
Sudah tiga bulan berlalu Zahra melakukan rutinitasnya seperti biasa mulai dari pergi kuliah dan kembali lagi ke rumah. Di lain sisi Farhan tetap setia melihat Zahra dari kejauhan dengan tatapan sendu miliknya.Dia tidak sanggup lagi berpura-pura sudah melupakan Zahra yang nyatanya itu bertentangan dengan hatinya.Farhan sudah memikirkan keputusan nya dengan matang dan sudah memilih antara Aisyah dan Zahra dia yakin Aisyah pasti akan mengerti dengan semua keadaan yang terjadi saat ini.
"Aku akan menceraikan kan Aisyah dan memberitahu dia semua ini,Aku tidak ingin jika Aisyah juga terluka karena aku tidak pernah mencintainya sedikitpun!."ucap Farhan dalam hati.
Melihat Zahra dari kejauhan sudah menjadi rutinitas Farhan setiap hari sebelum pergi ke kantor. Tetapi bahkan Zahra tidak tahu bahwa Farhan setiap hari memperhatikannya.Farhan melajukan mobilnya menuju kantor setelah Zahra tak terlihat lagi olehnya.Setibanya di kantor Zahra langsung mengubah ekspresi wajah nya menjadi datar dan berwibawa,menutupi kesedihan yang sedang dia rasakan.Menyapa beberapa karyawan kantor sudah menjadi rutinitas nya setiap hari agar tetap menjaga wibawanya sebagai seorang pemimpin.
Drrrtttt
Dering telepon Farhan berbunyi dan mengganggu konsentrasi kerjanya di kantor. Dia melihat sebuah panggilan masuk dari orang tuanya lalu mengangkat teleponnya.
"Halo ma!!."
Farhan mama ada berita gembira buat kamu
"Berita gembira apa ma?."tanya Farhan penasaran.
Istri kamu,Aisyah hamil!
Ucapan ibunya itu membuat Farhan terdiam tak bisa berkata-kata. Dia tidak tahu apa yang dia rasakan sekarang. Apakah dia harus berbahagia karena akan menjadi seorang ayah atau bersedih karena telah menghianati Zahra. Dia masih belum terpikir untuk memiliki anak bersama dengan Aisyah. Dia menyadari ini akan semakin melukai Aisyah karena dia tidak pernah mencintainya sedikitpun. Jujur saat ini hati Farhan hanya tertuju pada Zahra dia tidak bisa mencintai wanita lain selain Zahra. Dan sekarang Aisyah hamil dia bingung apa yang harus dilakukan. Jangankan untuk merawat dan menjaga Aisyah ia bahkan sempat berpikir untuk menceraikan Aisyah. Tapi Farhan takut, kalau Aisyah akan sangat sangat terluka karena sikapnya yang seperti itu. Suara ibunya membuyarkan lamunannya kembali sadar ke kenyataan yang harus ia hadapi.
Farhan, kamu dengar mama kan!
"Ah iya ma."
__ADS_1
Sepulang dari kantor jangan kemana mana ya langsung balik ke rumah,kita makan malam bersama.
"Iya ma.."
Ibunya menutup telepon dan Farhan kembali memikirkan kehamilan Aisyah.Niat Farhan untuk menceraikan Aisyah hilang seketika, dia tidak akan sanggup menceraikan Aisyah yang sedang hamil. Farhan menjambak rambutnya frustasi dia tidak tahu lagi apa yang harus dia lakukan. Apakah memang dia dan Zahra tidak pernah berjodoh sedikitpun sehingga banyak sekali halangan untuk dia bersama dengan Zahra.
"*~*"
"Ibu Aisyah banyak-banyak istirahat ya,kamu harus jaga kondisi kesehatan ibu dan juga calon bayi nya.Jangan terlalu banyak pikiran karena itu akan mengganggu perkembangan janin anda!."
"Iya dok.. makasih ya."
Ibu Farhan membawa Aisyah kembali ke rumah dan membiarkannya istirahat di kamar.
"Sebentar lagi Farhan akan kembali, dia yang akan rawat kamu!."
"Aisyah, kamu kan memang anak mama menantu sama anak itu nggak ada bedanya,udah sekarang kamu istirahat jangan terlalu banyak beraktifitas!."ucap ibu Farhan dan meninggalkan Aisyah agar bisa beristirahat dengan tenang.
