Zahra'S Ark Of Love

Zahra'S Ark Of Love
Dendam.


__ADS_3

Malam hari saat Yazdan selesai sholat isya dia mulai berdoa meminta petunjuk.


Selesai berdoa dia sudah memantapkan diri untuk memilih di antara Zahra dan Ardila.


"Besok aku harus menemui Ardila bagaimanapun harus menjelaskan sejelas-jelasnya tentang hubungan ini.


Yazdan mengecek ponselnya dan mencari kontak Ardila.Ternyata setelah Dia memutuskan hubungan dengan Ardila,karena sakit hati dan kesal dia langsung menghapus semua hal yang berhubungan dengan wanita itu dari ponselnya.


"Aduh aku udah delete lagi kontaknya."


"Oh iya Dafi, mungkin dia masih save nomornya Ardila."


"Tapi kenapa ya Dafi dan Ardila bisa datang barengan cafe tempat aku dan Zahra ngedate."bertanya pada dirinya sendiri.


"Kan gak mungkin suatu kebetulan."


"Ah Apa sih yang aku fikirin malah berprasangka buruk terhadap Dafi."


"Lagian dia itu kan teman dekat aku.Mungkin cuma kebetulan ketemu Ardila atau Ardila yang minta ditemenin sama dia buat ketemu aku."


"Artinya Dafi pasti punya nomornya Ardila."


Yazdan segera menghubungi Dafi.


Tuttt...tutttt....


Tumben lo nelpon gue?.


" Assalamualaikum."


Eh, wa'alaikumussalam.


"Ngomel mulu sampai kelupaan salam."


Semua kan karena Lo.


"Emang kenapa kalau gue telepon lo."


Gak biasanya.Yang ada nih ya gue yang selalu lebih dulu nelpon Lo.


"Ya udah kali ini kan gue yang nelpon."


Gue tau kalau lo nelpon duluan, pasti lagi butuh kan sama gue!.


"Tau aja Lo."


Emang kebiasaan manusia kayak lo.Datang saat butuh aja.


"Gak kok Lo kan satu-satunya temen baik gue."


Kalimat itu kan sudah jadi jurus andalan Lo secara turun-temurun.


"Turun-temurun kumaha iye teh."


Udah gak usah dibahas,bye the way Lo kenapa tiba-tiba nelpon gue?.


"Lo masih ada nomor Ardila nggak?."


Tumben Lo jadi nanyain Ardila,bukan nya tadi sore lo masih marah banget ya sama dia.


"Gue tau kok kalau gue yang salah,jadi gue mau temuin dia dan memperjelas semuanya."

__ADS_1


Oke aku kirim nomor nya dari WhatsApp aja.Semangat ya apapun keputusan kamu aku bakal terus mendukung.


"Thanks ya fi karena terus mendukung gue."


No problem,udah buruan telpon Ardila.


"Oh iya..gue matiin ya."


Sipp.


Yazdan memutuskan panggilan telepon.


Setelah menerima sebuah pesan dari Dafi yang berisi nomor Ardila, Yazdan langsung menghubungi nomor tersebut.


Nomor yang anda tuju sedang sibuk..


"Kok sibuk sih,gak ada jaringan atau dia gak mau angkat telpon gue ya?."


"Sekali lagi aja deh."


Tutttt...tutttt....


Halo Yazdan.


"Kok kamu bisa tahu kalau ini aku?."


Kenapa enggak,dari dulu sampai sekarang nomor kamu tetap aku save.Kamu pasti sama kan kayak aku?.


Perkataan Ardila membuat Yazdan terdiam sesaat.


Yazdan kamu masih disana kan.


"Oh iya Ardila."


Walaupun aku tahu kita udah gak mungkin,setidaknya jangan melupakan kenangan kita bersama Yazdan.


"Ardila bener kenapa aku harus merubah cara panggilan aku ke dia.Itu pasti membuat dia merasa menjadi orang asing."Batin Yazdan.


Apasih yang ada di fikiran aku kamu mau manggil aku apa itu hak kamu.Tapi kenapa kamu tiba-tiba nelpon aku?.


"Aku mau ajak kamu ketemuan besok Dila,kamu ada waktu?."


Ada kok!


