
Hari demi hari mereka terus mengumpulkan dana melalui sumbangan dan juga dari hasil penjualan barang yang tidak mereka pakai lagi tetapi masih layak digunakan.Di hari terakhir mereka menghitung seluruh hasil donasi yang telah mereka kumpulkan bersama.
"Jumlah nya 5 juta 300.Besok udah bisa kita donasi kan kepada warga yang membutuhkan."
"Gimana kalau perwakilan aja yang menyerahkan,kan gak mungkin kita semua ikut menyerahkan donasi.Cukup pilih beberapa orang aja." Saran Rahman.
"Gimana guys pendapat kalian?."
"Yang di omongin Rahman bener sih."
"Siapa yang bersedia jadi perwakilan?."
"Kalau itu yang pastinya Lo fi dan Lo berhak milih siapa yang bakal temenin Lo."
"Gue punya saran kalau uangnya kita bagi.Untuk donasi 3 juta dan sisanya buat beli sembako,Gimana?."
"Bagus juga ide Lo.Gue sih setuju aja."
"Kita bagi jadi tiga tim.Tim pertama jadi penyalur dana untuk perenovasian rumah warga yang tak layak huni.Tim kedua tugas nya belanja sembako yang dibutuhkan warga.Nah yang ketiga sebagai penyalur."
"Untuk tim pertama itu terdiri dari 3 orang, yang kedua diri dari 4 orang,dan yang terakhir ada 7 orang.Kenapa gue membagi kelompok yang seperti ini, karena untuk menyalurkan dana sampai ke tangan warga itu adalah pekerjaan mudah dan nggak perlu banyak orang yang ikut. Nah kalau untuk belanja sembako ada 4 orang dan terdiri dari 3 laki-laki dan 1 perempuan. kenapa hanya ada satu cewe? itu karena barang yang mereka belanjakan sudah pasti berat.Dan kenapa kelompok terakhir itu lebih banyak dari kelompok sebelumnya itu di karenakan penyaluran sembako akan lebih cepat jika orang nya semakin banyak." Terang Dafi.
"Yang ikut sama gue yang menyalurkan dana ke warga sama Rahman dan Karina.Tim yang akan belanja ada Rhesa, Alvin,Rama dan Andre.Yang lain akan masuk sebagai tim penyalur.Ada yang kurang setuju?."
"Maaf fi gue gak terbiasa belanja,boleh gue change position."
"Bisa aja sih, Zahra Lo gak keberatan kalau ganti posisi?."
"Nggak kok."
"Oke semuanya udah di atur jadi uang 3 juta saya yang pegang,dan 2,3 juta nya Zahra yang pegang."
"Ada lagi yang keberatan?."
"kita setuju kok."
"Oke kalau semua setuju kita udah boleh bubar.Buat yang belanja hari ini boleh langsung atau besok pagi juga boleh.Buat anak anak yang lain besok kita kumpul pukul 2 di sini."
"Sipp."
"Gue duluan soalnya masih ada urusan,see you again."
__ADS_1
Sepeninggalan Dafi, anggota lain pun mulai bubar kecuali Zahra,Andre, Rama dan Alvin.
"Gimana menurut kalian kita belanja sekarang atau besok pagi aja."
"Besok aja deh Za,kayak nya gak bakal keburu kalau hari ini."
"Iya yang diomongin Andre bener Za, hari ini kita tulis daftar belanjaan nya aja dulu."
"Gue setuju."
Mereka pun mulai menulis daftar belanjaan agar dapat mempermudah mereka berbelanja besok.
"Ada lagi yang mau di tambah?."
"Itu udah kebanyakan,ntar duit nya kurang gimana?.Emang Lo mau nutupin?."Alvin memberikan saran yang sarkastik tetapi dalam lingkup bercanda.
"Hahahaha iya juga gak mungkin kan ngutang."
Mereka menulis daftar belanjaan sambil bercanda,saat ini anak-anak komunitas lah yang menjadi sahabat Zahra.Lantaran Safira yang masih sibuk dengan restoran orang tuanya dan Nisa yang menghilang tanpa kabar.
