Zahra'S Ark Of Love

Zahra'S Ark Of Love
62.Jepangnya Indonesia


__ADS_3

"Za,tugas nya udah selesai kan?."


"Udah emang kenapa?."


"Mau jalan bareng aku?."


"Kemana?."


"Tangkuban perahu kan itu ciri khas Bandung."


"Tapi kamu kan masih perlu temenin teman kamu!."


"Nggak kok,udah selesai.Dia cuma tinggal buat laporan aja,pasti gak bisa di ganggu.Makanya aku ajak kamu pergi jalan jalan.Sayangkan udah nyampe sini gak jalan jalan."


"Bener sih yang kamu omongin."


"Jadi besok kamu bisa?."


"Bisa bisa aja sih,tapi apa kita ke puncak nya?."


"Ya ke puncak dong Za,kalau nggak gimana cara kita ngeliat kawah nya.Kan view nya ada di atas sana."


"Tapi aku agak takut kalau harus naik gunung lagi."


"Takut? emang kamu kenapa bisa takut?."


"Aku pernah jatuh ke jurang."


"Kok bisa Za?. Kenapa kamu bisa jatuh?."


"Waktu itu kita ngecamp sama anak-anak komunitas di desa Megamendung,pas waktu mau ngambil foto kaki aku terpeleset dan jatuh deh."


"Terus kamu gak papa?."


"Seperti yang kamu lihat sekarang!."


"Syukurlah,tapi kamu jatuh ke jurang kok gak ada luka sedikit pun?."


"Aku gak jatuh ke dasarnya, beruntung waktu itu aku bisa pegangan di akar pohon yang timbul."


"Terus..."


"Dan Yazdan yang bantu aku buat naik ke atas."


"Yazdan!."Zahra hanya mengangguk.


"Yazdan siapa?."


"Oh aku lupa kamu gak kenal, Yazdan itu teman satu komunitas."


"Dia udah dua kali tolongin aku saat masa-masa paling sulit menurut aku."


Berarti selama aku gak ada Zahra udah punya orang lain yang bisa menjaga dan melindungi dia.


Apa masih mungkin untuk aku bisa lebih dekat dengan nya.


"Aryan kamu kok diam aja."


"Ah nggak kok,aku cuma berfikir kalau sampai teman kamu itu gak ada apa jadinya kamu."


"Iya aku beruntung banget Yazdan ada disana."


Coba aja waktu itu aku juga ada disana,pasti aku yang bakal bantuin dia.


Tapi aku juga seneng artinya banyak yang peduli sama Zahra.


"Kamu udah punya banyak teman?."


"Iya Yan,dan mulai saat ini aku gak bakal ngerepotin kamu lagi."


"Maksud kamu,kamu udah gak butuh aku lagi setelah kamu banyak teman baru."


"Bukan gitu Yan,aku hanya merasa selama ini sudah menyusahkan kamu terus terusan."


"Aku gak merasa kamu nyusahin kok,kan aku udah pernah bilang kalau aku malahan makin suka kalau kamu nyusahin aku."


"Kok gitu sih?."

__ADS_1


"Malahan aku merasa kalau satu hari kamu gak ngerepotin aku, kayak nya hidup aku kurang lengkap."


"Masa ada yang begitu."


"Ada.Buktinya aku!."


Zahra kehabisan kata-kata dan tak bisa menjawab lagi.Dia berpura-pura makan untuk mengakhiri pembicaraan mereka.


"Oh iya Aryan,waktu itu kamu pindah kenapa gak kasih tau aku?."


Hukk..hukkk...hukk...


"Pelan pelan Yan,minum dulu."


Aryan meneguk segelas air menghilangkan rasa tersedaknya.


"Udah gak papa?."


"Udah kok,tapi kenapa kamu tiba-tiba nanya hal itu?."


"Aku cuma penasaran aja, biasanya kamu kalau mau kemana-mana pasti ngomong sama aku.Dan Kenapa waktu itu kamu nggak ngomong bahkan enggak pamit?."


"Karena kita lagi terburu-buru aja perginya."


"Emang kamu kemana?."


"Ke Jerman."


"Jauh amat ngapain?."


"Gak ngapa-ngapain cuma pindah aja."


"Yakin begitu?."


"Terus kamu mikir nya apa?."


"Gak mikir apa-apa sih,bye the way kapan kamu punya adek perempuan."


"Siapa? Dinda?."


"Iya dong siapa lagi."


"Iya."


"Mau tau jawabannya?."Zahra mengangguk.


"Ya sejak Dinda lahir lah, Hahaha."


