
Zahra gimana kamu udah baikan kan?.
^^^Menurut kamu?^^^
Aku kan nanya kamu?
^^^Bodo amat lah!.^^^
Kamu masih marah sama aku?.
^^^Ngapain juga aku marah!^^^
Aku minta maaf soal kemaren,aku bercandanya kelewatan..
^^^Hmmm^^^
Gimana cara nya biar kamu maafin aku?.
^^^Mikir aja sendiri^^^
Kamu bantu mikir dong.
^^^Ogah!!^^^
Drttttt...drtttttt....
Nomor yang ada hubungi tidak dapat menerima panggilan..
Drttttt...drttttt....
Nomor yang anda hubungi tidak dapat menerima panggilan..
Zahra angkat dong..
^^^Gak mau.^^^
Kenapa kamu gak mau ngangkat telpon aku..
^^^Males ngomong^^^
Ya udah deh kalau kamu gak mau diganggu..
"Apa sih pesannya,bukan nya berusaha biar aku maafin malah dia menghindar. Ngeselin banget sih."
"Aku harus ngetik apa ya,atau aku ngomong langsung aja kalau aku mau dia bujuk aku. Ah gak mau itu namanya ngerendahin harga diri. Tapi kalau aku gak bales chat nya berakhir gitu aja dong. Aaaaa Yazdan kamu kok gak peka sih!!."Zahra berteriak frustasi di kamarnya sambil melihat chat yang dikirim Yazdan.
"Zahra kamu gak papa?."Ibu Zahra mengetuk pintu saat mendengar Zahra yang berteriak di kamarnya.
"Gak papa kok buk!."
"Kenapa kamu belum tidur?."
"Ini juga mau tidur,ibu duluan aja."
"Kamu jangan lama lama tidurnya."
"Iya buk."
"Huhhh tidur aja deh, lagian Yazdan juga gak bakal ngechat lagi,ini semua salah aku sok jual mahal. Jatuh nya gak laku beneran. Tapi gak sepenuhnya salah aku,dia nya aja yang gak peka. Lagian sudah jam 11 tidur aja deh."
Tok...tok...tok...
Tok...tok...tok...
"Siapa sih ngetik pintu malem malem gini."
Tok...tok...tok...
"Iya sebentar!!."
Zahra membuka pintu rumah nya dengan omelan tanpa henti.
"Siapa sih yang ngetik rumah orang malam malam gak sopan ba...."ucapan Zahra terhenti karena melihat sesosok laki-laki yang dia kenal sedang berdiri di depan pintu.
__ADS_1
"Kamu ngapain malem malem kesini,kita gak terima tamu tengah malam begini."
"Ya maaf,aku cuma mau nganterin ini."Yazdan menyodorkan kantong plastik berisi bakso di dalamnya.
"Ini apaan."
"Permintaan maaf aku. Katanya kalau cewe lagi marah terus dikasi bakso,marah nya bakal ilang."
"Kamu tau dari mana?."
"Tweet."
"Aku kasih tahu ya. Sebenarnya bukan baksonya yang bikin seneng tapi orang yang mengantarkan nya."
"Aku? bukan nya kamu lagi kesel sama aku?."
"Kamu itu emang gak peka ya."
"Gak peka apaan?."
"Yazdan sebenarnya kalau ada cewek yang ngambek terus kamu datang bawa makanan dia itu senang bukan karena makanan nya,tapi dia senang karena kamu peduli sama dia."
"Terus kalau misalnya aku datang gak bawa apa-apa kamu bakal senang."
"Itu buat cewe di luaran sana,bukan aku. Kalau kamu datang gak bawa apa-apa pastinya aku usir dong."
"Galak amat,syukur aku bawa bakso."
"Seharusnya juga kamu gak perlu kayak gini, tengah malem ngantar bakso."
"Sebagai permintaan maaf aku.Kamu maafin aku kan?."
"Kalau aku gak maafin kamu, berarti aku jahat dong sama kamu.Kamu udah jauh jauh tengah malem bawa makanan masa aku tetap ngambek."
"Ya udah kamu pulang gih sama udah malem."
"Gak di suruh masuk nih."
