Zahra'S Ark Of Love

Zahra'S Ark Of Love
46.Persiapan


__ADS_3

"Hai Za."


"Oh hai."


"Kamu gak papa kan kalau aku datang gak ngabarin kamu?."


"Gak papa kok,masuk yuk!."


"Kamu duduk bentar aku buatin minum."


"Eh gak usah Za,hari ini gue mau mulai belajar make up sama Lo."


"Aduh maaf banget ya Sal,hari ini gue ada janji sama Karina.."


"Oh ya udah deh gak papa."


"Sorry banget ya,by the way Lo udah siapin peralatan ngecamp?."


"Gue kayak nya gak ikutan Za!."


"Kenapa? Apa karena Andre lagi?."


"Gue malas aja,gak ada hubungannya sama Andre."


"Sal Lo denger ya, sekarang Lo udah berubah jadi lo harus percaya diri.Sekarang itu waktu yang tepat buat tunjukkin perubahan Lo sama Andre!."


"Gue masih gak percaya diri Za,gue takut yang lain ngeledekin gue."


"Cara ngomong Lo aja udah berubah,gue yakin Lo pasti bisa kok dan gak bakal ada lagi yang ngeledekin Lo apa lagi nge-bully."


"Itu Lo yang ngomong bukan mereka yang mencari kesenangan di atas penderitaan orang lain!."


"Lo gak mau balas mereka?."


"Buat apa Za,itu hanya akan menambah musuh!."


"Lo ada bener nya juga,apasih gue ngajarin lo yang gak bener."


"Gue tau kok Lo gak suka sama pembullyan,tapi gak harus kita balas dendam sama mereka yang berarti kita sama dengan mereka."


"Pemikiran Lo dewasa banget,gue salut sama lo!.Tapi Lo ikutan dong,kan ada gue sama anak cewe yang lain.Lagian di komunitas gak ada yang nge-bully Lo.Ayolah!!."


"Kayak nya gak keburu deh, soalnya besok udah berangkat dan gue belum nyiapin apapun."


"Ya kita sama, makanya gue sama Karina mau keluar bnyari perlengkapan dan kalau Lo mau ikut bareng kita juga boleh."


"Gak deh Zaaa gue gak enak sama Karina ntar canggung lagi."


"Ihh itu Lo belum tahu sifat Karina yang sebenarnya itu gimana!.Udah ikut aja lagian kan ada gue."


"Tapi masa gue keluar begini!."


"Tenang..... Lo ikut gue ke kamar!."


"Mau ngapain?."


"Ngapain lagi kalau nggak nunjukin kehebatan gue!.Ya udah ayo buruan."


Zahra menarik tangan Salsa ke kamarnya dan mulai memberikan makeup tipis di wajah Salsa.


"Selesai..Tadaaaaa..."


"Natural banget,gak keliatan kalau gue make-up an.Ternyata gue cakep banget."


"Karya siapa dulu!!."


"Makasih ya Za udah peduli sama gue,selama ini gue gak punya temen dan begitu dapat langsung yang perhatian kayak Lo."


"Gue juga gak punya banyak temen, cuma beberapa aja.Ya udah yuk,ntar Karina kelamaan nunggu nya."


"Lo beneran gak papa kalau gue ikut?."


"Ya nggak la,kan sekarang Lo temen gue juga!."


"Makasi Za."


"Makasi mulu,bosen gue denger nya!."

__ADS_1


"Hahahaha...Ayo berangkat sekarang!."


"Gue ambil mobil dulu."


"Oke Za,."


"Yuk naik!."


"Tadi Lo kesini bareng siapa?."


"Aku minta anterin sopir."


"Oh gitu."


"Sekarang kita mau kemana Za?."


"Oh iya gue hampir lupa.Karina udah kirim lokasi nya belum ya?."


"Cek dulu!."


"Oh udah kok,kita langsung kesana."


Kita udah gerak ke rumah Lo...


Setelah mengirim pesan Zahra fokus menyetir ke alamat yang dikirim Karina.


Karina yang menerima pesan Zahra segera bersiap-siap.


"Eh tunggu,kita? emang Zahra sama siapa?.


"Ah bodoamat lah,ntar juga tahu sendiri."


Tingtong.....


Bunyi bel memaksa Karina membuka pintu.


