Zahra'S Ark Of Love

Zahra'S Ark Of Love
53.Curiga


__ADS_3

"Ada apa buk?."


"Ini Za, bantuin ibu masukin benang!."


"Yah ibu,dikirain apaan!.Sini biar Zahra yang bantu masukin."


"Kamu udah baikan?."


"Udah kok."


"Lain kali kamu jangan ngelakuin hal yang berbahaya seperti itu.Kalau mau pergi jalan-jalan cari tempat yang aman jangan sampai kejadian lagi hal yang seperti ini."


"Iya buk Zahra inget kok.Ibu aja yang terlalu khawatir."


"Gimana ibu gak khawatir kamu sampai jatuh ke jurang begitu.Kalau Yazdan gak bantuin kamu apa jadinya?."


"Iya ya buk aku masih mikir,kok Yazdan masih mau bantuin aku walaupun membahayakan dirinya sendiri."


"Mungkin rasa persahabatan dia yang tinggi."


"Mungkin juga sih Bu."


"Yazdan apa kabarnya?."


"Nih buk jarumnya."


"Makasi."


"Yazdan baik-baik aja kok buk."


"Masa iya baik-baik aja Za,kamu udah liat sendiri?."


"Yazdan sendiri yang ngomong!."


"Ibu gak percaya Za, mungkin dia lagi berbohong sama kamu?."


"Kenapa ibu mikirnya gitu?."


"Kalian sama-sama ada di jurang,dan kalian keluar itu cara nya di tarik.Kamu coba fikirkan kembali kejadian waktu itu."


Zahra mengingat semua kejadian saat dia jatuh ke jurang hingga Yazdan membantu nya.


"Ibu bener,seingat aku di tepi jurang itu banyak akar pohon nya deh."


"Pasti dia sengaja sembunyiin dari kamu!."


"Kenapa dia harus sembunyiin dari Zahra buk?."


"Mungkin dia punya alasannya tersendiri."


"Kalau semua yang ibu omongin bener,Zahra harus ke rumah Yazdan nih buat mastiin."


"Gimana kamu bisa tahu,siapa tau luka nya di bagian dada atau perut Yazdan!."


"Ibu bener juga, walaupun aku kerumah dia pasti gak bakal nemuin apa-apa."


"Kalau masalah mikirin hal ini ibu gak bisa ngasi saran."


"Gak papa buk,ntar Zahra fikirin sendiri."


"Ya udah buk Zahra balik kamar dulu."


Zahra kembali kekamar nya dan mulai memikirkan bagaimana cara mengetahui kalau Yazdan luka atau tidak.

__ADS_1


Setelah beberapa kali mondar-mandir akhirnya memikirkan sebuah cara.Zahra mengambil ponsel nya dan menelpon seseorang.


"Halo.."


Iya Za ada apa?.


"Lo sibuk gak Dan?."


Nggak, emangnya kenapa?.


"Gue mau ngajak Lo makan bareng."


Gak biasanya Lo begini?.


"Gue cuma mau ngucapin makasi sama Lo,karena udah bantuin gue."


Udah kepikiran Lo cara balas Budi yang baik dan benar!.


"Lo jangan ngeledekin gue mulu,niat gue tulus tau nggak."


Rencana Lo mau traktir gue makan dimana?.


"Lo mau dimana?."


Yakin gue yang tentuin?.


"Terserah Lo aja."


Okey ntar gue send alamat nya.Dan satu lagi gue mau nya dinner.


"It's no problem."


Oke gue tunggu janji Lo


Zahra memutuskan panggilan dan menghempaskan tubuh nya ke kasur.


"Gagal rencana gue!."


"Aduh gimana caranya ya,kok gue gak kepikiran ide apapun."


"Oh iya Dafi,tadikan dia ke rumah Yazdan gak mungkin dia gak tau keadaan Yazdan."


"Tapi kalau Yazdan kenapa-napa pasti dia kasi tau gue dong,kecuali Yazdan gak ijinin dia buat ngasi tau siapapun."


"Kalau begini caranya percuma aja gue telpon Dafi,pasti dia gak mau ngomong."


"Ah pusing gue,gimana lagi caranya ya?."


"Telpon Karina deh minta saran!."