Kamu mau ketemuan dimana?.


"Di cafe tadi sore ada yang ingin aku omongin."


Sore ya!.


"Oke.Mmm Dila aku tutup telpon nya ya."


Apa kamu gak ada yang mau dibicarakan sama aku?.


"Ini udah malem,besok kita punya banyak waktu bicara."


Apa selama ini kamu pernah rindu sama aku walau cuma sekilas.


"Pernah."


Makasi ya Dan,aku yang tutup telpon nya lebih dulu.

__ADS_1


Bye,see you tomorrow...


Ardila memutuskan panggilan Yazdan tanpa menunggu Yazdan membalas ucapannya.Saat ini dia sedang tersenyum licik karena dia sudah memastikannya kalau di hati Yazdan masih ada dirinya.


"Yazdan sampai kapanpun aku gak akan biarin kamu ngelupain aku begitu aja."


Disamping itu Yazdan kembali merasa gundah.Pasalnya kalimat yang di ucapkan Ardila barusan seketika membuat pendirian nya tergoyahkan.


"Aku pikir selama ini aku lah yang paling terluka karena pengkhianatan Dila,tapi ternyata dia jauh lebih terluka dari diriku sendiri."


"Apa aku benar-benar harus melupakan orang yang terus menunggu ku selama bertahun-tahun demi seseorang yang baru masuk dalam kehidupan ku saat ini."


"Kalau saja saat itu aku tidak salah paham dan mau mendengarkan penjelasan kamu,mungkin kita akan terus bersama sampai saat ini."


"Tapi aku harus jujur dengan diriku sendiri.Saat ini hanya ada Zahra yang mengisi hatiku."ucapnya sambil melihat foto profil WhatsApp Ardila.


Yazdan terus mengenang masa lalu nya bersama Ardila dan sesekali memikirkan kebersamaan nya dengan Zahra.Dia benar-benar bingung saat ini.


"Kalau aku memilih untuk bersama Zahra, artinya akulah yang telah mengkhianati hubungan kami."


"Ya Allah apa yang harus hamba mu ini lakukan?."


.


.


.


.


Di rumah ****Dafi****


Dafi melihat ponselnya bergetar,satu panggilan masuk dari Yazdan.Dia bergegas mengangkat telpon karena jarang baginya jika Yazdan menelpon nya terlebih dahulu.


Setelah beberapa waktu menyindir Yazdan dia pun tahu apa tujuan Yazdan menelpon nya.Sekilas senyum kemenangan langsung terukir di wajahnya.


"Akhirnya semua usaha yang aku lakukan gak sia-sia.Mulai sekarang kamu gak akan bisa menemukan ketulusan dari siapa pun lagi.Maaf Dan ini semua yang harus kamu terima."batin Dafi.


Setelah panggilan berakhir dia segera mengirim kontak Ardila kepada Yazdan dan segera menghubungi Ardila untuk memberitahu kan kabar ini.


Halo Fi,ngapain lo telpon malam-malam.Jangan bilang kalau lo lagi gabut makanya nelpon gue.


"Aku mau kasih tau lo kabar baik."


Kabar baik apa?.


"Ini berhubungan dengan Yazdan?."


Apa kabar baiknya?.


"Yazdan bakal menghubungi kami sendiri untuk memperjelas hubungan kalian."


Lo gak bohong kan,apa mungkin secepat ini rencana kita sudah berhasil?.


"Gue masih belum yakin,tapi apa yang akan Yazdan lakukan dengan kontak lo kecuali dia mau ngomong langsung sama lo?."


Eh ada panggilan masuk.Yazdan nih,gue tutup ya!.


"Oke."


Ardila memutuskan sambungan telepon Dafi.

__ADS_1


"Maaf Yazdan kita memang temen dekat tapi aku tetap harus balas dendam atas perbuatan kamu waktu itu.Tapi demi pertemanan kita yang sangat akrab,aku janji setelah rencana ini berhasil aku bakal berhenti dan jadi sahabat terbaik buat kamu dan gak akan pernah mengungkit masalah ini lagi.Akubhanya ingin kamu merasakan apa itu sakit hati sesungguhnya dan merasakan apa yang pernah aku rasakan."


__ADS_2