"Buruan!.."


"Bentar-bentar gue ambil ponsel gue dulu."


"Ya udah yuk."


"Sekarang kita mau kemana?."


"Toko peralatan mendaki yang ada di dekat bioskop."


"Oh itu gue tau."


"Dia siapa Za?."


"Kamu gak kenal?."


"Nggak."


"Tapi dia kenal kamu Lo!."


"Masa sih?."


"Iya Karina!."


"Lo tau nama gue."


"Tau dong!."


"Ah paling juga Lo tau dari Zahra!."


"Lo beneran gak kenal sama gue?."


"Ya kali Lo gak kenal Rin!."


"Emang gue rasa Lo mirip seseorang,tapi gak mungkin la!."


"Emang Lo liat mirip siapa."


"Rada-rada mirip Salsabila sih,tapi gak mungkin kan?."


"Kenapa gak mungkin?."

__ADS_1


"Maksud Lo apa Za?."


"Ya udah kalian kenalan aja."


"Gue Karina."


"Salsabila!."


"Kebetulan banget namanya sama."


"Apanya yang kebetulan?."


"Gue gak ngerti, kalian terus terang aja."


"Apa nya yang gak ngerti,dia emang Salsabila anggota komunitas!."


"Lo serius?."


"Iya Karina ini gue!."


"Kacamata lo mana dan rambut Lo kok nggak di dandan?."


"Gue cuma mau berubah aja biar orang lain gak sepele sama gue!."


"Cara Lo ngomong juga berubah!."


"Siapa dulu yang bantuin?."


"Tapi kenapa Lo tiba-tiba mau berubah? Apa karena kata-kata Andre waktu itu?."


"Lo tau dari mana?."


"Andre yang cerita, sebenarnya dia gak sengaja dan merasa bersalah banget sama Lo.Dia juga niat buat minta maaf sama Lo!."


"Gue gak pernah salahin dia, justru karena kata-katanya gue jadi dapat dorongan buat berubah."


"Walaupun Lo gak ngerasa kalau Andre salah,tapi dia harus tetap minta maaf sama Lo.Karena walaupun dia gak sengaja tapi itu udah terlalu kasar menurut gue."


"Makasih ya Za udah bantuin dan support gue "


"Sekarang Lo udah jadi temen gue,mau gak mau gue harus selalu dukung Lo."


"Terus peran gue disini apa?."


"Sama.....Lo juga temen gue."


"Baru kali ini gue punya temen cewe.Hahahaha...!."


Mereka saling menceritakan kisah masing-masing sambil tertawa.Dan akhirnya mereka tiba di toko yang dimaksud Karina. Mereka masuk ke dalam dan mencari perlengkapan untuk camping sesuai arahan Karina.Tak perlu waktu lama untuk mengumpulkan semuanya dan itu berkat arahan Karina.Seluruh peralatan yang dibutuhkan sudah dibeli.Mereka mengecek kembali perlengkapan mereka jangan sampai ada yang terlupakan.


"Terus apa lagi Rin?."


"Kalian punya sendal gunung?."


"Emang sepatu gak bisa ya?."


"Bisa aja sih,tapi tapak sepatunya harus bergerigi agar tidak licin."


"Gue punya sih,tapi gak tau yang dimaksud Karina yang seperti itu!."


"Nanti waktu pulang kamu fotoin dan kirim ke WhatsApp aku."


"Oke sipp."


"Tapi gue gak ada,kita beli ya!."


"Terserah Lo deh!."


"Kita kemana?."


"Ke toko sepatu Zahra,ya kali ke toko kue."


"Lo bantu gue pilih ya?."


"Tenang aja gue bakal cariin yang bisa buat Lo nyaman."


"Nyari sendal aja kayak nyari pacar."

__ADS_1


"Hahahaha..."Mereka tertawa bersama.


Setelah selesai berbelanja mereka makan di sebuah restoran.Zahra merasa Karina dan Salsa sudah menemani nya berbelanja dia memutuskan untuk mentraktir keduanya sebagai ucapan terima kasih.Mereka terus mengobrol dan bercanda bersama sambil tertawa.Pembicaraan mereka tak ada habisnya bahkan hanya untuk membahas sesuatu yang tidak penting.


__ADS_2