Tuttttttt....tuuuttttt......


Iya halo Za ada apa.


"Gue mau minta buah pemikiran Lo dong "


Masalah apa sampai Lo minta gue buat bantu mikir.


"Lo tau kan waktu gue jatuh ke jurang,kan Yazdan yang bantuin."


"Terusss....."


"Nah di jurang itu banyak banget akar pohon,kan kita ditarik ke atas pakek tali nih."

__ADS_1


Iyaaa..jadi.


"Lo yakin Yazdan gak kenapa-napa?."


Maksud Lo?.


"Kan gak mungkin Yazdan gak luka sedikit pun."


Iya juga sih Za,paling nggak pasti tubuh bagian depan nya penuh luka!.


"Nah itu dia Rin,Yazdan selalu ngomong kalau dia gak kenapa-napa."


Ya udah Lo buktiin aja sendiri!.


"Disini permasalahan nya,gue gak tau cara nya biar bisa ngeliat luka di tubuhnya.Kan gak mungkin gue buka baju nya secara paksa."


Lo mau ngecek luka atau mau ngapa-ngapain Yazdan.


..."Apasih yang ada di fikiran Lo?.Ngaco Lo."...


Itu kan prediksi gue doang!.


"Gue nelpon Lo itu buat minta Lo bantuin gue mikir,bukannya ngeledekin gue."


Tapi gue juga belum kefikiran,atau kalau nggak Lo ajak Yazdan berenang ke kolam,nah tu kan pasti dia gak pakai baju.


"Ih masa gue ngajak Yazdan ke kolam sih,lagian pasti dia gak bakal mau!."


Aduh gue juga gak tau nih Za,gimana caranya agar dia buka baju ya.Manusia itu membuka bajunya saat mau mandi dan berhubungan badan.


"Apasih yang Lo fikirin dari tadi,gak ada pendapat yang bener."


Gue cuma kepikiran itu doang.


"Kenapa gue harus nanya Lo sih tadi?."


Kalau itu gue gak tau,karena Lo sendiri yang mau nelpon gue.


"Lo bukan ngasi solusi malah ngeselin gue."


Gue gak terbiasa sama masalah percintaan kalian.


"Percintaan apaan,makin ngawur udah makan belum Lo."


Gue udah bisa tebak,bentar lagi pasti Lo dan Yazdan bakal pacaran.


"Aneh Lo ya!.Udah deh gue tutup aja,percuma ngomong sama Lo tetap aja solusi nya gak ketemu."


Kan gue gak minta Lo buat nelpon gue..


"Berisik Lo." Zahra memutuskan panggilan.Dia terlihat putus asa sepertinya tak ada hal yang bisa dia lakukan untuk bisa tahu kalau Yazdan terluka atau tidak.


"Gue pasrah aja deh siapa tahu Yazdan kesambet dan mau cerita sendiri sama gue."


"Tapi tadi kenapa Yazdan ajak gue dinner gue langsung terima aja.Gue rasa dinner dengan lawan jenis sama aja seperti kencan."


"Gak tau kapan gue dekat sama Yazdan, padahal baru kemarin kita saling bertengkar."


"Gue harus mutusin mulai dari sekarang,gue gak boleh cepat emosi sama Yazdan.Gue harus bisa tahan emosi gue,karena bagaimanapun Yazdan udah nyelamatin nyawa gue dua kali."


Zahra tidak pernah sadar bahwa akhir-akhir ini dia selalu memikirkan Yazdan.Tak bisa di pungkiri,hatinya pasti telah tersentuh karena perlakuan yang di berikan Yazdan beberapa hari lalu.Tetapi tetap saja dia tidak menerima kenyataan bahwa dia telah memiliki sedikit perasaan terhadap Yazdan.Dia terus berfikir bahwa semua perasaan yang dia rasakan saat ini hanya sebatas rasa yang timbul karena hutang budi nya terhadap Yazdan.


Entah apa yang akan terjadi, akankah Zahra membuka hatinya kembali untuk Yazdan atau menyudahi semuanya agar tak ada lagi luka yang dia rasakan karena perasaan nya yang mendalam seperti saat dia bersama Farhan waktu dulu.

__ADS_1


__ADS_2