Zahra'S Ark Of Love

Zahra'S Ark Of Love
88


__ADS_3

"Kamu mau yang mana?."


"Aku mau rasa vanilla sama strawberry."


"Vanilla campur strawberry nya satu sama mangga ya mbak."


"Sebentar ya mas."


"Ini mas."


"Makasih ya mba."


"Nih Za."Yazdan menyodorkan es krim yang dia pesan kepada Zahra.


"Thanks."


"Setelah ini kamu mau langsung balik?."


"Iya ntar ibu khawatir karena aku keluar nya terlalu lama."


"Ya udah ntar aku anterin."


"Gak usah aku pulang sendiri aja."


"Naik taksi?."


"Iya."


"Kalau kamu gak ketemu taksi seperti kemaren,gimana dong."


"Emmm."


"Udah biar aku yang anterin."


"Aku nggak mau ngerepotin kamu?."


"Aku gak merasa di repotin kok.Aku anter ya."


"Terserah kamu deh."


Dengan langkah Zahra yang cepat,mau tidak mau Yazdan harus berlari lari kecil sambil sesekali menjahili Zahra.


Brakkkk...


Yazdan menabrak seseorang karena asik berjalan mundur dan bercanda dengan Zahra. Es krim jus terjatuh dan mengenai jas orang itu.


"Maaf ya mas!."Yazdan segera menyatukan tangan meminta maaf kepada orang yang tidak sengaja dia tabrak.


"Tidak masalah."Zahra segera mengambil tisu di kantong belanjaan untuk menyapu bekas es krim di jas Farhan.


"Eh ini mas yang waktu itu bantuin Zahra kan."


"Apa Zahra gak pernah ngasi tau tentang aku sama pacarnya.Melihat sifat mereka saat ini sepertinya Zahra bahagia dengan kekasih barunya."


"Ah iya aku hampir lupa, Yazdan kenalin ini teman aku Farhan. Farhan ini Yazdan."


"Aku Yazdan!."Dia mengulurkan tangan untuk berkenalan dengan Farhan.


"Cuma teman,Zahra gak ngomong kalau aku mantan pacarnya. Apa dia ingin menjaga hati kekasihnya."


"Farhan!!."seruan Zahra menyadarkan Farhan dari lamunannya.


"Ah iya kenapa Za?."


"Yazdan dari tadi ngulurin tangan. Kenapa kamu malah bengong."


"Eh sorry aku lagi banyak fikiran."


"Gak papa kok."


"Farhan."Farhan menjabat kembali tangan Yazdan.


"Kamu lagi mikirin apa?."


"Gak kok cuma masalah sepele aja."


"Kamu yakin kan kamu baik-baik aja."


"Emang nya aku bisa kenapa?."


"Di wajah kamu jelas terlihat kalau kamu punya banyak masalah."

__ADS_1


"Makasih bro perhatian nya.Tapi aku benar-benar tidak kenapa-napa."


"Kalau tidak ada yang lain yang ingin dibicarakan,kita duluan ya soalnya sedang terburu-buru."


"Iya."Sebelum Yazdan melangkah Farhan mendekat dan berbisik.


"Pacar kamu jaga baik-baik.Jangan sampai lepas dari genggaman"


"Pasti! Aku tahu bagaimana cara mengajarkan ketua panti ini."


Zahra melihat sejenak ke arah mereka dengan mimik wajah penasaran. Kemudian meninggalkan Farhan dan mengikuti langkah Yazdan.


"Ternyata benar Zahra sudah bisa melupakan aku dan dia juga sudah menemukan orang yang tepat disisi nya.Aku hanya bisa mendoakan agar dia tetap bahagia."


"Yazdan."


"Apa?."


"Tadi Farhan bisikin apa sama kamu?."


"Kamu peduli?."


"Sudahlah kalau kamu gak mau beri tahu aku."


"Zahra.."


"Iya."


"Kamu bilang kalau Farhan teman kamu,tapi kenapa selama ini kamu tidak pernah menyebut kan nya sekalipun.Dan dari raut wajah nya tadi, seperti nya kalian lumayan dekat."


"Dia cuma teman aku kok sama kayak kamu.Masalah aku tidak pernah mengungkit nya itu karena kami tidak terlalu dekat."


"Sampai sekarang pun Zahra tetap menganggap aku hanya sekedar teman.Tapi aku akan terus berusaha agar suatu hari dia bisa melihat ketulusan ku."


"Tapi sepertinya dia tidak berfikiran seperti itu "


"Kamu lagi mengorek informasi apa sih."


"Aku cuma mau tanya, kalau gak mau jawab ya sudah."


"Kamu jadi nganterin aku nggak?."


