Zahra'S Ark Of Love

Zahra'S Ark Of Love
6.Rutinitas baru


__ADS_3

Pagi ini Zahra bersiap-siap berangkat kuliah. Zahra mulai menjalani kehidupannya seperti biasa, tidak ada yang berubah sedikitpun kecuali sikapnya yang awalnya periang suka bercanda dan ramah terhadap orang lain berubah menjadi Zahra yang dingin dan pendiam. Bahkan untuk tersenyum Zahra hanya bisa tersenyum tipis itu pun pada waktu-waktu tertentu.


Rutinitas yang dijalani Zahra saat ini begitu membosankan. Mulai dari perangkat kuliah untuk belajar kembali ke rumah untuk makan dan beristirahat di kamar saat malam hari. Sekarang yang ada dipikiran Zahra hanya belajar dan menyelesaikan studinya secepat mungkin.


Hati Zahra sekarang tertutup rapat bener-bener rapat tidak ada yang bisa masuk ke dalamnya lagi. Zahra mengunci semua memori nya bersama Farhan dan menolak untuk membuka lembaran baru bersama yang lain. Bagi Zahra Farhan adalah yang pertama dan yang terakhir. Tanpa Farhan dia hanya seperti manusia tanpa emosi,raga tanpa nyawa, hampa hanya itulah yang dirasakan Zahra saat ini. Seberapa keras nya para sahabat orang tuanya menghibur Zahra tetap pada sikapnya yang pendiam dan dingin.


Di satu waktu di lain sisi ternyata Farhan terus mengikuti Zahra setiap harinya tetapi tidak pernah muncul dihadapan Zahra. Farhan selalu mengikuti Zahra sampai ke depan kampus saat Zahra masuk, baru dia pergi meninggalkan kampus itu. Farhan tak ada ubahnya dengan Zahra, dia juga seperti kehilangan sesuatu dalam dirinya. Tapi apalah daya seorang Farhan yang harus merelakan kebahagiaannya demi menuruti perintah orang tuanya. Farhan bukan hanya merelakan Zahra tetapi juga merelakan kebahagiaannya demi keinginan orang tuanya.


Farhan yang memandangi Zahra dari kejauhan mulai meneteskan air mata.


"ZA...... Apapun Yang terjadi kamu harus tahu, hati aku cuma buat kamu gak ada orang lain selain kamu Za!."


"Maafin aku yang terlalu pengecut untuk bertemu kamu. Maafin aku ya nggak bisa jelasin semuanya sama kamu. Maafin aku yang udah ninggalin kamu tanpa satu kata apapun!."


"Aku orang yang tidak pantas mendapatkan cinta kamu,aku terlalu lemah, terlalu pengecut!."


"Kamu salah memberikan hati kamu buat aku... Seharusnya aku nggak pernah hadir di hidup kamu Za!."


"Dan yang perlu kamu tahu, aku akan tetap disini dan aku hanya mencintai satu orang,dan orang itu pasti kamu Za!."


Setelah mengeluarkan semua kata-kata itu dan melihat Zahra dari kejauhan yang perlahan sudah menghilang dibalik koridor-koridor kampus, Farhan menyeka air matanya lalu meninggalkan kampus menuju kantor nya.


"Selamat pagi pak!!"sapa beberapa karyawan kantor ketika melihat Farhan lewat.


"Pagi!."Farhan memaksakan senyumnya untuk terlihat profesional di depan karyawan kantor nya. Tapi itu jauh berbeda dengan apa yang ia rasakan saat ini.

__ADS_1


Di tengah kesibukan kantor Farhan bisa melupakan Zahra sejenak, tetapi berbeda dengan Zahra bahkan satu detik pun dia tidak bisa melupakan Farhan. Dia akan menampakan wajah datar dan dingin di depan semua orang, tetapi ketika dia berada di kamar dia masih tetap menangis tanpa suara. Zahra masih belum sanggup untuk kehilangan orang yang paling disayang. Orang yang pernah mengisi harinya, dan bahkan orang yang dia harapkan untuk menemaninya seumur hidup. Pergi begitu saja tanpa pamit tanpa kata perpisahan itu seakan menyayat hati Zahra.