Aisyah berbaring di kasur sambil memegangi perutnya dan tersenyum.Dia yakin Farhan pasti bisa mencintai nya setelah kehadiran anak mereka.
Aisyah adalah anak dari sahabat ibunya Farhan. Dia sudah lama diam-diam mengagumi dan menyukai Farhan. Aisyah adalah teman masa kecil Farhan.Begitu ibu Farhan tahu bahwa Aisyah menyukai Farhan dia cepat-cepat menjodohkan mereka karena ibunya Aisyah adalah teman baiknya. Ibu Farhan adalah seseorang yang sangat egois , Bahkan untuk pernikahan Farhan sendiri dia tidak pernah meminta pendapat dari Farhan, apapun keputusan hanya ada di tangannya.
Farhan sempat menolak pernikahan itu tetapi, ibunya mengancam akan bunuh diri kalau Farhan tidak mengikuti kemauannya. Farhan sangat menyayangi ibunya dan tidak ingin terjadi sesuatu pada ibunya.Awalnya Farhan pun tidak pernah menyentuh Aisyah tapi atas paksaan ibunya dia harus melakukan semuanya. Aisyah sendiri tidak pernah menyadari bahwa Farhan tidak pernah mencintainya sedikitpun. Dia terlalu tenggelam akan cintanya yang terlalu dalam terhadap Farhan. Seakan-akan dia tidak peduli Farhan mencintai atau tidak baginya itu sama saja. Yang terpenting dia bisa bersama dengan Farhan,itu sudah cukup. Apalagi sekarang Dia sudah mengandung anak Farhan. Dia yakin cepat atau lambat Farhan pasti akan mencintainya.
__ADS_1
"*~*"
Farhan berjalan menuju rak buku dan mengambil sebuah buku. Dia membuka bagian halaman belakang buku ternyata terselip sebuah foto.
Itu foto Zahra. Foto itu sengaja diletakkan di sana oleh Farhan. Dulu saat Farhan merasa bosan lelah dengan pekerjaannya dia akan menetap foto Zahra sambil tersenyum. Dia merasa setelah memandangi wajah Zahra dia seperti mendapatkan ketenangan dan semangatnya kembali. Begitulah yang pernah Anda rasakan ketika melihat foto Zahra saat ini.
"Zaa, Apa mungkin kita memang tidak bisa bersama!."
"Apakah jodoh itu memang sudah ditetapkan?."
"Apakah takdir kita memang harus seperti ini.."
"Apakah tidak ada kemungkinan lagi untuk kita bersama."
"Za... Aku hanya cinta sama kamu akan tetap begitu dulu, saat ini bahkan sampai nanti aku mati!."
Peran menarik napas panjang dan mengembalikan foto Zahra ke dalam buku itu dan menyimpannya kembali.
Sekarang sudah selesai jam kantor waktunya Farhan pulang. Tetapi bukannya mendengarkan apa yang ibunya katakan untuk pulang lebih awal Farhan malah pergi ke rumah Zahra. Disinilah peran saat ini di rumah Zahra tetapi dia tetap tidak ingin terlihat oleh Zahra. Dari kejauhan dia menatap ke kamar Zahra dan memperhatikan Zahra yang sedang fokus belajar.
Zahra merasa seperti ada seseorang yang memperhatikannya kemudian Zahra menengok kearah luar jendela. Tapi dia tidak melihat siapapun dan kembali melanjutkan aktivitasnya.
Farhan yang tadinya melihat Zahra yang seakan-akan mengetahui keberadaannya bergegas pergi agar tak terlihat oleh Zahra. Sekarang dia kembali ke rumah dan menemui Aisyah yang sedang hamil. Walaupun dia masih belum sanggup menerima kehamilan Aisyah.
__ADS_1
Tetapi Bagaimanapun juga itu tetap anaknya,darah dagingnya yang tak akan bisa ia pungkiri.
Dia melajukan mobilnya untuk pulang kerumah dan menjalani kehidupannya dengan senyuman palsu dan perasaan bahagia yang di buat buat. Dia tersenyum senyum sendiri, dia tidak ingin terjadi apa-apa kepada ibunya. Farhan rela mengorbankan kebahagiaan nya demi ibunya. Itulah yang Saat ini sedang dia lakukan menjadi anak yang berbakti yang menuruti semua keinginan ibunya.