
"Reaksi Zahra saat bertemu Farhan seperti tidak biasa. Kenapa aku merasa kalau mereka memiliki hubungan yang lebih dari sekedar pertemanan.Dan setiap bertemu Farhan pasti dia terlihat seperti memikirkan sesuatu dengan ekspresi sedih si wajahnya.Apa aku harus cari tahu hubungan mereka?."
"Tidak tidak, kalau Zahra mau pasti dia akan mengatakan nya sendiri.Aku tidak perlu terlalu impulsif terhadapnya."
Yazdan melajukan mobil meninggalkan kediaman Zahra.Dia benar-benar tak menyangka kalau dia akan melihat Farhan yang berdiri di tepi jalan dan memandang lekat ke arah rumah Zahra.
"Farhan,apa yang dia lakukan disini? kalau mereka hanya berteman, kenapa dia harus bersembunyi disini dan memperhatikan dari kejauhan.Bukan kah tidak ada salahnya kalau dia masuk sekalian bertamu. Kenapa aku merasa ada yang janggal dengan hubungan pertemanan mereka.Apa aku langsung tanya aja ya? Tapi aku bertanya dengan status apa,kayak nya aku gak punya hak.Sudah lah mungkin itu hanya bagian dari masa lalu nya dan apa pun itu aku tidak peduli dengan masa lalu nya."
Yazdan tak ambil pusing melihat Farhan yang mematung di samping rumah Zahra. Dia segera pergi dari sana dan kembali pulang.
Di tepi jalan Farhan terus menatap ke arah kamar Zahra dengan membayangkan saat mereka bersama dulu.
*flashback
"Zahra kamu lagi dimana*?."
^^^"Di rumah,emang kenapa?."^^^
"Kamu di kamar?."
^^^"Iya lagi ngerjain tugas."^^^
"Kamu coba deh berdiri di dekat jendela!."
^^^"Ngapain?."^^^
"Makanya kalau kamu mau tahu jalan aja ke depan jendela."
^^^"Awas ya kalau kamu ngerjain aku."^^^
"Mana berani aku."
^^^"Udah apa ayo aku udah di jendela ini."^^^
"Kamu liat nya ke bawah dong!."
^^^"Apa sih gak ada apa-apa kok."^^^
"Kamu hitung sampai tiga."
^^^"Harus nih?."^^^
"Iyaa buruan jangan lupa sambil merem."
^^^"Oke tapi awas aja ya kalau kamu ngerjain aku.Aku hitung nih... satu.. dua.. tiga.."^^^
Beberapa anak-anak dengan membawa balon bertuliskan Happy birthday berbaris di bawah jendela.
"Udah apa belum."teriak Zahra dari atas.
"Udah,kamu boleh buka mata."
Melihat balon bertuliskan happy birthday itu senyum Zahra mengembang senang tak terlukiskan.
^^^"*Kamu ingat ulang tahun aku?."^^^
"Kenapa aku harus lupa."
^^^"Kapan kamu ngerencanain ini semua."^^^
"Saat kamu ngambek."
^^^"Bukannya kamu bilang kamu banyak kerjaan?."^^^
"Aku sengaja!."
__ADS_1
^^^"Dasar."^^^
"Nanti malam aku jemput kamu."
^^^"Mau kemana."^^^
"Ada deh pokoknya kamu harus dandan yang cantik."
^^^"Bikin penasaran aja."^^^
"Bagus dong kalau kamu penasaran."
"Aku balik ya, sampai jumpa nanti malam*."
Farhan menutup telpon dan segera pergi.Zahra yang masih berdiri di depan jendela tersipu dan senyum senyum sendiri melihat keromantisan Farhan.
Restoran
"Kenapa disini gak ada orang?."
"Kamu tebak dong."
"Jangan bilang kalau kamu udah booking tempat ini ."
Farhan mengangguk dengan senyum tipis.
"Farhan kamu nggak perlu ngelakuin ini semua.Yang biasa-biasa aja udah cukup kok."
"Ini hari spesial buat kamu,aku juga mau jadiin hari ini hari yang nggak akan pernah kamu lupain selamanya."
"Asal ada kamu, setiap hari itu sudah menjadi hari yang spesial buat aku.Karena yang terpenting buat aku cuma kamu."
"Kamu juga orang terpenting buat aku, makanya aku harus menciptakan hari-hari yang tidak bisa kamu lupakan selamanya."
"Makasih ya Han udah selalu nemenin aku.Aku bahagia banget kalau kamu ada disini."
