
Aryan sudah sadar dan perlahan membuka matanya.
"Zahra mana?."
"Zahra udah pulang sayang."
"Dia baik-baik aja kan ma?."
"Dia gak kenapa-napa kok."
"Kakak tu ya,begitu sadar langsung nanyain perempuan gatel itu.Gak cukup kakak sampai mengorbankan nyawa kakak dua kali demi dia.Diluar sana banyak perempuan yang ngejar ngejar kakak.Apa menarik nya sih tu orang.Cuma modal tampang sama gatel doang!."
"Dinda jaga ucapan kamu!!. Aryan baru sadar kamu udah ngomong hal yang nggak-nggak."
"Yang aku omongin bener kok ma, kalau bukan karena dia kak Aryan juga gak bakal kecelakaan."
"Cukup Dinda,kamu keluar dulu ada yang mau mama omongin berdua sama Aryan!."
"Tapi ma..."
"Keluar!."
"Ihhh..."Dinda keluar dengan wajah kesalnya.
"Mama jangan terlalu kasar sama Dinda,dia begitu juga karena khawatir sama aku."
"Mama gak bisa biarin dia ngomong hal yang nggak-nggak tentang Zahra."
"Iya Aryan tau, Dinda begitu karena belum kenal Zahra.Nanti Aryan sering-sering bawa dia ketemu Zahra, dia pasti tau bagaimana Zahra sebenarnya."
"Kamu udah mutusin untuk selalu bertemu sama Zahra?."
"Kenapa tiba-tiba mama bertanya soal ini?."
"Sebenarnya tadi siang waktu Zahra bawa kamu ke rumah sakit,dia sempat ketemu Dinda di luar.Dan saking emosi nya Dinda sampai ngungkapin kamu pernah sakit parah karena Zahra.Zahra penasaran dan bertanya sama Tante Ratih.Untungnya Tante Ratih bisa mengalihkan pembicaraan dengan Zahra."
"Terus gimana tanggapan Zahra?.".
"Tante Ratih bilang dia hanya curiga dengan kata-kata Dinda.Kenapa kamu gak ceritain aja semua nya sama Zahra?."
"Aku gak mau buat Zahra kepikiran ma dan akhirnya dia merasa punya hutang budi sama aku."
"Terus kenapa kamu gak jujur sama Zahra kalau kamu suka sama dia?."
"Aku mau tau dia punya perasaan yang sama dengan aku atau nggak.Aku gak mau kalau nanti hanya aku yang punya perasaan dengan dia."
"Aryannn... mama tau apa yang kamu fikirkan,tapi kalau kamu gak ngomong sama Zahra sekarang apa Zahra gak makin curiga sama kamu.Saran mama lebih baik kamu ceritain semuanya sebelum Zahra tau sendiri.Toh kamu juga ada disamping Zahra dia gak bakal mikir hal yang aneh-aneh."
"Lagi pula kamu kan gak ngelakuin hal yang salah dengan menolong Zahra.Kamu gak perlu khawatir apa yang akan terjadi kedepannya."
"Aku bakal coba ma."
"Kamu ingat satu lagi, Zahra udah dewasa dan dia punya banyak teman laki-laki bukan seperti dulu dia hanya punya kamu.Apa kamu gak mau Zahra tetap ada di samping kamu?."
"Aku memang suka sama Zahra ma,tapi aku gak mau dia suka sama aku karena terpaksa."
"Tapi mau sampai kapan kamu nunggu Zahra terus.Kalau kamu gak berusaha buat dapetin Zahra yang ada kamu keduluan sama yang lain.Apa kamu rela?."Aryan hanya diam memikirkan perkataan ibunya.
"Udah kamu makan dulu, setelah itu istirahat biar cepat pulih."Aryan mengangguk dan makan bubur yang di suapkan oleh ibunya.
"Ibu keluar dulu kamu istirahat ya."Risma keluar dan meminta Dinda untuk menemani Aryan.
"Lho Dinda mana?."
"Aku coba telpon dulu."
"Halo Din."
Iya ma kenapa??
"Kamu dimana?."
Dinda di luar ma jemput kak Irene.
"Irene ada disini?."
Iya ma katanya mau jengukin kak Aryan juga..
__ADS_1
"Ya udah kalian buruan kesini jagain Aryan, mama ada urusan sebentar."
Iya ma kita langsung kesana.
.
.
.
"Mama duluan ya,maaf ya Irene tante gak bisa temenin kamu."
"Gak papa kok tan,kan ada Dinda."
"Tante tinggal ya sayang."
"Iya hati hati ya tan!."
