kampus Aryo.
"Chika juga gak bisa ikutan,karena nyokap nya gak kasi izin."jawab anak lainnya.
"Terus siapa lagi yang gak hadir?."
"Siapa ya kayak nya gak ada lagi deh?."
"Masih kurang satu orang!."
"Oh itu Salsabila!."
"Ada yang tau kabar Salsa?."
"Belum tiba,mungkin jalanan lagi macet."sahut Zahra.
"Tapi dia jelas ikut kan?."
"Pasti!."
"Lo kok yakin dia ikut?."tanya Andre.
"Kemarin kita udah belanja perlengkapan barengan,kalau dia gak ikut ya gak mungkin dia belanja bareng kita."
"Ya udah kita tunggu bentar lagi,Zahra coba kamu hubungi dulu biar temen-temen yang lain gak nunggu terlalu lama!."
"Oke!."
Zahra segera menghubungi Salsa untuk menanyakan keberadaan nya.
Tuuuttttt...tuttttttt.....
Halo Za
"Lo udah dimana Sal?."
Gue dijalan Za bentar lagi nyampe,soalnya tadi macet banget!.
"Kita lagi nunggu Lo ni."
Oke gue bakal lebih cepat..
"Gue tutup ya,bye!."
Bye...
"Dia udah mau nyampe,tadi macet."
"Oke,Buat yang lain perlengkapan nya masukkan ke mobil rombongan masing-masing.Setiap mobil isinya 4 orang dan ada satu mobil yang terdiri dari 5 orang."
Mereka bebas ingin naik mobil seluruh mobil sudah berisi empat orang.Karina,Zahra dan Alvin duduk di mobil Dafi.Aryo, Yusuf dan Randy berada di mobil Rhesa.Sedangkan Rahman,Jessy dan Arkan di mobil Andre.Begitu lah pembagian mereka untuk saat ini.
__ADS_1
Mereka sudah memasukkan semua perlengkapan ke bagasi mobil.
"Itu Salsa!."ucapan Zahra membuat mereka berbalik.
"Beneran Salsa?."
"Kayak nya dia beda hari ini!."
"Cantik banget!."
"Kenapa gak dari dulu penampilan nya seperti ini?."
Semua orang kagum melihat Salsa yang berbeda dari biasa nya.Hanya Zahra dan Karina yang bersikeras seperti biasa karena mereka sudah lebih dulu melihat penampilan Salsa yang berbeda.Mereka kemudian menatap Andre yang tak berkedip sedikit pun.
"Woy ntar kesambet!."Andre segera sadar dari lamunannya.
"Sorry ya gue telat, kalian jadi pada nungguin."
"Udah biasa aja,yuk kita langsung berangkat!."
"Gue sama siapa?."
"Sama gue aja."tawar Andre.
"Kalian dimana Za?."
"Kita bareng Dafi!."
"Gue bareng Lo aja."ucap Salsa tidak menghiraukan tawaran Andre.
"Udah di putusin,buruan gerak ntar kemaleman."
Mereka melajukan mobil ke tempat tujuan.Mood Andre yang sedang tidak baik membuat nya malas menyetir mobil.Dia meminta Rahman mengganti kannya menyetir.
"Udah buruan jangan kebanyakan komentar!."
Disepanjang jalan mereka tertawa bercanda bersama.Hanya Andre yang kelihatan sedikit kesal lantaran ajakannya tak dihiraukan oleh Salsabila.
"Menurut Lo Salsa masih marah sama gue?."
"Dari cara dia tadi emang keliatan masih marah."
"Gimana cara nya gue minta maaf kalau dia nya aja gak ngelirik gue sedikit pun dan bahkan gue ngerasa dia jaga jarak sama gue."
"Waktu tiba di lokasi Lo punya banyak waktu buat minta maaf sama Salsa.Relaks aja!!."
"Hmm...."
"Tapi tadi itu Salsa cantik banget Lo,beda sama dia yang biasanya."