"Oke selesai,apa lagi yang harus kita kerjakan."
"Berarti hari ini cukup sampai disini saja,besok jangan lupa pukul 7 kita kumpul disini lagi."
"Guys gue duluan ya."
Alvin dan Rama keluar lebih dulu.Sementara Zahra dan Andre terus berbincang.Tiba-tiba suara seorang wanita mengagetkan mereka.
"Beb Andre."
"Ya Allah bencana udah datang."
"Kenapa Dafi misahin kita,kan bagus kalau kita sama-sama.Aku itu gak bisa banget jauh dari kamu."
"Udah la lagian ini keputusan mutlak nggak bisa diganggu gugat."
"Aku maunya sama kamu."
"Ah nggak usah sok imut gitu, gue gak suka."
"Andre kamu kan temennya Dafi, kalau kamu ngomong pasti dia mau dengerin."
__ADS_1
"Emang gue harus ngomong apa?."
"Minta dia buat nyatuin kita di satu tim."
"Oh itu.."
"Kamu mau kan,ayolah aku yakin Dafi pasti bakal setuju."
"Ngomong sama Dafi bisa aja sih,tapi permasalahan nya gue ogah buat ngomong!."
"Kamu kok gitu sih Ndre."Salsa melihat ke arah Zahra dan meminta bantuannya dengan muka memelas.Tetapi Andre memberi kode kepada Zahra agar tak membantunya.
"Maaf ya Salsa,tapi kan tadi udah ditetapkan sama Dafi.Gue nggak bisa buat apa- apa buat kalian.Tapi kalau jodoh gimanapun jauhnya pasti akan tetap bersama.
"Yesss..."Andre merasa senang karena Zahra membantunya.
"Ya udah gue aja yang langsung ngomong ke dafi siapa tahu dia bakal setuju."
"Keras kepala banget sih ini orang."
Salsabila keluar dari ruangan meninggalkan Zahra serta Andre. Karena Tak ada hal yang harus dibicarakan kan, mereka saling berpamitan dan pulang.Zahra dan Andre sama-sama bawa mobil jadi mereka lebih memilih untuk pulang sendiri-sendiri.Lagian arah rumah mereka juga berlawanan. Mereka saling melajukan mobil ke tujuannya masing-masing.Zahra sendiri segera kembali ke rumah lantaran perutnya sangat lapar karena dia langsung ke kamp setelah pulang advokat dan tidak sempat makan siang.
Tanpa melepas seragam nya Zahra langsung menuju ruang makan lantaran perut nya sudah berbunyi beberapa kali.Melihat Zahra yang makan dengan lahap,ibunya mendekati.
"Pelan-pelan!."Zahra mendongak sebentar dan kemudian melanjutkan kegiatan makan nya.
"Kamu keliatan lapar banget,emang kamu belum makan di luar?."
"Belum buk, Zahra gak ada waktu."
"Gak ada waktu gimana? bukannya kamu selesai advokat jam 3 ini udah jam 5,emang kamu dari mana?."
"Tadi ada rapat komunitas Bu,saking buru-buru nya Zahra jadi lupa makan."
"Kami harus perhatiin kondisi sendiri dulu baru memperhatikan orang lain,itu baru namanya bijak!.Bukannya kamu mau bantu orang tapi kamu malah gak ada waktu buat makan!.Lain kali kamu gak boleh seperti ini lagi,kalau gak kamu gak usah ikut organisasi lagi."
"Iya Bu,Zahra janji gak bakalan seperti ini lagi."
"Ibu pegang janji kamu,awas kamu bohong!."
Zahra tidak menghiraukan ibunya.Dia bergegas ke dapur membawa piring kotor dan membersihkan nya.Setelah selesai mencuci piring Zahra baru sadar bahwa dia masih memakai seragam nya.Dia tertawa melihat tingkah nya yang begitu kelaparan sampai melupakan segalanya.
__ADS_1