"Zahra ayo makan malam bersama.."panggil ibu Zahra.


"Iya Bu!"


Zahra cepat cepat menyeka air matanya jangan sampai kedua orang tuanya tahu bahwa dia masih memikirkan Farhan. Zahra menutupi kesedihannya dari semua orang bahkan dari orang tua dan sahabatnya sendiri.


"Ayo sayang makan!."


"Iya Bu!."


"Gimana kuliah kamu?."


"Bagus kalau begitu,Ayah yakin tahun depan kamu pasti bisa langsung skripsi."


"Doain aja ya yah,bu biar Zahra berhasil!."


"Pasti sayang, ibu pasti doain terbaik buat kamu!."


"Makasih ya Bu!."


Selesai makan Zahra kembali ke kamar untuk beristirahat. Perhatian Zahra terfokus pada sebuah foto. Itu foto si Farhan dan Zahra sewaktu masih bersama. Zahra tersenyum sekilas dan kemudian meneteskan air mata lagi. Sambil menangis Zahra mengungkapkan semua rasa sakit yang dirasakan di hadapan foto itu.


Dia mengelus wajah Farhan yang ada di foto itu.

__ADS_1


"Farhan, aku masih nggak habis pikir kenapa kamu tega ninggalin aku, kenapa Han. Aku nggak cukup baik buat kamu!! Apa yang kurang dari aku. Apa aku punya salah sama kamu!!."


"Farhan, kenapa kamu nggak ngomong sama aku. Aku nggak yakin kamu benci sama aku sampai ninggalin aku tanpa kata tanpa penjelasan!."


"Farhan, aku masih penasaran apa alasan kamu ninggalin aku. Aku cuma mau ketemu kamu aku mau bertanya alasan kamu menghilang gitu aja nikah sama yang lain!."


"Han, kamu tahu nggak seberapa sakitnya aku kamu tinggal kayak gini. Aku hancur Han... Kamu tahu yang aku rasain saat ini... Sakit, kecewa, marah Dan benci semuanya Han!walaupun aku bisa tersenyum di depan orang lain,tapi kamu harus tahu Han sekarang hidup aku udah benar-benar hancur!."Zahra mengeluarkan semua kesedihan nya di depan foto Farhan dan air matanya mulai menetes.


Zahra menangis sampai ibunya tiba-tiba datang mengejutkan Zahra.


"Za, belum tidur nak."


Secepatnya Zahra menyembunyikan foto Farhan dan menghapus air matanya.


"Ya Bu...... Ini Zahra lagi bersiap mau tidur."jawab Zahra dengan suara parau.


"Ya udah kamu istirahat ya ibu keluar dulu kalau ada apa-apa ngomong sama ibu."walaupun ibunya tau Zahra sedang bersedih tapi dia tetap memilih untuk tidak bertanya.


"Nggak ada apa-apa kok bu,ibu cuman terlalu khawatir aja."Zahra berusaha menjawab dengan nada tenang.


"Ibu keluar ya sayang.. kamu langsung tidur! Selamat malam."ibu nya pergi meninggalkan Zahra dan menutup pintu kamar Zahra.


"Iya Bu... Malam."


Zahra menyimpan fotonya dan foto Farhan, dia tidak ingin ibunya tahu bahwa dia belum bisa melupakan Farhan. Zahra mematikan lampu kamarnya dan mulai beristirahat. Zahra masih berharap Farhan akan datang menemuinya menjelaskan semuanya apa yang sebenarnya terjadi.Zahra terus mengingat semua kenangan kenangan dia dan Farhan yang masih bermunculan di otak Zahra, mulai tersenyum mengingat kebahagiaan yang mereka lalui dulu dan sesekali dia harus menangis karena dia tahu Farhan sudah tak lagi bersama nya. Zahra terus mengingat memori-memori itu sampai dia tertidur begitu lelap. Dan sejenak melupakan hal-hal yang terus membayanginya sampai saat ini. Melupakan semua asumsi-asumsi dan pikirannya tentang Farhan. Menghentikannya memikirkan alasan Farhan meninggalkannya. Hanya saat seperti inilah Zahra baru benar-benar melupakan Farhan sepenuhnya. Tapi saat dia bangun memori Farhan terus berputar di kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2