"Nggak ada nggak ada,ini udah larut kalau kamu bertamu yang ada besok aku jadi topik pembicaraan tetangga."
"Nggak juga sih,tapi kamu harus tetap pergi."
"Kamu jahat banget aku udah jauh jauh nganterin ini masa minum juga gak di buatin."
"Oh jadi gak ikhlas."
"Nggak nggak nggak bukan begitu maksud aku."
"Terus?."
"Ya udah deh aku pulang,tapi bener kan kamu udah maafin aku?."
"Iyaa aku maafin kok,lagian kan aku gak pernah marah sama kamu."bisik Zahra
"Kamu ngomong apa? kamu bilang kamu gak marah sama aku."
"Nggak kok aku nggak ngomong gitu."
"Oh aku tau,kamu mau balas dendam kan. Makanya kamu ngerjain aku pura-pura marah."
"Kamu ngawur,mana ada orang yang marah nya cuma boongan."
"Kenapa kamu gak berani natap mata aku."
"Ya nggak papa.Udah kamu buruan pulang."
"Zahra kenapa masih diluar,siapa yang datang malam malam begini."
"Bukan siapa siapa kok buk,cuma ojek online soalnya tadi Zahra laper pengen ngemil."
"Udah selesai kan, buruan tutup pintunya."
"Iya buk..."
__ADS_1
"Kamu bilang aku tukang ojek."
"Ih kamu tu ya itu kan cuma alasan, kenapa mesti di ribetin sih.Udah buruan sana ntar ibu ngeliat kamu "
"Biarin,Tante ini menantu da.. mmmppp."Zahra menutup mulut Yazdan segera.
"Kamu tuh ya ngapain teriak teriak."
"Aku kan cuma mau ngasih tau mertua aku kalau menantu nya ada di luar."
"Menantu? emang aku mau sama kamu!."
"Jangan secepat itu menolak,aku bakal sabar kok nunggu kamu."
"Terserah kamu, yang penting sekarang kamu buruan pergi dari sini."
"Aku bakal turuti perintah calon istri."
Zahra kenapa masih belum masuk."
"Iya Bu ini mau masuk."Zahra melotot ke arah Yazdan.
"Daa calon istri."
"Zahra kenapa kamu masih di luar? ayo buruan masuk."
"Gak papa kok Bu,ini juga mau masuk."
"Emang kamu pesan apa?."
"Bakso."
"Kamu aneh aneh aja malem malem begini nyari makanan,gak takut gendut."
"Emang bisa Bu."Ibu Zahra mengangguk.
"Terus bakso nya gimana dong? masa di buang kan sayang jatuhnya mubazir."
"Kalau sesekali gak papa kok, segitu takut nya kamu jadi gendut. Takut kalau gak ada lagi orang yang suka."
"Enggak kok Bu,."
"Dengar ya sayang... kalau orang benar-benar cinta sama kita,apapun yang terjadi dia tidak akan meninggalkan kita."
"Iya Bu Zahra tau kok."
"Terus apa yang kamu khawatir kan."
"Zahra cuma takut kalau nanti itu terjadi, pasti baju Zahra kekecilan semua."
"Hahaha ternyata yang difikirkan cuma baju,pantas aja gak ada yang mau ngelamar kamu."
"Ibu... apaan sih kayak anaknya gak laku aja."
"Ibu cuma bercanda, tapi Zahra usia kamu sekarang memang sudah memasuki usia menikah.Apa kamu belum menemukan seseorang yang cocok."
"Ibu tenang aja untuk sekarang Zahra memang belum menemukan seseorang yang tepat,tapi Zahra yakin jodoh Zahra pasti yang terbaik dari sekumpulan orang baik."
"Ibu juga berharap begitu."
"Ibu gak perlu risau karena jodoh itu udah di atur sama Allah."
"Iya ibu yakin kok...Ya udah makan bakso nya selagi panas,ntar keburu dingin gak enak."
"Iya Bu."
"Ibu tidur duluan ya, soalnya ibu udah ngantuk banget."
"Iya buk nggak papa ibu tidur aja."
"Selamat malam sayang."
"Malam bu."
__ADS_1
...*********...