
Mereka sudah kembali ke rumah masing-masing.Keadaan Zahra dan Rhesa pun sudah mulai membaik.Tetapi tak ada yang menyadari luka Yazdan yang timbul dari goresan akibat akar pohon.Hanya Dafi yang tahu luka itu, tetapi Yazdan meminta nya untuk tidak memberitahu siapa pun.
"Gimana luka Lo udah baikan?."
"Masih sedikit perih kalau kena aer!."
"Kenapa Lo gak ngijinin gue buat kasi tau Zahra?."
"Lo tau kan Zahra itu orang nya cepat merasa bersalah,gue gak mau dia jadi khawatir sama gue!."
"Terserah Lo deh,kalau Lo mau nya begitu ya udah gue sih iyaiya aja.."
"Thanks ya udah jaga rahasia gue!!."
"No problem boy.."
"Lo gak ada kegiatan hari ini?."
"Free,makanya gue tengokin Lo."
"Gue gak perlu Lo tengokin juga kali."
"Kalau bukan gue yang jenguk Lo siapa lagi?.Emang anak-anak lain pada tau Lo sakit,kan kagak!!."
"Seharusnya Lo bersyukur ada gue yang jenguk Lo."
"Kalau hanya jenguk gak bawa sesuatu,apa yang harus gue syukuri?."
"Kebangetan Lo ya,gue laki boy masa gue jenguk Lo bawa-bawa souvernir segala.Turun harga diri gue!!."
"Banyak alasan Lo,bilang aja kalau Lo pelit."
"Mulut yang begini gak bisa nih,harus dikasi pelajaran."
"Dafi ini cemilan makan dulu!."ucap ibu Yazdan sambil membawa nampan berisi beberapa cemilan dan minuman untuk Dafi.
"Duhh makasi tante,Dafi jadi ngerepotin nih."
"Gak papa kok,ayo di minum."
"Iyaiya Tante."
"Tante keluar dulu ya,kalau butuh sesuatu panggil aja."
Ibu Yazdan keluar dan menutup pintu kamar Yazdan kembali.
"Nah begini baru bener.Nyokap Lo emang the best deh,beda sama Lo."
"Nyusahin mulu kalau ke rumah gue."
"Yazdan yang nama nya tamu itu harus di jamu dan di istimewa kan."
"Tergantung tamu nya."
"Geser dikit!."
"Lo mau ngapain?."
"Mau tidur!."
"Ngapain Lo tidur disini?."
"Karena gue ngantuk dan gue lagi disini."
"Lo bisa nya nyusahin gue mulu!."
"Balik Lo."
"Ogah gue mau tidur."
"Gila Lo ya!."
"Bodo amat."
Dafi tidak peduli perkataan Yazdan dan tetap tidur di kamarnya.Yazdan yang kesal tidak dapat berbuat apa-apa karena Dafi yang bersikeras tidak ingin pergi.Melihat Dafi yang sudah mulai tidur nyenyak membuatnya harus bergeser duduk di sofa yang ada disamping jendela nya.Bayangan Zahra melintas mengganggu pikirannya.
Di sisi lain Zahra pun terus-menerus memikirkan Yazdan yang membantu nya.Sekelebat bayangan kejadian di puncak kembali di ingatan nya.
"Yazdan kok rela membahayakan dirinya sendiri demi gue sih."
"Dan gue belum ngucapin makasih sama dia."
"Apa besok aja gue pergi ya ke rumahnya?."
__ADS_1
"Gak deh gak deh gak deh ntar gue di usir lagi."
"Aduh gimana sih kok gue jadi pusing sendiri."
"Oh God help me please!!."
Drrrttttt.... Drrrtttt......
Ponsel Zahra berdering..
"Halo fi."
Bukan gue Yazdan!.
"Kenapa lo pakai ponsel Dafi?."
Karena gue gak ada nomor Lo!.
"Kenapa gak di save di kontak Lo aja?."
Ini gue mau minta izin buat nge-save nomor Lo.
"Perlu banget Lo minta izin?."
Ya perlu dong,kan nomor Lo gak mungkin gue save tanpa persetujuan dari Lo.
"Terserah Lo aja deh."