"Yuk kak masuk,kak Aryan pasti gak nyangka kalau kamu ada disini."
"Kak Aryan kamu liat siapa yang jengukin kamu."
"Irene,kamu kok tiba-tiba ada disini?."
"Begitu tau kakak kecelakaan kak Irene langsung nyusul kesini setiba di bandara."
"Kamu gak istirahat dulu?."
"Ya nggak la kak, check in aja gak sempat saking khawatir nya sama kakak."
"Dinda.."ucap Irene perlahan sambil mencubit tangan Dinda.
"Apasih kak?."
"Kamu gak usah dengerin Dinda,aku juga kebetulan ada keperluan disini.Jadi sekalian nengokin kamu."
"Makasi ya udah repot jauh-jauh kesini."
"Gak papa kok,tapi aku gak bawa apa-apa nih.Sorry ya soalnya buru-buru."
"Gak papa kok,kamu udah jengukin aku aja udah seneng banget."
"Gimana kabar om Hendra?."
"Papa aku baik-baik aja kok."
"Kamu kok bisa ketabrak mobil?."
"Nggak papa kok,mungkin karena aku kurang hati-hati gak ngeliat kiri kanan dulu."
"Kamu kebiasaan!."
"Kok kamu bisa tau aku kecelakaan?."
"Dinda yang ngasi tau aku!."
"Emang dasar ni anak."
"Kamu udah makan?."
"Udah kok,kamu sendiri?."
"Mmm...udah kok."jawab Irene berbohong
Kkrrrruuukkkk....
Suara perut Irene membuat Aryan tertawa lepas.Pipi Irene memerah dan panas karena malu.
"Kamu kalau laper gak usah di tutupin."
"Hehehe.."
"Aku temenin kamu makan.Kalau gak salah di depan rumah sakit ada warung.Kamu makan disana."
"Tapi kamu kan masih sakit,jangan terlalu banyak gerak."
"Ya kamu dorong aku pakai kursi roda dong.Itung itung aku sekalian berjemur,bosen dikamar terus."
__ADS_1
"Oh gitu.."
Irene membantu Aryan duduk di kursi roda.Mereka keluar menuju warung yang ada di depan rumah sakit.
"Ayo pesan!."
"Kamu yakin nungguin aku makan,aku gak papa kok makan sendiri!."
"Aku kan udah disini,udah buruan pesan."
"Oke,buk lontong nya seporsi ya."
"Sebentar ya neng."
"Kamu lama disini?."
"Iya Yan,aku ada beberapa tempat yang mau di kunjungi untuk keperluan skripsi."
"Berapa lama?."
"Sekitar satu bulan."
"Kamu sendiri?."
"Iya, temen-temen aku milih tempat yang lain."
"Emang kamu bisa sendiri?."
"Aku minta tolong Dinda buat temenin."
"Kalau Dinda kuliah?."
"Aku gak mikir kesitu."
"Ini neng pesanannya."
"Makasi ya buk."
"Aku yang bakal temenin kamu."
Hukk.... hukk....
"Pelan-pelan."
"Kamu yakin mau temenin aku?.Kamu kan sibuk."
"Gak kok, akhir-akhir ini aku banyak waktu luang."
"Makasi kalau gitu."
"Lokasi tujuan kamu kemana aja?."
"Aku punya tiga lokasi yang mau di tuju."
"Jauh?."
"Pemukiman warga sekitar kali Ciliwung,terus ke Cipanas sama desa Megamendung."
"Kamu buat konsep apa sih?."
"Perbandingan kehidupan masyarakat,makanya aku pilih kampung kumuh di tepi kali Ciliwung,desa terbersih di Bandung dan desa paling indah di Bogor."
"Artinya kamu bisa berkunjung selama seminggu penuh untuk satu desa karena kamu kan punya waktu satu bulan."
"Gak juga sih,aku mau secepatnya nyelesaiin penelitian aku dan sisa harinya aku mau liburan."
"Liburan mulu difikirin bukannya lulus skripsi dulu baru santai."
"Kalau terlalu monoton ngurus skripsi bisa stres aku."
"Aku udah janji buat temenin kamu,jadi tinggal tunggu aku pulih baru berangkat."
"Kalau yang di Jakarta aku bisa sendiri kok,kamu istirahat aja dulu.Kemungkinan kalau ke Bogor dan Bandung aku baru minta temenin kamu."
"Oke."
"Ya udah yuk aku bawa kamu balik ke kamar."
__ADS_1
"Dorong aku ke taman.Aku mau berjemur dulu,bosen di kamar terus."
"Terserah kamu deh."