"Ya udah buruan jangan banyak tanya."


"Siap Bu bos,tunggu disini sebentar saya akan ambil mobil dulu di parkiran."


Yazdan berlari pelan ke parkiran dan membawa mobil untuk mengantar Zahra pulang.


"Silahkan bos!."Yazdan membuka kan pintu mobil untuk Zahra.


Zahra hanya tertawa melihat tingkah lucu Yazdan yang tiada habisnya.


"Za..."tiba-tiba Yazdan mendekati Zahra.Jantung Zahra berdetak kencang.Refleks dia langsung memundurkan kepala nya.


"Apa."tanya Zahra kaget.


"Seat belt nya belum di pasang."


"Cuma mau minta aku pakai sabuk pengaman aja ekspresi nya serius amat. Kirain ada apa, bikin kaget aja."


"Masa gitu doang kamu kaget sih."


"Ya kamu tiba-tiba mendekat begitu siapa yang gak kaget coba."


"Kenapa bisa kaget? Emang kamu fikir aku mau ngelakuin apa?."


"Gak ada."


"Kamu yakin ucapan kamu bukan kebohongan."


"Kalau kamu gak percaya gak usah di tanya."


"Eh eh Malah ngambek lagi."


"Siapa juga yang ngambek?."


"Kamu."


"Dengar ya,kamu jangan berfikir kalau aku bisa nya cuma ngambek doang."


"Tapi aku kan tidak ada maksud seperti itu."

__ADS_1


"Udah jalan kamu nyetir yang bener jangan kebanyakan ngobrol."


"Baru juga mood nya baik,selang beberapa menit udah berubah aja.Dasar cewe...."


"Gak usah ngeluh jalan aja.


Yazdan melajukan mobilnya meninggalkan mall tersebut.Tanpa mereka sadari Farhan terus menatap mereka dari awal sampai mereka pergi.


"Zahra aku hanya berharap kamu dapat bahagia sepenuhnya."


Yazdan kembali ke dalam mall dan segera menemui investor yang akan berinvestasi di perusahaan nya.


"Za,kamu kenapa diam aja.Kalau ada yang tidak menyenangkan,kamu bisa menceritakan nya padaku. Aku siap mendengarkan nya.


"Aku hanya sedikit lelah."


"Kamu tidur dulu, Setiba nya dirumah aku akan langsung membangun kan kamu.


"Emang boleh."


"Asal kamu nggak ileran seperti waktu itu."


"Yazdan kamu kenapa ngungkit masalah itu terus,lagian kan aku gak ada ngiler."


"Kamu gak sadar karena kamu tidur."


"Yazdan .."Zahra memukul bahu Yazdan karena kesal di ledek olehnya.


"AW sakit ."


"Biarin,biar kamu tahu rasa."


Baru sekitar beberapa menit Zahra menutup matanya Yazdan sudah menepi kan mobilnya.


"Kenapa berhenti?."


"Coba kamu tebak?."


"Ngomong langsung aja kenapa sih,malas banget kalau mesti menebak hal yang sepele."


"Jadi orang kok malas sih."


"Biarin, kalau kamu gak mau kasih tahu aku ya udah."


"Keras kepala."


"Namanya juga kepala ya keras dong."


Yazdan menyentil kepala Zahra gemas dengan kelakuan wanita yang satu ini.


"Kamu apaan sakit tahu.Buruan jalan."


"Jalan kemana?."


"Ya pulang ke rumah aku!. Emang mau kemana lagi."


"Terus kita ini dimana?."


Zahra melihat keluar jendela, ternyata dari tadi dia sudah berada di depan rumah nya.Seketika wajah Zahra memerah.Dia tak sanggup melihat ke arah Yazdan saking malunya.


"Kenapa bengong? baru sadar."


"Kamu ngerjain aku lagi ya?."ucap Zahra kesal.


"Siapa juga yang ngerjain kamu,orang kamu nya aja dari tadi yang sibuk ngerocos."


Zahra melototi Yazdan seperti ingin mengajak bermusuhan.


"Kenapa mata nya sudah seperti mau keluar?."


"Kamu tuh ya..."


"Udah mau ngapain lagi, buruan turun atau kamu mau lama lama bareng aku."


"Ihh naj*s.."Zahra segera turun dari mobil dan masuk ke rumah tanpa mengucap kan sepatah kata pun terhadap Yazdan.


"Dasar gak tahu terimakasih."teriak Yazdan.


"Biarin.."Zahra balas teriak sebelum masuk ke rumahnya.


Senyum mengembang di wajah Yazdan mengingat tingkah Zahra yang selalu menjadi hal yang paling dia rindukan setiap harinya.

__ADS_1


__ADS_2