
"Pak lebih cepat pak."
"Iya neng,ini udah cepat."
Gue harus tiba lebih dulu di tempat janjian kalau nggak Aryan bakal ngomel terus sampai telinga gue budek.
Zahra berlari keluar mobil menuju restoran berharap dia tiba lebih dulu sebelum Aryan.Walau dia merasa sudah tiba setengah jam sebelum waktu janjian mereka.
Begitu memasuki restoran Zahra melihat sekeliling mencari sebuah meja yang masih kosong.Tetapi sialnya semua meja sudah penuh.
Gak mungkin gue balik,kalau Aryan datang terus gue gak ada dia bakal marah-marah lagi dong...
apa yang harus gue lakuin..
kan gak mungkin gue terus berdiri di depan pintu.
Ponsel Zahra berdering,sebuah panggilan dari Aryan memaksa nya untuk mengangkat telpon itu.
"Halo.."
kamu ngapain berdiri di depan pintu?.
Kata-kata Aryan menyadarkan Zahra bahwa Aryan sudah berada di restoran itu.Dia segera melirik ke seluruh ruangan mencari dimana keberadaan Aryan.Dia melihat Aryan berada di meja paling pojok ruangan dan melangkah mendekat.
Gue udah tiba setengah jam lebih awal sebelum waktu janjian,kenapa dia bisa tiba lebih dulu dari gue.
Zahra berjalan mendekati Aryan dia sangat yakin kalau Aryan pasti akan mengomeli nya kembali.
"Udah merasa tepat janji?."
"Tapi ini semua bukan murni kesalahan gue,Lo nya aja yang datang lebih awal dari waktu janjian!."
"Kalau gue datang nya lebih lama,apa sekarang Lo bisa duduk disini."
Semua ucapan Aryan membuat Zahra terdiam tak bisa mengatakan apapun untuk membela diri.
"Lo mau makan apa?."Alih-alih mengomeli Zahra seperti kemarin malam, Aryan hari ini terlihat sedikit lembut.
"Ha..." sikap Aryan jelas membuat Zahra merasa terkejut dengan perubahan sikap nya yang tak seperti Aryan yang dia kenal pertama kali.
"Lo mau makan apa?."
"Ah itu..gue mau beefsteak medium rare sama green apple juice aja."
"Sebentar ya mba,mas."
Pelayan yang di panggil Aryan mencatat pesanan Zahra dan pergi meninggalkan mereka.
"Lo ngapain ngajak gue ketemuan?."
"Bukannya Lo yang janji mau ketemuan sama gue."
sabar Zahra sabar jangan emosi karena hari ini Lo yang mau minta maaf sama dia..
jangan sampai terpancing.
"Lo mau gue gimana balas budi sama Lo?."
"Lo yakin hari ini gak sibuk."
"Gue bisa jamin!. Apapun yang Lo minta bakal gue turutin."
"Gue pegang janji Lo."
__ADS_1
"Ah maaf mba,saya gak sengaja."Segelas jus mendarat ke baju Zahra.
"Udah gak papa,gue kamar mandi dulu!."
Aryan hanya mengangguk.Di kamar mandi Zahra terus mengumpat.
"Ini pelayan ceroboh banget sih,mau marah tapi gue orang nya gak tegaan."
Setelah membersihkan pakaian nya dengan tisu, Zahra kembali menemui Aryan.
"Lo mau balik gak?."
"Nggak,gue gak papa kok."
"Lo yakin."
Zahra hanya mengangkat alisnya menginstruksikan jawaban ya.
"Ini pesanan Lo udah datang,makan dulu!."
Aryan menyuguhkan pesanan Zahra.Mereka makan sambil membahas apa yang akan Aryan minta buat Zahra lakuin.
"Jadi Lo mau gue ngapain?."
"Gue mau Lo temani gue hari ini, seharian penuh.Dan Lo gak boleh ngeluh kemanapun gue mau ajak Lo!."
"Okey gue bakal sanggupin."
"Tapi kenapa sih lo maksa banget gue buat penuhin permintaan lo itu?."
"Gue gak maksa,Lo bisa aja gak setuju sama permintaan gue dan kita gak perlu ketemuan lagi."
uhukkk ...uhukkkk.....
