
Tok...tok...tok...
Suara seseorang menggedor pintu dari luar mengganggu Zahra yang tidur dengan nyenyak.
Dengan langkah gontai dan mata yang masih terpejam,dia berjalan ke arah pintu dan membuka nya sambil bertanya.
"Siapa..huammmm."
"Ya Allah Zahra jam segini kamu baru bangun."
"Tugas aku kan dah kelar, lagian kan nggak kemana-mana aku mau istirahat capek tau nggak beberapa hari ini muter-muter terus jelaskan tugas."
"Yang kemarin ngomong mau ke Tangkuban perahu itu siapa, gak jadi nih?."
"Astaghfirullah aku lupa, bentar aku mandi dulu.Kamu keluar aja tunggu aku di bawah."
"Aku mau tungguin kamu disini biar cepat mandinya."
"Gak ada gak ada,keluar.."
Aryan di usir mentah-mentah oleh Zahra.Mau tidak mau dia hanya bisa menunggu sehari-hari mobil.Feeling nya mengatakan kalau Zahra pasti sangat lama.
"Heh dasar perempuan yang ngajakin pergi dia yang lupa janji dia juga sekarang yang ditunggu-tunggu tetep dia."
"Mau marah kagak bisa, serba salah hidup gue."
"Gak nyokap, nggak adik, nggak temen, pacar sama aja dasar perempuan."keluh Aryan.
"Tuh kan ngomongnya sebentar faktanya aku udah nunggu hampir setengah jam."
Tak berapa lama terlihat Zahra yang melangkah keluar dari hotel.Dia langsung masuk kedalam mobil Aryan.Aryan yang kesal terpaksa menoleh ke arah Zahra sekilas.
"Kenapa wajah kamu ditekuk begitu?."
"Emang mukanya begini dari lahir."
"Kamu ngambek?."
"Kagak."
"Coba senyum."
"Apaan sih?."
"Kalau kamu enggak senyum enggak jadi pergi, aku balik ke kamar aja."ucap Zahra sambil membuka pintu mobil.
"Zahra Zahra Zahra Zahra jangan dong,kita kan udah mau jalan."
"Gimana jalan kalau kamunya mukanya jutek terus."
"Nggak kok, nih aku senyum..liat buruan."
"Hahaha..."
"Kenapa kamu tertawa?."
"Kamu nggak sadar gimana ekspresi kamu yang tadi.Kalau aja kamu lihat jangan kan aku, kamu aja pasti ngakak melihat wajah sendiri."
"Udah ketawa mulu ntar keselek tahu nggak."
"Hahaha kamu lucu banget, seharusnya tadi aku foto biar ada dokumentasi.Jarang-jarang loh kamu gitu."
__ADS_1
"Duduk yang benar, jangan lupa sabuk pengamannya."
"Okeoke."ucap Zahra sambil terus tertawa terbahak bahak.
"Selucu itu?."
"Iya dong lucu banget malahan."
"Semudah itu cara buat kamu tertawa lepas?."
"Gak juga, tergantung siapa orang yang ngelakuin."
"Artinya kalau orang lain yang melakukan hal seperti yang aku lakukan tadi kamu nggak bakalan tertawa dong?."
"Nggak!."
"Alasannya?."
"Karena Aku nggak kenal mereka hahaha."Zahra tertawa kembali, dia merasa sangat senang karena baru kali ini dia bisa mengerjai Aryan.
Zahra sudah berhenti tertawa,saat ini Aryan sedang memulai percakapan santai dengan Zahra.
"Kamu kapan rencana balik ke Jakarta?."
"Niatnya besok kalau gak ada kendala."
"Kenapa gak bareng kita aja,lusa kita balik kok ke Jakarta."
"Ya kalau aku baliknya ikut kamu,ntar kalian nggak punya waktu privasi dong.Lagian nanti aku pasti merasa seperti orang ketiga dalam hubungan kalian."
"Ngomong apa sih,ngawur aja fikiran nya."
"Kamu kan ke Bandung demi menemani temennya kamu kan.Perempuan lagi.Siapa lagi teman yang bisa mendapatkan perhatian lebih yang seperti itu.Sampai si bela-belain ke luar kota cuma buat nemenin dia buat tugas."
"Ngapain juga aku cemburu sama kamu?."
"Kamu tenang aja aku sama dia gak ada apa-apa kok,cuma temen."