"Tapi Ndre bukannya Salsa suka sama Lo ya,kenapa dia gak terima ajakan Lo?."
"Lo gak tau Jes, Salsa lagi ngambek sama Andre gak tau deh masih suka apa nggak."
"Tenang Ndre,sebagai temen Lo gue bakal bantuin Lo bujuk Salsa."
"Emang Lo punya cara?."
"Aduh gue perempuan sob,gue tau gimana cara menaklukkan Salsa.Lo tenang aja gue sama Arkan bakal bantuin Lo buat ciptain kesempatan biar Lo ada waktu berduaan sama Salsa."
"Terserah kalian!."
Sementara di mobil Dafi mereka terus menertawakan Andre yang diacuhkan Salsabila.
__ADS_1
"Lo hebat banget Sal,nolak Dafi tanpa melihat wajahnya."
"Emang laki-laki sesekali harus dikasi pelajaran biar gak sepele sama perempuan."
"Vin,kita laki-laki bukan?."
"Ya gue laki la fi,gak tau kalau Lo!."
"Kalau kita laki-laki berarti pelajaran yang mereka maksud berlaku buat kita juga dong."
"Lo bener fi,kok makin diliat gue baru sadar perempuan itu serem banget."
"Kalian bisikin apa?."
"Gak ada kok,ya kan fi."
"Kok gue ngerasa kalian ngatain kita!."
"Ah perasaan Lo aja Rin!.Kalian gak denger kan Za, Sal?."
Karina tidak menghiraukan perkataan Alvin.
Mereka terus membahas bagaimana cara membalas Andre.
"Terus Lo mau gimana nanti balas Andre?."tanya Karina.
"Gak deh Rin,ngapain gue balas Andre.Biarin aja yang lewat udah berlalu juga."
"Gak bisa Sal,Lo harus tetap balas Andre biar dia tau gimana rasa nya di cuekin sama orang yang dia suka!."
"Kan yang suka Andre gue,bukan dia yang suka gue.Gak mungkin dia terus ngejar gue."
"Lo tenang aja,dari ekspresi Andre gue tau dia tertarik sama Lo."
"Karina bener!!.Lo tau nggak waktu Lo datang pertama kali,matanya gak bisa lepas dari Lo."
"Iya kalau gue gak nyadarin dia mungkin mukut nya udah kebuka dan kemasukan lalat."
"Ini semua karena kalian yang udah bantuin gue berubah.Jadi gue bakal balas Andre seperti perkataan kalian."
"Kok gue ngerasa merinding ya fi?."
"Sama gue juga! untung aja gue gak pernah nyari masalah sama yang namanya perempuan,kalau nggak gue pasti mengalami hal seperti ini."
"Gue kasian sama Andre gimana nanti jadinya dia! Gimana kalau kita kasi tau Andre!."
"Lo ngomong apa?.Mau ngasi tau Andre rencana kita!."
"Awas aja Lo bocorin,bukan cuma Andre yang kena kalian pasti juga kebagian."
"Ah gue gak ikut campur Rin.Alvin aja ni yang dukung Andre gue mah dukung kalian."
"Temen apaan sih Lo fi, nyelamatin diri sendiri aja! Tapi gue juga bakal dukung kalian biar Andre tau rasa."
"Awas aja kalau kalian ikut campur."
"Masa kita kalah sama mereka sih fi?.Kalau kita dukung mereka berarti kita khianatin Andre dong."
"Ya gue gak mau aja cari masalah sama mereka,kalau Lo mau Lo aja!."bisik Dafi.
"Ya kali gue mau!."
"Ya udah Lo duduk diam aja liat permainan mereka.Masalah Andre itu salah dia sendiri ngapain kemaren kasar banget ngomong nya sama Salsa.Apa yang Lo tanam itu yang Lo tuai."
__ADS_1
"Kasian banget Andre,gak tau apa yang bakal terjadi sama dia?."