
"Thanks udah nganter gue...Lo masuk dulu."
"Gak usah...gue langsung balik aja.."
"Nggak!!..Lo masuk dulu..."
"Udah Lo aja yang masuk.."
"Kalau Lo gak mau mampir...gue gak bakal turun.."
"Ribet banget berurusan sama Lo.."
"Buruan turun..."
Yazdan membuang nafas kasar kemudian keluar dari mobil dan mengikuti Zahra dari belakang.Sesampainya di depan pintu Zahra mengetuk pintu.Sebenarnya dia masih tidak tahu bagaimana raut wajah ibunya melihat dia yang berantakan.
"Assalamualaikum Bu.."
"Wa'alaikumussalam tunggu sebentar.."
Ketika ibu Zahra membuka pintu betapa terkejutnya dia melihat keadaan Zahra saat ini.
"Ya ampun Zahra kamu kenapa nak...masuk dulu..."
"Cerita sama ibu kamu kenapa bisa jadi gini.."
Zahra menceritakan semua kejadian itu pada ibunya sambil menangis.
"Untung ada Yazdan Bu..kalau gak Zahra gak tau apa yang akan terjadi sama Zahra."
"Makasi ya nak udah bantuin Zahra.."
"Ibu ke dapur dulu ambil minum."
Ibu Zahra bergegas ke dapur membuat minuman untuk Zahra dan Yazdan.
"Lo tunggu disini gue ganti baju bentar."
Tidak lama Zahra kembali membawa kotak p3k setelah selesai ganti baju.
"Sini gue obatin luka Lo.."
"Udah gak usah gak papa kok.."
__ADS_1
"Apanya yang gak papa..sampai bonyok gitu.."
"Gue bilang gak papa."
"Udah sini..."
"Gue bisa sendiri.."
"Emang Lo bisa ngeliat luka nya dimana..udah diem biar gue yang ngobatin...lagian lo kayak gini kan karena gue.."
Zahra mulai membersihkan luka Yazdan dengan alkohol dan mulai mengoles kan obat merah.
"shhhh..."
"Sorry sorry gue pelanin.."
Setelah mengobati Yazdan Zahra menunduk bersalah.
"Maaf ya dan..kalau bukan karena gue Lo gak bakalan seperti ini."
"Lo gak usah nyalahin diri sendiri,malahan kalau terjadi sesuatu sama Lo gue bakal ngerasa bersalah banget karena udah ninggalin Lo.Gimanapun tadi Dafi udah nyuruh gue ngantar Lo."Yazdan menatap Zahra yang masih menunduk sambil tersenyum.
"Iya..kalau aja aku gak keras kepala buat nyari taxi mungkin gak bakal kayak gini.."
"Apa wajah aku terlihat kesal.."
Zahra menggeleng pelan.
"Aku gak nyesel nolong kamu..tapi kalau sesuatu terjadi sama kamu,mungkin aku akan merasa bersalah banget."
"Hmmmm..."
Yazdan melepaskan kedua tangannya ketika ibu Zahra datang . Situasi ini membuat mereka berdua merasa canggung.Lantaran sejak kapan mereka menjadi sedekat itu.
"Di minum dulu..."
"Makasi ya tante.. seharusnya gak perlu repot-repot."
"Tante yang harusnya makasi sama kamu udah bantuin Zahra."
Mereka mulai berbincang.Setelah minuman Yazdan di habis kan dalam tegukan terakhir dia pamit pulang.Zahra mengantar Yazdan sampai ke depan pintu dan berterima kasih sekali lagi atas pertolongan Yazdan.Setelah mobil Yazdan tidak terlihat dia menutup pintu dan bersiap kembali ke kamar.Di kamar ibunya menemuinya dan menenangkan nya karena ibu Zahra yakin trauma setelah kejadian itu pasti masih ada.
"Zahra..boleh ibu masuk.."
__ADS_1
Zahra hanya mengangguk.
"Kenapa kamu bisa berjalan di tempat sunyi itu sendirian."
"Zahra nyari taxi buk..tapi gak ketemu,jadi Zahra memutuskan jalan kaki..Zahra juga gak nyangka bakal ada lokasi yang sesunyi itu bahkan hanya ada satu dua orang yang lewat."
"Lain kali kamu harus hati hati..kalau memang gak ada taxi kamu kan bisa telpon ibu."
"Zahra emang mau minta jemput ayah..tapi Zahra inget ayah lagi dinas di luar kota..makanya Zahra mutusin buat jalan kaki."
"Syukur kamu gak papa..ya udah kamu tidur ya sayang,ibu tau kamu lelah.."
"Iya Bu.."
"Selamat malam.."
"Malam Bu."
Zahra terus memikirkan kejadian tadi dan sekarang baru dia terfikir kalau tempat itu sunyi dan jarang sekali ada orang yang lewat.
"Gie heran."
"Itu jalan jarang di lalui orang..tapi kok Yazdan bisa lewat ya."
"Rumah nya dia juga beda arah.."
"Kenapa dia bisa kebetulan lewat."
"Dan kalau di perkirakan setelah dia keluar dari restoran seharusnya dia udah nyampe di rumah.."
"Tapi kok malah tahu posisi gue saat itu."
Zahra penasaran kenapa Yazdan bisa datang tepat waktu pada saat itu.Zahra terus menebak nebak alsan Yazdan sehingga bisa berada di sana.Sementara saat itu dia tidak menghubungi siapa pun untuk meminta bantuan.Kalau di fikir fikir tak ada alasan yang membuat Yazdan harus memutar arah tujuan kecuali saat itu dia memang sedang mencari Zahra.
Tetapi kejadian itu sukses mempererat hubungan antara Yazdan dan Zahra.Pasalnya Yazdan sudah tidak terlalu dingin terhadap Zahra.Dan Zahra juga mulai mengerti sifat lain dari Yazdan dibalik sifat dingin yang selama ini dia tampilkan.
"*~*"
"Kenapa gue ngerasa sedih saat dia menyalahkan dirinya sendiri..selama ini gue gak pernah peduli sama orang lain..kenapa juga gue harus bantuin dia dan membahayakan diri gue sendiri."
"Ah mungkin gue cuma kasian aja kali."
Yazdan masih terus bergumam dan mencari penjelasan dalam diri nya sendiri.
__ADS_1
Dia memegang luka yang telah di obati Zahra sambil tersenyum.Apa dia mulai menyukai Zahra dan membuka hati bagi Zahra.Lantaran setelah hubungan lamanya berakhir dia tidak pernah mempercayai wanita mana pun.Bahkan sampai ibunya berusaha mengatur banyak perjodohan agar dia melupakan masa lalu yang merubah semua sikap nya yang sekarang.