"Ih apaan mau kamu cuma temen atau pacaran juga aku gak peduli."
"Yakin?."
"Yakin lah!."
"Bukannya tadi kamu yang bahas hal ini lebih dulu."
"Aku bahas hubungan kamu sama dia itu bukan karena aku suka kamu.Tapi itu tandanya aku respect sama kamu.Aku dukung hubungan kalian."
"Masa? tapi biasanya seseorang yang suka mengurusi hubungan orang lain,pasti punya rasa suka dengan salah satu pihak."
"Aku yakin kamu sengaja kan mengubah topik pembicaraan.Biar hubungan kamu nggak terbongkar."
"Emang perempuan gak pernah mau kalah."
"Terus kamu mau salahin aku biar kamu menang?."
"Mana bisa aku salahin kamu, karena dimana pun, kapan pun dan bagaimanapun perempuan tidak pernah salah."
"Tuh pinter.Jempol buat Lo."
'"Kamu udah beresin barang-barang kamu?."
__ADS_1
"Belum."
"Kenapa belum di beresi."
"Kan kamu tau tadi aku bangunnya jam berapa, setelah bangun langsung mandi dan berpakaian biar mas Aryan nya nggak kelamaan nunggu."
"Sejak kapan kamu memikirkan perasaan orang lain."
"Sejak deket sama kamu lah."
"Tapi bukannya kamu kesel kalau selalu dekat aku."
"Ya emang itu faktanya."
"Kita nanjaknya jalan apa pakai mobil nih."
"Nanjak aja,kalau naik mobil lebih seram, karena lokasi ini kiri kanannya jurang."
Setelah tiba di Tangkuban perahu,mereka menanjak sedikit agar sampai di puncak.Tanjakan ke atas Tangkuban perahu mirip berbentuk seperti tangga yang akan memudahkan pengunjung untuk mendaki.
"Sini pegangan!."ucap Aryan sambil memegang tangan Zahra.
Tangga yang terbuat dari batu yang diukir itu sedikit licin.Jika kita tidak hati-hati akan mudah terpeleset.
"Ehhhh..."
"Hati-hati Za, jangan ceroboh."
"Licin banget tau nggak."
"Pegang tangan aku lebih erat,jangan di lepas."
"iyaiya."
Walaupun di sebelah kanan tangga ada pagar sebagai pegangan dan penambah keamanan.Tetapi tetap saja harus ekstra hati-hati.Karena bukan tidak mungkin kita akan terpeleset dan terguling ke bawah.
"Kenapa sih tempat-tempat yang indah itu selalu punya tantangan dan kesulitan tersendiri."
"Karena itu bisa mengingat kan kita,jika ingin sesuatu yang lebih baik jalan nya pasti gak mudah.Harus punya kerja keras dan usaha yang besar untuk mencapai nya.Dan kamu juga harus ingat satu hal!."
"Apa?."
"Selain indah nya suatu tempat itu,pasti ada bahaya yang tersembunyi di dalamnya.Oleh sebab itu kita harus lebih berhati-hati."
"Pasti."
"Ingat jangan sampai ceroboh."
Setelah melewati beberapa anak tangga mereks tiba di sebuah lokasi yang dapat menjangkau view terbaik di Tangkuban perahu.Mereka bisa melihat seluruh pemandangan gunung Tangkuban perahu dari puncak itu.
"Wow... keren-keren ambil foto dulu biar sah.Ayo Yan.Satu dua tiga....Bagus banget!.Ayo lagi!."
"Za,kamu percaya sama legenda Tangkuban perahu?."
"Sebenarnya secara logika aku kurang yakin,tapi kita gak bisa bilang kalau legenda itu hanya kebohongan belaka.Kita nggak punya argumentasi tentang kemunculan gunung Tangkuban perahu ini.Kamu sendiri gimana?."
"Sama.Karena tak ada penjelasan yang masuk akal menurut aku sekarang,jadi aku percaya-percaya aja.Lagian legenda kan merupakan salah satu warisan budaya kita juga!."
"Bener.Menurut kamu selain karena ibunya cantik dan awet muda,apa Sangkuriang punya alasan lain buat nikah sama ibunya."
"Aku gak tau soalnya aku sama Sangkuriang gak temenan."
__ADS_1
"Apaan sih."Mereka tertawa sambil bercerita bersama dengan latar belakang gunung Tangkuban perahu.