
"Baru pukul 5 ke taman bentar nyantai hitung hitung refreshing."
Zahra berjalan kaki dari yayasan menuju taman yang lokasinya tidak terlalu jauh.Saat ini yang dia butuhkan hanya menenangkan diri saja. Zahra duduk di kursi taman sambil membaca sebuah novel yang selalu dia bawa kemanapun dia pergi.Angin yang berhembus sepoi-sepoi membuat nya merasa sedikit nyaman berada di taman itu.
Farhan yang lewat di dekat taman melihat Zahra yang sedang serius membaca tanpa memperhatikan sekitarnya.Dari kantor Farhan menuju rumahnya memang melewati taman itu,dan kebetulan dia melihat Zahra disana.Farhan memarkirkan mobil dan bergegas menemui Zahra.Zahra mengangkat kepalanya karena dia merasa seperti ada orang yang mendekat.Benar saja begitu Zahra melihat Farhan dia langsung berdiri dan berniat meninggalkannya.Tetapi Farhan menarik tangan Zahra secepat mungkin, Zahra pun menghentikan langkahnya.
"Apa lagi?."
"Apa kita gak bisa ngomong walaupun cuman sebentar doang?.Sebenci itukah kamu sama aku?."
"Aku gak pernah benci sama kamu,tapi aku benci sama diri aku sendiri yang bahkan sampai saat ini belum bisa ngelupain orang yang pernah buat aku kecewa!!."
"Za,kamu masih sayang sama aku?."
"Buat apa kita ngomongin hal ini Han?.
"Za, aku cuman cinta sama kamu,aku bisa kok nikahin kamu!."
"Kamu bisa nikahin aku,Terus gimana sama Aisyah!!."
"Za laki laki itu bisa punya istri empat itu Sunnah,dan aku bisa ngelakuin itu demi kamu!!."
"Kamu ingat gak waktu kita makan di cafe biasa waktu kita masih pacaran,kamu juga pernah ngomong kayak gini.Tapi apa kamu masih ingat sama yang aku omongin waktu itu."
Farhan berusaha mengingat semua kenangannya dulu bersama Zahra termasuk saat dia dan Zahra makan siang di cafe yang biasa mereka kunjungi.Kilas balik muncul yang mengingatkan Farhan akan kebersamaan mereka yang dulu.
__ADS_1
flashback
"Zaaa,kita nikah aku boleh minta satu hal gak?."
"Ya tergantung permintaan kamu,emang kamu mau apa?."
"Aku mau kamu temenin aku selamanya dan tetap berada disisi aku sampai maut memisahkan!!."
"Kalau kamu?.Apa kamu bakal ngelakuin hal yang sama kalau aku setia sama kamu sampai maut memisahkan!!."
"Ya aku pasti sama kamu..tapi mungkin bukan kamu aja sih!."
"Maksud kamu?."
"Istri dua?...kamu punya niat?."
"Gak lah aku kan cuma becanda!."
"Walaupun kamu bercanda tapi aku mau terus terang sama kamu!!."Farhan mengerut kan dahi menunggu ucapan Zahra selanjutnya yang membuat nya penasaran sekaligus heran dengan sikap Zahra saat ini.
"Kamu berhak punya istri dua atau tiga atau bahkan empat,kamu sangat berhak.Asal kamu bisa berlaku adil itu memang di anjurkan dan gak akan ada yang ngelarang!!."
"Dan asal kamu tahu kalaupun kamu punya istri dua,tiga bahkan empat aku gak peduli karena salah satunya pasti bukan aku.Aku bukan sosok wanita yang rela berbagi suami dengan wanita lain!."
"Kamu nanggapinnya serius,aku cuma bercanda kok!!."
__ADS_1
"Ya aku cuma ngingetin kamu,kalau kamu serius sama aku buang semua fikiran kamu yang seperti itu!!."
"Iya sayang pokoknya kamu satu satunya."
