
"Maaf ya aku gak tahu, sebelumnya kenapa kamu tidak memberitahu ku."
"Aku tidak mau menambah beban fikiran kamu."
"Aku juga berhak tahu."Farhan menatap Zahra dengan raut muka penuh pertanyaan.
"Aku minta maaf karena tidak pernah berkata jujur sama kamu."
"Farhan... selama kamu menikah dengan Aisyah,apa kamu pernah punya sedikit perasaan untuk nya?."
"Perasaan ku hanya semata-mata ingin membalas semua kebaikan nya."
"Bahkan setelah beberapa tahun bersama? apa kamu tidak merasa kasihan!!."
"Zahra... cinta itu suatu hal yang tidak bisa di paksakan. Semua itu timbul dari hati,aku tidak bisa mengatakan kalau aku mencintai nya hanya karena rasa kasihan."
"Tapi apa kamu tidak pernah peduli betapa menderitanya dia dengan perasaan yang tidak pernah dibalas bahkan sampai dia menghembuskan nafas terakhirnya."
"Aku tahu,tapi aku tidak bisa berpura-pura."
"Kenapa kamu tidak belajar mencintai nya?."
"Aku bukannya tidak ingin mencoba, hanya saja selain kamu aku tidak bisa mencintai siapapun lagi di dunia ini."
"Selama ini aku berfikir kalau aku lah yang paling tersakiti dalam hubungan yang rumit ini.
Tetapi aku tidak pernah menyangka bahwa Aisyah lah yang paling menderita. Walaupun akhir kisah cintaku hancur tapi setidaknya aku pernah memilikinya.Berbeda dengan Aisyah yang bahkan sampai hembusan nafas terakhirnya, dia tetap tidak bisa memiliki apa yang seharusnya dia miliki."
"Aku yang bersalah, kalau saja aku bisa menolak keinginan orang tuaku mungkin diantara kita tidak akan ada yang tersakiti. Dan bahkan kita tetap bisa bersama."
"Itu semua hanya masa lalu,ambil kenangan yang baik dan jangan biarkan hal-hal menyakitkan terus membebani sepanjang waktu."
"Aku merasa bersalah dengan Aisyah dan kamu,aku sudah menyakiti dua orang yang paling berharga dalam hidup ku. Yang satu ini dari anakku dan satunya lagi orang yang paling aku cintai."
"Sudahlah aku tidak ingin membahas masalah yang telah berlalu. Biar kan semua menjadi kenangan."
"Zahra apa kamu bisa memaafkan aku?."
"Aku sudah lama memaafkan kamu."
"Benarkah? atau kamu mengatakan nya karena terpaksa ingin menghibur ku."
"Dulu aku memang merasa kesal dan marah. Tapi aku kesal bukan karena kamu menikah dengan Aisyah, melainkan karena kamu yang tidak pernah berterus terang dan membuat ku harus menebak nebak setiap harinya."
"Aku memang pengecut.Kamu pantas membenciku."
"Farhan itu semua sudah berlalu,aku sudah melupakan nya. Kamu juga tidak perlu mengingat nya lagi."
"Zahra bisakah kita kembali seperti dulu?."Farhan menggenggam tangan Zahra.Dengan senyum tipis Zahra melepaskan genggaman Farhan.
"Walaupun aku bisa memaafkan kamu,tapi untuk kembali seperti dulu itu tidak mungkin lagi."
"Apa kamu tidak mempercayai ku lagi,aku bersumpah kedepannya aku tidak kan pernah menyakiti kamu lagi."
"Farhan walaupun luka itu sudah sembuh,tapi akan tetap membekas selamanya."
"Aku tahu. Lalu apa kita tidak bisa menjadi teman?."
"Aku tidak pernah menolak siapa pun untuk berteman dengan ku."
__ADS_1
"Mulai sekarang kita berteman."
Zahra menjabat tangan Farhan berdamai dengan nya dan berdamai dengan masa lalu.
......*******......
"Gimana hasilnya?."Tanya Raja langsung setelah melihat Farhan dan Zahra mendekat.
"Melihat senyum kalian yang bahagia pasti kalian udah baikan?."
"Kita udah baikan kok."jawab Zahra.
"Bagus dong,jadi kapan ni mau dihalalin?."
"Kalian salah paham."pungkas Farhan.
"Iya kita cuma temenan doang kok "
"Temenan diawal gak masalah ntar kan pasti ada hubungan lebih lanjut "
"Sembarang."
"Oke oke terserah deh mau temenan atau apa tapi sekarang kita harus segera pulang."
