Zahra'S Ark Of Love

Zahra'S Ark Of Love
56.Curhat


__ADS_3

Zahra sudah kembali ke rumah.Setelah makan malam Yazdan segera mengantar Zahra pulang,takut ibu nya akan khawatir.Zahra sudah selesai mandi dan berganti pakaian.Dia merebahkan tubuhnya di atas kasur sambil mengutak-ngatik ponselnya.


Za kamu besok sibuk?.


Nggak kok, kenapa?


Lo bisa temenin gue ke tempat kemaren.


Bisa kok,lagian gue suka tempat itu.


Bisa gue jemput lo besok ke rumah?.


Bisa fi, datang aja.


Oke,besok sekitar jam 4 sore gue jemput.


Oke.


Begitu lah pembicaraan Zahra dan Dafi di WhatsApp mereka.Dafi bukan hanya berencana mengajak Zahra menemani nya.Tetapi dia lebih butuh seseorang untuk mendengarkan ceritanya.Dafi yakin Zahra orang yang tepat untuk dia menceritakan segala nya.


"Sampai saat ini gak ada yang bisa jadi tempat curhat buat aku."


"Aku yakin Zahra orang yang bisa dengerin dan bisa mengerti perasaan orang lain."


"Dan waktu itu juga,ntah kenapa aku bisa ajak dia ke tempat favorit kita."


"Maafin aku kalau kamu nantinya gak suka ada orang lain yang aku ajak ke tempat itu."


"Dan yang harus kamu tahu aku bakal tetap menunggu kamu sampai tiba saat nya waktu untuk kita bersama tak memiliki celah lagi sedikitpun."


Dafi berbicara dengan selembar foto yang digenggam nya.Raut wajah nya tak dapat menyembunyikan kesedihannya yang teramat dalam.


...----------------...


Keesokan harinya dia menjemput Zahra ke rumah nya.Karena macet dia sedikit terlambat.Terlihat Zahra yang sedang terduduk di depan rumah sambil menunggu Dafi.


"Lama ya Za?."


"Nggak kok,gue juga baru duduk disini.Bosen di dalam terus."


"Sorry ya Za,tadi jalanan macet."


"Gak papa kok,yuk kita berangkat ntar kelamaan."


Zahra masuk ke mobil dan Dafi segera mengemudi ke danau yang pernah mereka datangi.


"Lo kok tiba-tiba ngajak gue ke danau,ada apa?."


"Gak papa kok!."


"Yakin Lo, terakhir kali Lo ajak gue kesana ekspresi Lo kayak tertekan gitu."


"Emang ada sesuatu yang mau gueceritain sama lo.Selama ini aku gak punya temen buat di ajak curhat.Lo mau kan dengerin curhatan gue."


"Biasanya cowo jarang mau curhat,apa Lo begitu tertekan dengan perasaan yang terus Lo simpan."

__ADS_1


"Kalau Lo tanya begitu,yang pastinya jawaban nya iya."


"Gue masih belum tau cerita lo,tapi gue yakin pasti berat buat Lo laluin itu semua.Karena gue pernah di posisi jatuh ke dalam jurang yang buat gue sangat tertekan.Walaupun berat tapi gue bisa bertahan berkat dukungan orang tua dan sahabat gue yang sayang sama gue."


"Lo mau cerita sedikit sama gue?."


"Gue di tinggal nikah sama pacar gue!."


"Pacar?."


"Iya.."


"Kok bisa?."


"Kenapa gak bisa?."


"Nggak,maksud aku bener pacar atau mantan pacar?."


"Masih dalam status sepasang kekasih."


"Alasannya?."


"Sampai sekarang gue masih belum tau pasti,tapi yang jelas sekarang gue udah ngelupain dia dan berdoa buat kebahagiaan mereka.Itu aja!."


"Lo yakin bisa ikhlas?."


"Yakin!! buktinya sekarang gue udah hilangin semua perasaan itu."


"Tapi kenangan nya masih ada kan?."


"Intinya Lo gak ada perasaan benci sama orang yang udah mengkhianati Lo."


"Gue gak punya alasan buat benci sama dia.Dia ngelakuin itu juga mungkin ada kesulitan nya sendiri makanya gak bisa cerita sama gue.Dan gak selama nya kita harus tahu tentang masalah paling pribadi dari orang lain."


