
"Kamu dari mana Za?. kok ibu telepon nomor kamu nggak aktif terus...."
"Ah maaf Bu, handphone Zahra mati."
"Emang Kamu dari mana?."
"Abis jalan-jalan Bu diajakin sama Dafi!."
"Terus Dafi nya mana?."
"Udah pulang Bu!."
"Lho kok nggak diajak masuk dulu!."
"Dia sibuk banyak kerjaan Bu."
"Tapi bukannya tadi kamu perginya sama safira?."
"Cerita nya panjang bu, apa cerita mungkin enggak bakal kelar-kelar."
"Cerita nya yang singkat aja!!."
"Tadi waktu di jalan Zahra ketemu teman, jadi Safira Zahra suruh balik duluan!."
"Kenapa Safira kamu suruh balik duluan?."
"Ya kan Zahra mau ketemu temen,gak mungkin juga Safira nungguin Zahra, Lagian mungkin dia lagi sibuk dan banyak kerjaan makanya Zahra nggak mau gangguin!."
"Temen yang kamu temui itu Dafi?."
"Bukan."
"Jadi gimana caranya kamu bisa jalan sama Dafi?."
"Zahra ketemu Dafi itu di restoran waktu makan siang."
"Ibu makin gak ngerti!."
"Ah udah deh Bu,nanya Mulu!."
"Ibu cuma penasaran doang, terus kalian jalannya ke mana?."
"Ibu kepo deh, Zahra ke kamar dulu mau mandi udah gerah banget."
"Terserah kamu!!."
"Daa ibu!."
"Selesai mandi jangan lupa buat makan malam bersama!."
Iya ibuuu..."
Zahra pun kembali ke kamar. Bukannya langsung mandi seperti yang dia katakan kepada ibunya Zahra malah berbaring di kasur sambil mengutak-ngatik ponselnya.
kok gue ngerasa ekspresi Dafi tadi seperti orang yang sedang tertekan.
sebenarnya dia kenapa ya?
ternyata dibalik sifat tenangnya dia, masih ada cerita tersembunyi yang hanya dia simpan sendiri.
kok gue tiba-tiba mulai merasa kagum aja ya sama Dafi
__ADS_1
Zahra terus memikirkan raut wajah Dafi yang berubah setibanya di danau itu.Entah apa yang menggangu pikirannya saat ini.
Ting..
Sebuah notifikasi muncul di layar ponsel Zahra. Pesan dari nomor yang tidak Zahra kenal.Dia langsung membuka isi pesan tersebut.
Haiii.....
Zahra hanya melihat pesan itu tanpa berniat membalas nya.
"Lagi-lagi nomor baru, paling juga cuma orang iseng yang suka ngerjain orang.Kok gue heran akhir-akhir ini banyak nomor baru yang masuk.Apa ada yang nyebarin nomor aku ya."
Drrrttttt
Ponsel Zahra bergetar, orang yang mengirim pesan sekarang sedang menelpon.Zahra mengabaikan panggilan itu,tetapi telpon nya tak berhenti bergetar karena menerima panggilan terus menerus. Dengan malas Zahra menerima panggilan itu.
"Halo..."
Lo ngangkat telpon lama bener,gue capek nelpon Lo terus!!.
"Lo siapa kok tiba-tiba marah gak jelas!."
Kita baru ketemu tadi siang dan malam ini Lo udah ngelupain gue,kejam banget Lo!!.
"tadi siang" Zahra berfikir sejenak.
"Oh gue inget,Lo orang nyebelin dan kepedean di mall tadi kan?."
Lo bilang gue nyebelin?.
"Emang Lo nyebelin!."
eh inget Lo masih hutang budi sama gue!!.
Lo kalau mau muji gue gak gitu juga
"Lo emang gak tau malu atau kepedean Lo yang terlalu tinggi!!!.Udah buruan Lo ngasi tau gue harus apa biar hutang gue selesai dan gue gak harus berhubungan sama orang kayak Lo."
Biar gue jelasin sama lo, kalau seandainya gue gak nelpon,Lo pasti gak tau mau ngelakuin apa saat ini!!.
"Emang Lo kira diri lo sepenting itu?."
kalau gue gak penting, pasti Lo gak bakal nguntit gue tadi siang.