"Jam berapa sekarang?."ucap Zahra khawatir.
"Udah gak usah nanyain jam,buruan!!! ini udah telat banget "
"Kita duluan ya." Mereka segera berlari menuju parkiran takut kalau sampai pulang terlalu lama pasti akan dapat omelan dari orang tua Zahra.
"Yuk Han."
"Kemana?."
"Oh."
"Apa kamu mau terus berdiri dan berharap dia balik lagi."
"Dia gak akan pernah kembali lagi."
"Maksud kamu? kamu nyerah buat ngejar dia lagi."
"Dia bisa memaafkan aku,aku udah senang banget."
"Bukan nya kamu bilang kalau kamu mau kembali bersama nya seperti dulu.Masa segitu aja udah nyerah."
"Walaupun aku berharap hal yang seperti itu terjadi, tetapi aku juga harus menghargai keputusan dia."
"Maksud kamu Zahra yang tidak ingin memulai kembali hubungan kalian."
"Iya."
"Tapi kamu tetap gak boleh nyerah gitu aja Han."
"Sudahlah,aku lebih menghargai keputusan nya."
"Dengan cara membuang perasaan kamu sendiri."
"Raja kamu harus tahu,tidak selamanya cinta itu menjadi milik kita.Selama dia bahagia aku lebih baik menyimpan perasaan ini untuk diriku sendiri."
__ADS_1
"Apa pun itu,aku sudah pernah berjanji akan mendukung semua keputusan yang kamu buat."
"Makasih ya karena sudah selalu menjadi pendengar yang baik."
.
.
.
.
"Zahra kamu ngomongin apaan sih sama Farhan."
"Hanya masalah sepele."
"Padahal kamu pernah bilang kalau kamu gak akan pernah bisa kembali bersama Farhan lagi."
"Aku memang tidak akan pernah kembali bersama dengan nya."
"So.. kenapa kamu malah jadi temenan sama dia."
"Aku tau selama ini aku di butakan dengan kebencian karena satu kesalahan. Sehingga melupakan semua hal-hal baik yang jauh lebih banyak."
"Jadi kamu ingin memulai kembali."
"Tidak..Aku hanya berfikir tidak ada salahnya kalau aku memaafkan nya. Lagi pula semua nya telah berlalu,aku tidak akan membiarkan kebencian menguasai ku lagi hingga menutup mata dengan kebenaran."
"Kebenaran seperti apa yang membuat kamu sampai mengubah cara berfikir."
"Selama ini aku hanya tahu kalau Farhan berbohong dan mengkhianati ku.Tapi di balik kebohongan itu ada seseorang yang juga sangat menderita sama seperti ku.Dan dia hanya berusaha membuat ku membenci sehingga dapat melupakan nya secepat mungkin."
"Siapa yang lebih menderita di banding kamu? Farhan? kalau pun yang menderita itu dia,semua ini sepadan dengan apa yang telah dia lakukan."
"Kamu salah Fir.. kalau seandainya posisi itu di berikan kepada ku,pasti aku juga akan mengambil jalan yang sama seperti nya.Antara orang tua dan orang yang kamu cintai siapa yang akan kamu pilih?."
"Kamu benar Za,tapi apa kamu tahu sebenarnya dia menderita atau tidak?."
"Safira, bukan Farhan yang aku maksud."
"Lalu..?."
"Aisyah."
"Aisyah? kenapa dia harus menderita?."
"Dia tidak pernah bisa mendapatkan apa yang dia inginkan. Sampai sekarang Farhan masih tetap mempertahankan perasaannya padaku. Apa kamu tahu,aku masih cukup beruntung pernah memiliki cinta dalam hidup ku walaupun semuanya akhirnya kandas.Berbeda dengan Aisyah dia tidak pernah memiliki nya barang sedetik pun bahkan sampai akhir hayatnya."
"Apa maksud semua perkataan kamu? jangan bilang kalau Aisyah...."
"Iya tebakan kamu benar,dia meninggal karena kecelakaan beberapa bulan yang lalu."
"Dia benar-benar sangat menderita,memiliki orang yang dicintai tapi tak pernah mendapat kan cinta dari orang itu sendiri."
"Aku merasa bersalah terhadap Aisyah."
"Sudah lah ini semua sudah diatur jgn menyalahkan diri sendiri."
"Makasih ya Fir selalu ada buat aku."
__ADS_1
"Aku ini temen kamu,apapun yang terjadi aku akan selalu berada di pihak kamu."
...*******...