"Artinya selama ini Lo gak pernah sibuk mencari tahu kehidupan pribadi pasangan Lo?."


"Iya,karena menurut gue kita gak perlu mencari tahu hal-hal yang seperti itu.Suatu hari kita akan tahu dengan sendirinya."


"Gue salut sama Lo Za!."


"Salutnya?."


"Gue tau perempuan itu paling gak bisa nahan diri buat gak nyari tau hal-hal sekecil apapun.Tapi Lo beda,bisa bisa nya Lo menahan diri buat gak nyari tau apapun."


"Ya karena gue tau aja! semakin banyak hal yang gue ketahui,semakin besar rasa sakit hati yang bakal gue terima."


Hening...Dafi hanya menyunggingkan senyum sekilas.Dia bener-bener di buat kagum oleh Zahra.


Beberapa saat kemudian mereka tiba di danau. Seperti biasa angin bertiup sepoi-sepoi dan pohon yang rindang selalu memberikan rasa nyaman dan damai di tempat itu.Membuat setiap orang yang ada disana akan betah berlama lama duduk di bawah pohon sambil menikmati pemandangan danau yang sangat indah.


Dafi dan Zahra duduk menyender bersampingan di bawah sebuah pohon yang rindang.


"Lo mau cerita masalah Lo sama gue?."


"Lo mau dengerin?."

__ADS_1


"Gue siap kok!."


Dafi mengambil dompet nya mengeluarkan sebuah foto dan menunjukkan nya kepada Zahra.


"Siapa?."tanya Zahra penasaran.


"Anandita Arsyil!."Zahra mengernyitkan dahi nya.


"Bisa di bilang orang yang pernah mengisi hidup gue selama ini?."


"Maksud Lo pacar?."tanya Zahra memastikan.


"Bisa di bilang begitu.Dia juga orang yang pertama kali ngajak gue kesini."


"Tapi kenapa waktu pertama gue tanya sama Lo,tapi Lo nya cuma jawab temen doang?."


"Karena sekarang gue sendiri gak tau dia masih bersama gue atau tidak!."


"Kok gue makin gak ngerti ya?. Kenapa Lo bisa gak tau pacar Lo sendiri."


"Karena dia menghilang tiba-tiba tanpa ngasi kabar."


"Kita udah berpisah selama lebih dari 5 tahun.Apa begini masih bisa dianggap memiliki hubungan?."


"Jadi selama 5 tahun ini Lo gak pernah pacaran sama yang lain."


"Pernah gue coba,tapi hanya bertahan beberapa hari aja."


"Kenapa bisa begitu?."


"Karena gue selalu merasa kalau gue bakal jadi orang yang mengkhianati hubungan yang pernah kami jalin walaupun akhirnya masih belum nyata."


"Kamu udah coba hubungi dia?."


"Segala cara aku udah coba, tetapi tetap aja nihil.Dia menghilang di telan bumi,tak ada yang tau kemana mereka pergi.Bahkan sahabat dan kerabat nya sekalipun."


"Terus sampai kapan Lo nyimpan perasaan yang seperti ini?."


"Sampai gue benar-benar yakin kalau Anandita gak bakal bisa jadi milik gue."


"Maksud Lo?."


"Saat dia sudah berkeluarga atau ketika dia sudah meninggalkan dunia ini."


"Lo harus tetap kuat dan terus bertahan.Melihat ketulusan Lo,gue yakin suatu saat Anandita pasti akan kembali."


"Thanks ya Za,udah dengerin dan support gue!."


"Iya sama-sama,gue seneng kok bisa berguna buat orang lain."


"Za,gue boleh nyender di bahu Lo?."


"Oh,boleh kok."jawab zahra kikuk.


Dafi bersandar di bahu Zahra sambil menenangkan diri dengan pemandangan danau dan semilir angin yang bertiup sepoi-sepoi.Untuk saat ini hanya Zahra yang bisa menjadi tempat nya mengadu dan mengeluarkan semua isi hati yang selama ini terus dia pendam.Dafi merasa sedikit lega setelah menceritakan semua nya.

__ADS_1


Walau Zahra pernah mengalami hal yang paling menyakitkan dari pada yang dia alami.Tetapi tak dapat dia pungkiri kalau Zahra jauh lebih tegar dari pada dia.


__ADS_2