"Gue udah bilang sama Lo kakau gue gak nguntit,gue cuma kebetulan lewat dan ketemu lo."
Gak usah ngeles, Lo ngaku aja
"Lo nelpon gue cuma buat ngomongin hal gak jelas kayak gini?."
lo gak usah mengalihkan pembicaraan.
"Lain kali kalau Lo gak ada keperluan gak usah nelpon gue."
Zahra kesal dan memutuskan panggilan,Dia melempar handphone nya ke tempat tidur.
"Zahra!!! udah selesai mandinya? ayo buruan makan!!."
"Sebentar Bu...ibu sama ayah duluan aja!."
"Gimana mau makan, selera gue udah ilang gara-gara cowo gila tadi."
__ADS_1
"Gue mandi dulu deh badan udah bau keringat."
Selesai mandi Zahra melihat sebuah notifikasi di handphone nya.
kalau Lo mau bayar hutang besok gue tunggu di restoran pertama kita ketemu,pas jam makan siang.
Zahra hanya mengabaikan pesan Aryan dan menuju ruang makan.
"Kamu mandi nya lama banget,ibu sama ayah udah selesai makannya kamu baru keluar."
"Gak papa kok buk, Zahra makan sendiri aja."
"Kalau gitu ibu tinggal ya,ibu nyuci piring dulu."
"Udah Bu gak usah, Zahra aja yang nyuci piring nya nanti.Ibu seharian udah sibuk banget,biar Zahra yang ngerjain."
"Bener?."
"Ibu.... kayak Zahra anak kecil aja!!."
"Ya udah ibu ke depan ya!."
Zahra hanya mengangguk kecil dan mulai makan.Selesai makan Zahra membawa semua piring kotor ke dapur untuk di cuci.Saat mencuci piring wajah Farhan terbayang di kepala Zahra, lantaran sampai saat ini pun perasaan Zahra untuk Farhan tak pernah pudar.
Farhan lagi apa ya..
Apa Farhan udah ngelupain aku?.
Atau dia lagi mikirin aku, seperti halnya aku saat ini.
Gak mungkin Farhan masih mikirin aku.Yang ada saat ini dia lagi merawat anaknya bersama Aisyah.
"Mikirin apa sih Zahra,udah lanjut nyuci piringnya!."ucap Zahra pada dirinya sendiri.
Zahra kembali ke kamar nya setelah selesai mencuci piring.
"Zahra!!."panggil ibunya yang membuat nya harus berjalan ke ruang tamu dan mengurungkan niat nya untuk segera kembali ke kamar.
"Iya Bu!!."
"Besok kamu kuliah?."
"Nggak Bu!."
"Bagus deh."
"Kenapa Bu?."
"Besok temenin ibu belanja ke pasar,soalnya stok udah pada habis."
"Oh iya Bu,lagian besok Zahra juga gak ada kegiatan."
"Ya udah kamu cepat istirahat,soalnya besok pagi kita udah langsung pergi nanti keburu jalanan macet."
"Iya Bu..."
Zahra kembali ke kamar,rasa kantuk sudah menguasai nya.Tetapi ntah mengapa matanya enggan terpejam.Sudah beberapa kali Zahra menguap terapi tetap saja matanya seperti menolak rasa kantuk itu.Zahra membuka kembali ponselnya dan membuka akun sosial media nya.
"eh bukannya ini danau yang gue kunjungi tadi?.Tapi ni cewe kok tau ya, soalnya kan Dafi bilang gak banyak orang yang tahu."Zahra bangun dari posisi tidurnya dan sekarang dia sudah terduduk diatas tempat tidur nya.
"Apa dia temen yang ngasi tau Dafi tempat itu?. Kalau iya berarti dia salah satu orang terdekat Dafi atau mungkin pacarnya?."
__ADS_1
"Dari pada gue penasaran mending gue stalk aja akun nya."
Zahra mulai mencari beberapa informasi terkait dengan Dafi di akun sosial wanita itu.Tetapi dia tidak menemukan apapun yang berhubungan dengan Dafi.Dis hanya terlalu penasaran sampai mengaitkan setiap peristiwa yang dia lalui dengan peristiwa lainnya.