"Minum dulu,dari dulu tetap aja lo ceroboh."
Zahra mengambil minuman yang di berikan Aryan.Ini kali keduanya dia mengatakan Zahra ceroboh seperti dulu.Kata-kata itu membuat Zahra merasa heran dengan sikap Aryan yang seakan-akan sudah lama mengenalinya.
"Thanks!."
"Makanya pelan-pelan gak bakal ada yang rebutan sama Lo kok."
Zahra hanya diam dan menghabiskan makanan nya.Selesai makan Aryan mengajak nya keluar dari restoran.Dia meminta Zahra menepati janji yang sudah dia buat.
"Naik!!."
Zahra masuk ke mobil Aryan, kemana pun Aryan membawanya hari ini dia akan mengikuti nya.Aryan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang,tak ada suara apapun selain suara klakson dari pengendara lain karena jalanan sedikit ramai.
"Kenapa lo diam aja?."
"Gak ada yang mau di omongin."
"Lo nggak nanya kita mau kemana?."
"Entar gue juga bakal tau sendiri,lagian kalau gue nanya belum tentu Lo bakal jawab."Kata-kata Zahra seperti skakmat bagi Aryan.
"Lo jutek amat."
"Emang bawaan lahir!."
"Masih aja sama seperti dulu."gumam Aryan.
"Lo ngomong apa?."
__ADS_1
Aryan hanya mengangkat bahu tidak menggubris pertanyaan Zahra.
Mereka tiba di sebuah pusat perbelanjaan.
"Kita ngapain kesini?."
"Tumben Lo nanya?."
"Apa salah nya gue nanya?."
"Ntar Lo bakal tau sendiri."
"Udah gue duga!."
Zahra mengikuti Aryan dari belakang,tetapi seperti nya Aryan memperlambat langkahnya ingin berjalan bersampingan dengan Zahra.
Sesampainya di sebuah toko pakaian wanita, Zahra semakin heran dengan tingkah nya.
Tetapi dia enggan untuk bertanya,yang pastinya hanya akan mendapat olokan dari Aryan.
Aryan berjalan menyusuri toko itu dan mencari beberapa baju.Dia menyerah kan semua baju itu kepada Zahra untuk di coba.
"Gue?."
"Gak mungkin gue kan!!."
Zahra mencoba baju itu satu persatu dan menunjukkan nya kepada Aryan.Semua baju pilihan Aryan cantik dan pas melekat di tubuh Aryan.Tetapi Zahra hanya memilih satu baju yang nyaman saat dia kenakan.
"Ayo..."
"Tunggu!!! mau kemana?."
"Emang itu baju gak perlu di bayar!."
"Lo ngapain beliin gue baju?."
"Apa Lo mau pergi dengan pakaian kotor itu?."
Zahra melihat bajunya yang kotor karena terkena jus sewaktu di restoran.Mau tidak mau dia harus mengikuti semua perkataan Aryan.
Mereka keluar dari mall dan pergi ke sebuah bioskop.Ternyata Aryan sudah membeli dua tiket jauh hari sebelum nya.
"Lo ngajak gue nonton?."
"Nggak,gue mau ngajak Lo nikah."
Seketika pipi Zahra memerah mendengar ucapan Aryan.Ternyata makhluk di depan nya masih bisa bercanda.Awalnya dia mengira Aryan adalah laki-laki yang membosankan.
"Kenapa lo bengong?."
"Ah nggak gue cuma heran aja gimana bisa Lo dapetin tiket, sementara yang lain udah kehabisan."
"Menurut Lo?."Aryan berjalan masuk ke bioskop meninggalkan Zahra yang mengejarnya dari belakang.
Mereka memesan tiket film horor yang menjadi kegemaran Zahra dari dulu.
Kok dia tahu gue suka film horor ya..
Biasanya kalau orang yang baru kenal ngajak nonton pasti film yang genre nya romantis..
Ah gak mungkin dia tau gue suka nonton film horor,paling cuma ketepatan doang.
Zahra mengikuti Aryan kemana pun dia pergi bahkan hanya sekedar untuk membeli popcorn.
__ADS_1