Gue matiin dulu,ntar gue telpon pakek hp gue aja.
"Oh oke."
Tak berapa lama muncul kembali panggilan masuk dari nomor tak dikenal.
"Halo Dan."
Lo tau aja ini gue!.
"Ya kan tadi yang mau nelpon itu Lo!."
Siapa tau ada orang lain yang niat nelpon Lo!.
"Kalau orang lain nomornya kan udah ke save di hp gue,lagian kalau itu bukan Lo gue juga tetap mikir nya pasti Lo."
"Hahahaha...."
Lo lagi ngapain?.
"Duduk menikmati hembusan angin."
Alami atau buatan?.
"Alami lah lebih sehat dan menenangkan.Lo sendiri ngapain?."
Jagain anak orang lagi tidur.
"Kok bisa?."
Iya ni bocah gak punya malu numpang tidur di rumah gue.
"Bisa gitu ya,Gak Lo usir."
Udah,tapi gak mau keluar.
"Nyokap nya dimana?."
Di rumah nya dia.
"Tetangga Lo?."
Bukan.
"Kok anak nya dibiarin kelayapan sih."
Anak nya udah gede makanya dibiarin.Lagian dia gak sayang anak nya kali.
"Mana ada orang tua yang gak sayang anaknya."
Buktinya ni bocah.
"Gue kok jadi penasaran."
Nih gue kirim foto nya.
__ADS_1
Ting
Zahra segera mengecek ponselnya dan membuka foto yang dikirim Yazdan via WhatsApp.
"Ya ampun Dan,Lo tega banget sih.Gue kira siapa!.Tapi kenapa Dafi bisa tidur di rumah Lo?."
Gak tau ni bocah,ganggu waktu istirahat gue aja.
"Lo kan bisa tidur di sebelah nya."
Tidur bareng dia ogah gue!.
"Kok gitu?."
Dia kalau tidur ngeselin?.
"Ngeselin nya?."
Pokok nya banyak deh.Siapa pun yang tidur bareng dia pasti bakalan kesel jadinya.
"Segitunya amat."
Gue serius Za.
Syukur aja Lo gak pernah tidur bareng dia.Gumam Yazdan.
"Lo ngomong apa?."
Eh.. bukan apa-apa kok! ngomong-ngomong Lo udah baikan?.
"Udah kok.Makasi ya Dan udah bantuin gue.Kalau di hitung,ini kali kedua Lo nyelamatin gue dari maut."
Hush.. ngomong apaan sih,maut itu ditangan Allah.Dan gue bantuin Lo itu udah takdir.
"Lo ada bener nya,tapi kan gue cuma mau bilang makasih sama penyelamat gue."
Dari kemaren Lo tau nya makasi mulu!.
"Terus Lo mau nya apa?."
Traktir dong.
"Gue sih yes aja,tapi kan Lo tipikal orang yang sibuk banget."
Gue bukan sibuk, cuma gak ada waktu aja buat ngurusin hal yang gak penting.Tapi kalau buat Lo gue selalu ada waktu!.
"Ilmu para buaya emang modelan begini, mulut nya manis."
Eittsss Lo jangan salah walaupun buaya gombalan nya maut tapi kalau soal pasangan cukup satu selama nya.
"Itu buaya muara, beda sama Lo yang notabene nya buaya darat.."
Lo tega banget samain gue sama buaya.
"Emang mau di samain sama siapa lagi yang cocok."
Romeo kek!.
"Mana ada Romeo seperti Lo,dingin seperti Antartika."
Ya itu kan sama orang yang gak dikenal,beda dong sama Lo.
"Sama aja."
Beda Zahra?.
"Bedanya dimana Yazdan?."
Di perlakukan gue lah.
"Terserah Lo deh."
Haha.....
"Zahra...kamu bantuin ibu dulu."
"Iya buk sebentar."
"Dan udah dulu ya,nyokap gue manggil."
oke sipp.
Zahra menutup panggilan dari Yazdan dan keluar dari kamar menemui ibunya.
__ADS_1
Zahra sudah mematikan ponsel nya, hanya tinggal Yazdan seorang yang sekarang sedang senyum-senyum sendiri setelah selesai menelpon Zahra.