
Sinar matahari menyingsing dari balik jendela yang tertutup gorden tipis berwarna putih.Zahra bangun dan bersiap-siap untuk melakukan survei ke rutan kebon waru.Dia bersiap dengan pakaian yang rapi dan sopan.Mengenakan celana keper hitam dengan dalaman kemeja putih berbalut jas hitamnya.Tampilannya sekarang sudah mirip seperti seorang pengacara yang akan mewakili klien nya di meja hijau.
Karena terburu-buru dia menjatuhkan sebuah berkas yang kemudian di pungut oleh Irene.
"Mba, ini barangnya jatuh!."
Zahra bergegas membalikkan badan setelah mendengar seseorang memberi tahu kalau berkasnya terjatuh.
Kok dia bisa ada di sini sih?.
"Mba kok bengong, bukan punya Mbak ya?."
"Punya saya kok, terima kasih banyak ya."
Zahra segera mengambil berkas tersebut dari tangan Irene.Dan kembali berjalan dengan terburu-buru.
Kok aku merasa pernah melihat cewek ini?.
Tapi gimana ya?.
Irene masih berdiri di tempat dan terpaku melihat Zahra yang sudah pergi menjauh.
"Kamu ngapain berdiri sini?."ucap Aryan sambil menepuk pundak Irene yang membuat nya sedikit terkejut.
"Tadi itu ada orang yang berkasnya jatoh."
"Orang nya udah pergi?."
"Udah."
"Terus kamu ngapain masih berdiri disini."
"Aku juga gak tau."kata Irene sambil tertawa bodoh.
"Kamu itu bod*h apa gimana sih."ucap Aryan sambil menyentil dahi Irene.
"Kamu ngatain aku?."
"Emang iya!."
"Kamu ngeselin banget sih!."
"Siapa suruh kamu beg*."
"Iya aku emang beg*,jadi kenapa kamu mau jadi temen aku?."
"Karena temen aku cuma kamu aja."
"Tapi mulai sekarang aku gak mau temenan sama kamu!."
"Aku juga gak peduli."Aryan tertawa meledek Irene.
Dengan marah Irene masuk ke kamar dan menutup pintunya.
"Ren,Irene gitu aja marah."
"Aku becanda kok."
"Ren,kalau kamu gak marah artinya kamu gak mau temenan sama aku lagi dong."
"Terus aku gak punya temen lagi."
"Irene ayo dong buka pintu."
"Ya udah deh kalau kamu gak mau buka pintunya,aku akan berdiri disini sampai kami mau buka pintu."
__ADS_1
"Kamu lihat aku gak mau pergi dari sini."
Setengah jam kemudian......
"Irene ayo dong buka pintu."
"Aku minta maaf,please."
"Kalau kamu gak mau buka pintu aku balik aja ke Jakarta."
"Ya udah deh aku balik aja."
Aduh kalau Aryan balik gimana dong,siapa yang temenin gue..
Kalau gak ada dia kan artinya gue bakal nyetir sendiri..
capek dong..
buka gak ya?.
Gak usah Irene,dia tadi udah ngatain kamu bodoh
Gak bisa gitu dong Ren, selama ini yang temenin kamu kan dia.Masa cuma karena masalah sepele kamu biarin dia pergi sih.
Gak Ren, biarin aja biar dia tau rasa..
Kalau dia pergi,yakin kamu gak akan kecewa,udah buka aja..
Jangan Ren,biarin dia pergi jangan sampai dia memandang rendah kamu!.
Aryan gak begitu kok Ren,buka aja pintunya.
Jangan Ren..
Buka aja..
"Cukup kalian diam."ucap Irene kepada dirinya sendiri.
Dia berjalan ke arah pintu dan bersiap membuka pintu.Setelah pintu terbuka alangkah terkejutnya dia saat tidak melihat Aryan disana.Dia mencari Aryan di sekitar ruangan tapi tak menemukan Aryan.Irene berlari menuju kamar Aryan dan membukanya.Alangkah terkejutnya dia karena tahu pintu Aryan tidak di kunci.Kosong,tak ada siapa siapa di kamar itu.
"Apa Aryan beneran balik ya?."
