
"Za,kamu gak ada kegiatan kan?."
"Nggak Bu, Emang kenapa?."
"Kamu beli persediaan gih,kulkas udah kosong!."
"Emang harus aku ya?."
"Emang di rumah ini ada yang lain selain kamu!."
"Ya udah deh,mana daftar belanjaan nya?."
"Bentar ibu ambil.."
"Nih,jangan ada yang ketinggalan!."
"Kapan ibu nulis nya?."
"Udah dari tadi,tinggal nyuruh kamu aja."
"Uang nya mana?."
"Kalau lebih balikin!."ucap ibu Zahra sambil menyodorkan beberapa lembar uang untuk belanja.
"Ya kalau aku gak khilaf."
"Dasar kamu ya!!."
"Daa ibuk, Zahra berangkat dulu."Zahra pergi meninggalkan ibunya tanpa menghiraukan perkataan nya.
Di dalam mall Zahra sibuk mondar mandir mencari semua barang yang ada di daftar belanjaan itu.Walaupun dia kesulitan mencari beberapa jenis barang yang ada di daftar, tetapi dia tetap berusaha mencari.Kalau dia tetap tidak menemukan,baru dia bertanya kepada penjaga toko.
"Udah selesai,tapi banyak banget gimana bawanya."
"Gue ada ide."Zahra memasukkan kembali belanjaan nya ke dalam troli dan membawanya keluar.
"Maaf mba, troli nya gak bisa dibawa keluar!."
"Saya cuma minjem mba,gak kuat ngangkat semua barang sendirian."
"Tapi ini sudah peraturan dari pemilik toko mba."
"Masa sebentar aja gak boleh mba,saya janji bakal balikin."
"Maas ya mba,tetap tidak bisa ini sudah peraturan!."
"Gini aja deh mba,saya tinggal KTP saya sebagai jaminan gimana?."
"Tetap gak bisa mba!."
"Saya minta tolong banget mba,ayolah masa mba gak kasian liat saya bawa semua barang ini.Mana saya sendirian lagi."
"Ya sudah mba,tapi mba harus janji akan kembalikan lagi kesini.Kalau tidak saya akan laporkan mba ke pihak berwajib."
"Iya mba,gak perlu bawa-bawa pihak berwajib segala.Sebentar lagi juga saya kembali."
"Saya bawa dulu ya mba,titip KTP saya jangan sampai hilang!."
"Baik mba!."
Zahra membawa troli keluar mall dan segera memindahkan semua barang nya ke bagasi mobil.Dia bergegas mengantarkan troli dan mengambil kembali KTP nya.
"Makasi ya mba udah jagain KTP saya."
"Sama-sama mba semoga senang berbelanja di toko kami."
Zahra melangkah ke luar mall dan akan memasuki mobil.Tetapi langkah nya di hentikan oleh sesosok pria yang seperti nya dia kenal.
Yazdan bukan ya?
__ADS_1
tapi ngapain dia disini?
Atau gue salah lihat.
samperin aja deh.
Tatapan Zahra hanya tertuju pada pria yang dia kira Yazdan.Sampai dia tidak menyadari ada sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi dan akan menabrak nya.
Aaaaaaa........
Brakkkkk....
Zahra seperti didorong oleh seseorang ke pinggir jalan.Perlahan dia membuka mata,dia masih hidup dan hanya luka lecet dia bagian tangan nya.
Siapa yang dorong gue..
uhh perih banget..
tapi gue gak kenapa-napa.
terus bunyi tabrakan tadi...
Zahra menengok ke belakang.Sudah banyak orang yang berkerumun di tengah jalan.Dia baru sadar orang itu mendorong nya dan akhirnya dia lah yang tertabrak mobil.
"Minggir minggir,gue mau liat."
"Wah kayak nya parah ni."
"Mana masih muda,takut nya gak bakal tertolong."
Zahra menerobos kerumunan dan mendengar banyak pendapat mereka yang mengatakan kalau pria itu terluka parah.Dia berusaha mendekat dan mulai membalik kan tubuh pria itu.Dia harus menyelamatkan pria itu karena kalau pria itu tidak ada pasti dia yang tertabrak.
"Aryannnnn....."Teriak Zahra ketika dia melihat wajah pria yang menyelamatkan nya.
"Pak tolong angkat ke mobil saya,dia temen saya.Saya akan bawa ke rumah sakit.Cepat pak!."perintah Zahra panik.
"Mobil nya dimana neng."
Sesampainya di rumah sakit Zahra memanggil beberapa perawat untuk segera membawa Aryan agar cepat mendapat penanganan.Zahra menunggu di pintu ruang ICU karena tak di izinkan masuk.Dia menangis sambil berdoa untuk keselamatan Aryan.