"Apasih!!!."


"Kamu emang gak pernah ketemu Dinda,karena dia sekolah di asrama.Waktu kita pindah ke Jerman baru nyokap aku jemput di asrama."


"Pantes,aku heran aja sejak kapan kamu punya adik.Tapi sekarang aku tau,tidak semua hal tentang kamu aku ketahui."


"Terkadang seseorang harus membatasi dirinya untuk mencari sesuatu agar tidak terluka."


"Aku tau kok."


"Buruan habisin makanannya,aku mau ngajak kamu ke suatu tempat."


"Kemana?."


"Jepang nya Indonesia!."


"Gak ngerti."


"Udah buruan makan,ntar pasti tau sendiri."


"Tempat nya bagus nggak?."


"Mirip Jepang."


"Penasaran aku."


"Ya udah buruan kalau penasaran."


Zahra menghabiskan makanan nya secepat nya karena tidak sabar ingin pergi ke lokasi yang di katakan Aryan.

__ADS_1


"Udah yuk!."


"Kamu kalau masalah jalan-jalan cepat banget geraknya."


"Siapa dulu dong Zahra."


Mereka keluar dari warteg dan menuju parkiran hotel mengambil mobil.Aryan melajukan mobilnya ke Lembang .Butuh waktu sekitar 45 menit untuk tiba di Kyoto nya Bandung.


Tetapi ketika sampai mata akan dimanjakan dengan reflika kota Kyoto di Jepang.Selain bisa menikmati keindahan wisata itu,para pengunjung juga bisa berselfie ala-ala Jepang dengan menyewa kimono.


Zahra sangat takjub dengan keindahan destinasi wisata itu.Dia mengabadikan beberapa foto di berbagai tempat bersama Aryan.Zahra tertarik untuk menyewa kimono agar menyempurnakan fotonya.Dia menyewa dua buah kimono yang akan dia pakai.Dan satunya lagi dia berikan kepada Aryan.


"Buat apa?."


"Ya kamu pakek lah."


"Ogah ah."


"Ayo dong Aryan,biar kita samaan."


"Kamu aja yang pakek!."


"Masa aku sendiri sih."


"Ya kan gak papa,kamu pakek terus aku fotoin."


"Aku mau berdua."


"Kamu aja!."


Karena lelah memaksa Aryan yang tidak mau menuruti keinginan nya,Zahra mengeluarkan juris terakhir nya.


"Ya udah gak usah pakek,kita pulang aja."


"Kok pulang,kamu gak jadi foto."


"Buat apa aku pakai ini kalau cuma sendirian.Harusnya kan kalau kamu gak niat temenin aku mending gak usah ajak aku kesini."ucap Zahra dengan raut wajah sedih yang di buat-buat.


Aryan yang tidak bisa melihat Zahra bersedih sukses tertipu dengan air mata buaya nya.


"Maafin aku ya udah kecewain kamu,ya udah aku pakek baju nya."


"Gak usah deh aku udah gak mood."


"Jangan gitu dong Za.Udah gini aja aku bakal turutin semua maunya kamu,gimana?."


"Bener?."


"Iya.."


"Janji?."


"Pasti..."


Zahra tersenyum licik, Aryan sudah masuk ke dalam perangkap nya.Tetapi Aryan sama sekali tidak menyadari tipuan licik Kepedulian nya dengan Zahra lah yang membuat nya menjadi bodoh di depan gadis itu.


"Kamu pakek ini dulu,kita ambil foto selfie."


Aryan mengikuti apapun permintaan Aryan tanpa menolak lagi.Dia mengenakan kimono dan ikut berfoto bersama Zahra.


"Maaf mba,boleh minta fotoin."ucap Zahra pada pengunjung yang lewat.


"Oh bisa mba,sini handphone nya."


Mereka berfoto layaknya sepasang kekasih.


"Bagus banget mba,kalian cocok deh."


Mendengar ucapan pengunjung itu Zahra menjadi malu karena dianggap sebagai sepasang kekasih dengan Aryan.


"Terima kasih mba."ucap Aryan.


Zahra menyembunyikan wajah memerah nya dengan berpura-pura memandangi semua foto nya dan Aryan.


"Udah kita mau ngapain lagi?."


"Keliling lagi ngambil foto yang banyak.Biar ada kenang-kenangan."

__ADS_1


"Terserah kamu aja deh."


Zahra terus mencari sport foto yang bagus dan Aryan hanya mengikuti nya dengan kimono yang masih melekat di tubuh nya.


__ADS_2