"Apa aku keterlaluan marah nya, sampai Aryan mau pulang begitu aja."
"Aku coba lihat kebawah,dia pasti belum jauh."Irene berlari masuk lift mencari Aryan di luar tetapi Aryan tetap tidak ada.
"Ini semua salah aku,kalau aku gak pura pura marah Aryan gak bakal balik duluan."
"Bener apa yang di bilang Aryan,kamu memang gobl*k Ren."
Dengan wajah lesu dan langkah gontai dia kembali ke kamar nya.
Sementara itu Aryan sudah mengunci kamar nya dari luar dan masuk ke kamar Irene yang tak di kunci.Dia pun mengunci pintu dengan kunci kamar yang masih tersangkut disana.
"Emang dasar ni cewe,masa ninggalin kamar tapi gak dikunci."
Aryan duduk di sofa dan menunggu Irene kembali.
ceklek....
Irene membuka pintu kamarnya tetapi terkunci dari dalam.Merasa ada sesuatu yang aneh dia segera memanggil petugas hotel.
"Pak pak ini pintu kamar saya ke kunci dari dalem, padahal tadi saya keluar pintu nya gak di kunci."
"Terus tadi mba taruh kuncinya dimana?."
__ADS_1
"Di pintu pak."
"Ya ampun mba,pasti ada orang dikamar mba yang sengaja manfaatin situasi ini."
"Aduh gimana dong pak, handphone,dompet,ATM laptop aku semuanya di dalam."
"Kita coba buka pakai kunci cadangan hotel, kalau tidak bisa mau tidak mau harus kita dobrak dari luar."
"Ya udah ayo buruan pak,ntar orangnya keburu kabur."
Irene dan petugas hotel buru-buru kembali ke atas.Pintu masih dalam keadaan sama,terkunci dengan rapat.Petugas mulai mengeluarkan kunci cadangan dan membuka pintu kamar.Beruntung kamar bisa langsung terbuka. Aryan yang tadinya ingin mengagetkan Irene malah terkejut ketika melihat Irene masuk dengan petugas hotel dan beberapa satpam.
"Lho kamu kok di dalem sih, bukannya kamu mau balik ke Jakarta."
"Kamu juga ngapain bawa petugas hotel dan satpam ke sini?."
"Tadi Aku kira ada pencuri yang masuk kamar aku karena menemukan kesempatan kalau kamar aku nggak dikunci dan kuncinya masih nyangkut di pintu."
"Ya ampun, berantakan deh jadinya rencana aku."
"Kamu berencana ngerjain aku lagi?."
"Seharusnya,tapi gagal."
"Kamu itu bener-bener ya!."
"Maaf mba,ada lagi yang perlu kami bantu."
"Nggak pak,makasi ya dan maaf udah ngerepotin."
"Sama sama mba, kenyamanan anda adalah prioritas kami."
"Kami permisi dulu mba,kalau ada sesuatu hubungi resepsionis kami."
"Baik pak terima kasih atas bantuan nya."
"Sekarang giliran kamu?."
"Apa?."
"Kamu nggak merasa bersalah?."
"Nggak tuh,aku emangnya salah dimana?."
"Kami beneran gak tau?."
"Bukan gak tau, tapi aku kan beneran gak salah."
"Jadi kami masih belum tau kesalahan kamu?."
"Emang aku ada salah apa sih."
"Apa perlu aku yang jelasin salah kamu."
"Apa yang perlu kamu jelaskan,aku kan gak salah."
"Oke kalau kamu gak tau salah kamu dimana lebih baik kamu keluar dari kamar aku.Jangan berfikir mau ketemu aku kalau kamu belum tau salah kamu dimana."Irene mendorong Aryan keluar kamar.
"Gak bisa gitu dong Ren."
"Kenapa gak bisa?."
"Aku kan gak salah?."
"Siapa bilang kamu gak salah?.Kalau aku udah ngomong kamu salah berarti kamu emang salah.Keluar keluar!."Begitu Aryan keluar Irene langsung menutup pintu.
__ADS_1
"Emang semua cewe pasti sifat nya seenaknya aja,kalau dia bilang aku salah berarti aku emang salah.Emang nasib jadi laki serba salah mulu."