"Kak Ary kamu gak boleh kenapa-napa,kalau nggak aku gak bakal bisa maafin diri aku sendiri."Zahra terus berdoa sambil mondar-mandir didepan pintu ruang rawat Aryan.
"Dimana Aryan?."tanya ibu Aryan yang sangat terburu-buru setelah mendengar kabar Aryan.
"Kak Ary masih di dalam Tante,dalam proses penanganan."
"Apa yang sebenarnya terjadi,kenapa Aryan bisa di tabrak mobil dan apa pelakunya sudah di tangkap?."
"Maafin aku tante,kak Aryan begini karena nyelamatin aku."
"Kamu Zahra?."
"Iya Tante.."
"Sudahlah jangan menyalahkan diri sendiri,ini sudah takdir kita hanya bisa berdoa untuk keselamatan Aryan."
"Ma,kak Aryan gimana?."
"Masih di tangani sayang,kamu jangan khawatir kakak kamu pasti baik-baik aja."
kak Aryan..
kakak kamu..
jadi cewe yang aku liat bertengkar di mall dan makan dengan Aryan ternyata adiknya..
aku pikir dia pacar Aryan..
ternyata Aryan gak pernah menyembunyikan apapun dari aku..
__ADS_1
itu semua hanya perasaan cemburu ku saja karena dia memiliki orang lain untuk di perhatikan.
Padahal kalau dipikir kan sekarang,akulah yang seperti orang yang tidak tahu malu ingin mendapatkan semua perhatian nya seperti dulu..
"Dia siapa ma?."
"Ini Zahra,dia temen Aryan dulu kecil."
"Oh jadi ini perempuan yang gak bisa di lupain sama kak Aryan,keliatannya biasa aja."
"Hushh kamu kenapa ngomong gitu,dia tetap temen kakak kamu."
"Terus dia ngapain disini?."
"Dia yang bawa Aryan ke rumah sakit."ibu Aryan masih menutupi fakta bahwa Aryan kecelakaan karena menyelamatkan Zahra.Dia tahu betul bagaimana tempramen Dinda kalau sudah menyangkut tentang Aryan.
"Kenapa bisa dia yang bawa?."
"Lo kasi tau gue kenapa kak Aryan bisa kayak gini!."
"Dinda udah ah,ini rumah sakit jangan ribut nanti yang lain terganggu."
"Gue tanya Lo jangan diem aja!."
"Aku minta maaf, kak Ary begini gara-gara nyelamatin aku."
"Lo bener-bener pembawa sial ya,dulu karena Lo kak Aryan sakit parah dan sekarang Lo balik ke kehidupan kak Aryan dia jadi kayak gini.Apa Lo bisa gak usah muncul dihadapan kak Aryan lagi."
"Maksud kamu."
"Dinda mama bilang diam!."
"Tapi ma kak Aryan begini gara-gara dia.Kalau aja dia..."
"Cukup Dinda,kamu mau saat Aryan bangun dia bakal marah sama kamu."
"Zahra,maafin Dinda ya dia cuma emosi sesaat.Perkataannya jangan terlalu di fikirkan.Makasi udah bawa Aryan kesini."
"Keluarga pasien?."
"Saya ibunya dok,gimana keadaan anak saya?."
"Dia baik-baik saja hanya ada sedikit luka luar dan sedikit trauma.Sebentar lagi pasien akan sadar."
"Apa kita sudah boleh masuk dok?."
"Silahkan! tetapi jangan terlalu berisik!."
"Baik dok."
"Kamu mau kemana?."
"Aku aku mau liat keadaan Aryan."
"Gak usah disini ada aku dan mama kamu gak perlu ada disini lagi."
"Tapi...."
"Maaf ya Zahra,Dinda orang nya memang sidikit kasar.Tapi tante yakin dia gak ada maksud kok."
"Iya Tante,ucapan Dinda bener kok kalau bukan karena aku Aryan gak mungkin dalam kondisi kayak gini."
"Ayo masuk!."
"Gak usah tan,aku langsung balik aja."
"Kenapa?."
"Gak papa kok tan,takut ibu nanti nyariin aku.Zahra pamit ya tan."
__ADS_1
Ibu Aryan hanya mengangguk dan masuk ke dalam.Sementara Zahra melangkah ke luar rumah sakit tubuh nya sedikit bergetar dan airmata nya tak terbendung lagi.Dua tahu yang dikatakan Dinda itu sepenuhnya benar.Dia merasa sangat bersalah kepada Aryan karena dari dulu hingga sekarang dia masih tetap menjadi beban bagi Aryan seperti yang dikatakan Dinda.