Farhan terdiam setelah mengingat semua itu dia tak sanggup menatap mata Zahra.Karena merasa Farhan sudah tidak memegang tangan nya lagi, Zahra segera pergi meninggalkan Farhan.Dia memberhentikan taxi yang sedang lewat dan segera pergi meninggalkan taman.
"Apa aku yang terlalu egois hingga menginginkan lebih dari kamu Za,aku gak pernah mikirin keinginan kamu. Apa memang aku bukan laki laki yang pantas buat kamu?,Kenapa kamu semakin jauh Za.Semakin sulit untuk ku gapai.Apa memang tiada jodoh diantara kita?."Farhan hanya menatap kepergian Zahra dengan tatapan kosong.Dia menyesali semua keputusan nya untuk menuruti semua keinginan ibunya untuk menikahi Aisyah.Seandainya waktu itu dia memilih untuk menolak mungkin ibunya juga tidak akan memaksa nya.Dan mungkin sekarang Zahra masih berada disampingnya,tertawa bahagia bersama.Tetapi semua itu sudah tidak bisa di perbaiki lagi.Apa yang sudah dia putuskan sendiri dialah yang berhak menanggung semuanya.Farhan tidak punya pilihan lain lagi sekarang karena dia tahu Zahra tidak akan pernah kembali kepada nya lagi.Dan satu satunya hal yang bisa dia lakukan sekarang hanya menjalankan kewajiban nya sebagai seorang suami dan ayah yang harus menafkahi istri dan anaknya.
"Zahra Walaupun kita tidak bisa bersama di dunia aku berharap kita akan bisa bersama di akhirat,Aku akan tetap menunggu dan mencintai mu walaupun nanti dunia kita tak lagi seperti ini!!."
Farhan sudah merasa putus asa untuk mendapatkan Zahra kembali.Dia menyadari Zahra tidak akan pernah kembali padanya.Apalagi Zahra adalah sosok perempuan yang rela terluka demi kebahagiaan orang lain.
"Semoga kamu ditemukan dengan orang yang sangat mencintai mu dan sangat kamu cintai sehingga aku bisa tenang melepaskan mu dengan lelaki yang menjadi pilihanmu!." Farhan melepaskan kata kata pahit itu dari mulut nya sendiri.Yang terpenting baginya sekarang adalah kebahagiaan Zahra.Dia rela asal Zahra bahagia walaupun tidak bersama dengan nya.
"*~*"
Maaf han aku memang masih cinta sama kamu,tapi aku bukan sosok perempuan yang bisa menghancurkan hati perempuan lain hanya demi kebahagiaan ku sendiri!.
Aku lebih memilih tersakiti dari pada menyakiti.
Kamu harus hidup baik baik han.Kamu udah punya keluarga....aku harap kamu bisa mencintai Aisyah sepenuhnya.
Kamu gak kekurangan apapun lagi dan kamu sudah menjadi laki laki yang sempurna,kamu bukan hanya seorang suami tetapi juga seorang ayah.
Zahra terus bergumam di dalam hati.Senyuman pahit terukir diwajahnya.Tak sengaja air mata Zahra mulai menetes.Ini memang sesuatu yang berat bagi Zahra.Tetapi Zahra harus melepas kan orang yang sangat dia sayangi, walaupun kenyataannya Zahra tidak akan sanggup.Tetapi Zahra akan lebih tidak sanggup lagi untuk menyakiti Aisyah yang sangat mencintai Farhan.Dia sangat yakin waktu akan mengubah segalanya.Suatu saat Farhan akan melupakan nya dan bisa mencintai Aisyah sepenuhnya.Bagaimanapun Aisyah adalah jodoh yang sudah di tetapkan Allah untuk Farhan.Dia juga bisa mengubah hati Farhan dalam seketika.Dan apapun itu, pilihan Allah adalah yang terbaik.Zahra menutup matanya dan membayangkan semua kenangan indahnya dengan Farhan dia tersenyum karena memiliki kenangan yang begitu manis dengan Farhan.Dia tidak pernah menyesali pertemuan nya dengan Farhan yang telah memberi nya banyak pelajaran yang sangat berharga dalam hidup.
__ADS_1