"Aku hanya berharap kalau kamu dan aku bisa bersama selamanya."
"Aku akan bantu kamu mewujudkan harapan kamu."
Flashback off
"Dan pada akhirnya aku yang menghancurkan harapan kamu.Walaupun kamu pernah bilang kalau kamu sudah memaafkan aku,tapi aku malu buat ketemu kamu.Kamu punya hati yang besar buat maafin aku,tapi aku tidak berhak mendapatkan maaf dari kamu.Aku hanya seorang pecundang yang tega menyakiti orang yang aku cintai."
Farhan meneteskan air mata mengingat kenangan dengan Zahra dahulu.
"Aku tahu aku tidak akan pernah bisa melupakan semua kenangan tentang kita.Biarlah kenangan itu yang memberiku pelajaran.Aku memang pantas mendapatkan nya.Aku hanya berharap kamu bahagia untuk sekarang dan seterusnya."
Setelah mengucapkan kata-kata yang menyayat hati, Farhan berlalu pergi tanpa menoleh lagi.
"Kok aku ngerasa ada orang yang ngeliatin aku dari tadi ya."Zahra mendekat ke jendela, menyibak tirai dan melihat ke bawah.
"Gak ada siapa-siapa,apa cuma perasaan ku aja ya."
Zahra kembali menutup tirai jendela setelah tak melihat apapun dibawah jendela.
"Huhhhh." Zahra menghela nafas dan menghempaskan tubuh nya ke kasur.
Dia merasa sangat lelah,bukan hanya lelah dari segi fisik tapi juga lelah batin.Dua hanya berharap bisa menerima orang baru dan segera melupakan masa lalu.Walaupun dia tahu kalau Aisyah sudah tiada tapi dia tidak akan bisa mencintai Farhan seperti sebelumnya.
"Kenapa akhir-akhir ini aku lebih sering ketemu Farhan secara tak terduga."
"Untuk saat ini aku hanya tidak ingin menemui nya lagi. Aku memang masih memiliki perasaan padanya tapi keinginan ku untuk menjauh lebih besar dari pada keinginan ku untuk bersamanya."
Drrrttt...drrrttt...
__ADS_1
Zahra segera mengambil ponsel nya yang bergetar.
"Aryan."
Zahra segera mengangkat telpon dari Aryan. Kalau di pikir-pikir ini pertama kalinya Aryan menghubungi Zahra setelah kembali dari Bandung.
"Halo Za."
"Masih ingat buat hubungin aku."
"Hehehe maaf deh."
"Kalau di ingat-ingat ya kayak udah lebih satu bulan, ini kali pertamanya kamu menghubungi aku."
"Kamu kan tahu kalau aku banyak urusan."
"Urusan apa sih sampai ngetik pesan singkat yang gak perlu waktu satu menit aja gak sempat."
"Ini kan aku ada waktu buat menghubungi kamu, walaupun waktu nya telat."
"Alasan aja terus."
"Kamu apa kabar?."
"*Aku baik kok,kamu gimana?."
"Aku sakit!."
"Kamu sakit? sakit apa?."
"Aku sakit karena merindukan mu."
"Kamu tuh ya,aku udah khawatir tapi kamu malah ngawur ngomong nya."
"Kamu khawatir sama aku?."
"Nggak siapa juga yang khawatir."
"Yakin?."
"Aku gak peduli mau kamu mati juga aku gak peduli."
"Masa sih?.Ntar kalau aku mati kamu malah nangis."
"Terus kamu mau nya aku ketawa."
"Tergantung kamu."
"Kamu berharap kalau orang lain bakal menganggap aku gila."
"Kamu beneran nangis kalau aku mati?."
"Aryan gak lucu ah pertanyaan.Masa kamu nanya nya gitu sih."
"Aku cuma mau tau aja,posisi aku di hati kamu itu seperti apa."
"Kamu itu orang yang paling aku sayang, setelah orang tua aku. Sama seperti kakak aku."
"Makasi ya Za udah nganggap aku penting di hati kamu."
"Kok kamu tiba-tiba nanya hal ini sih."
"Gak papa kok Za,tahu kamu baik-baik aja aku udah senang. Kalau gitu aku gak ganggu kamu lagi ya daaa Zahra. Assalamualaikum."
"Wa'alaikumussalam*."
__ADS_1
"Kak Aryan aneh banget sih tiba-tiba nanya hal begituan.Ah mungkin aku yang terlalu banyak berfikir.Stop Zahra jangan fikir yang macem-macem."