Zahra'S Ark Of Love

Zahra'S Ark Of Love
79.


__ADS_3

Perpustakaan *****umum*****


"Mana sih..."gerutu Zahra sambil menyisir seluruh bagian tak buku tanpa terkecuali.


"Masa sih perpustakaan segede ini tapi nggak ada satu pun buku hukum."


plakkk...


Yazdan yang tiba-tiba muncul di belakang Zahra memukul pelan kepala Zahra dengan buku yang saat ini dia pegang.


"Siapa sih yg nimpuk gue?."Zahra membalikkan badan untuk melihat pelaku yang baru saja menjahilinya.


"Aku.."


"Kurang kerjaan banget jadi orang."


"Kamu cari apa sih dari tadi muter terus?."


"Aku lagi nyari buku."


"Oh kalau gitu kamu lanjut cari aja."


"Ha' gitu doang?."


"Terus apa?."


"Bantuin kek!!.Kamu tu ngeselin ya."


"Jadi ngambek.Ya udah deh kamu nyari buku apa,biar aku bantuin."


"Nah gitu dong.."


"Hmmm..."


"Aku nyari buku apa aja yang pembahasan nya tentang hukum gitu!!."


"Buat apaana sih?,kamu kan kuliahnya udah kelar."


"Banyak tanya ya kamu."


"Kan aku cuma nanya doang masa nggak boleh."


"Kamu bantuin cari deh nggak usah nanya Mulu!."


"Ya udah aku bantu cari kesana."


"Oke gitu dong."


Beberapa menit kemudian....


"Huhhhh.."keluh Zahra sembari duduk di kursi dan menempel kan kepalanya ke meja.


Yazdan berjalan menghampiri Zahra yang terlihat sudah putus asa.


"Gimana ketemu nggak?."


(Yazdan menggeleng kan kepala)


"Ini perpustakaan atau apa sih,masa buku begitu doang satu pun gak ada..!"


"Kamu ngeliat orang sakit nggak?."


"Nggak."


"Yang pakek seragam sekolah?."


"Nggak ada..eh kok kamu ngomong nya ngawur sih.."


"Ya salah sendiri pertanyaan begitu,jelas jelas ini perpustakaan tapi kamu masih aja nanya."ucap Yazdan dengan nada mengejek.


"Ngeselin ya.."Ucap Zahra penuh sarkas.


"Dari pada kamu emosi dan ngomel gak jelas mending tanya aja sama petugas nya,siapa tahu disimpan di sisi lain.."


Zahra menatap Yazdan sebentar kemudian bangkit dari kursinya untuk mencari petugas perpustakaan.


"Permisi mba!."

__ADS_1


"Ada yang bisa saya bantu?."


"Saya mau nyari buku-buku tentang hukum,ada di rak mana ya?."


"Oh buku hukum ada di rak teratas sebelah sana."


"Makasi ya mba.."


Zahra melangkah ke arah rak yang di tunjuk oleh petugas perpustakaan.


"Yahh tinggi lagi."Zahra menatap sekeliling mencari benda yang bisa dia gunakan.


"Nah ini ni, keberuntungan selalu datang tepat waktu."


Zahra mengambil salah satu kursi yang tersusun di sudut ruangan.Dengan kursi sebagai pijakan dia yakin bisa mencapai rak tertinggi itu.


"Akhirnya...,kamu ya kalau jadi buku jangan mesti di cari baru datang.."ucap Zahra mengomeli buku di tangannya.


"Zahra..."panggil Yazdan.


Zahra kehilangan keseimbangan dan hampir terjatuh karena berbalik secara tiba-tiba dan tidak sadar kalau dia berdiri di atas kursi.Untung Yazdan yang dengan segera menangkap Zahra.


"Kamu nggak papa?."


"Nggak papa kok."


"Lain kali hati-hati,kalau tadi kamu jatoh gimana!."


"Eh malah ngomel,denger ya kalau kamu nggak manggil aku tiba-tiba ya kali aku jatuh sendiri."


"Malah ngeyel,kamu nya aja yang gak bisa hati hati."


"Kok jadi nyalahin aku sih?."


"Emang kamu salah!."


"Kamu tuh yang salah ngapain manggil aku."


"Ya kamu juga ngapain naik di atas kursi?."


"Kenapa kamu nggak minta tolong sama aku?."


"Heyy kamu tadi dimana?,kalau tadi kamu ada disini ya gak bakal aku manjat segala."


"Emang kalau perempuan itu gak pernah mau kalah ya."


"Ya emang kodrat nya kalau laki-laki yang selalu mengalah..Kamu mau yang mengalah!."


"Alah udah lah ribut,malas berdebat sama kamu."


"Siapa juga uang mau debat sama kamu!.Minggir aku mau balik."Zahra meninggal kan Yazdan yang masih mengomel sendiri.


"Udah dibantuin bukannya berterima kasih malah nyolot,aku ditinggal lagi.Dasar perempuan!."


Di luar perpustakaan


"Akhirnya nih buku ketemu juga."


"Permasalahan hidup akhirnya berkurang sedikit."


"Tapi tadi Yazdan aku tinggal,gak papa kali ya."


"Ah bodo amat la."


"Tapi dia kan udah nolongin aku."


"Aduh samperin nggak ya?."


"Kan dia yang mau bantuin aku,berarti aku nggak salah dong."


"Pergi aja deh." ucap Zahra bermonolog sendiri.


Zahra meninggalkan halaman perpustakaan dan berdiri di tepi jalan sambil menunggu taxi.


"Apasih nih taxi kagak ada yang mau berenti?."


Yazdan yang melihat Zahra menunggu taxi sengaja mendekati nya.

__ADS_1


"Ngapain?."


"Lagi makan?."


"Terus mana makanan nya?."


"Urusannya sama kamu apa?."


"Oh aku tau, kamu lagi nungguin taxi kan?."


Zahra memutar bola matanya malas meladeni Yazdan.


"Tapi hari udah mulai gelap,dan aku gak ngeliat taxi nih."


"Kamu mau pulang kan?."tanya Zahra dengan senyum yang di paksa


"Iyaa.."


"Terus kamu masih ngapain disini!!."


"Mau nungguin kamu dapet taxi apa nggak?."


"Apa untungnya juga buat kamu?."


"Gak ada sih,tapi melihat ada seorang wanita yang berdiri di tepi jalan sendirian,aku sedikit tidak tega untuk membiarkan nya menunggu seorang diri.Bagaimana pun juga aku adalah seorang pria sejati."


"Dasar g*la!!!."umpat Zahra.


Nih taxi pada kemana sih, Kalau begini pasti dia bakal ngeledek aku terus terusan.


Apes banget hari ini.


Sebenarnya dia disini mau nganterin aku bukan ya,


Apa aku minta dia buat nganterin aku aja kali ya..


Nggak nggak nggak nggak.kalau sampai aku yang minta bantuan bisa turun harga diri aku..


Tapi dari ekspresi nya dia, seperti nya nggak punya niat buat bantuin.Malah keliatan jelas tampang ngeselin nya.


Pokoknya aku nggak bakal ngerendahin diri buat mohon sama dia.


Zahra terus berbicara didalam hati, sementara itu dia tidak sadar kalau Yazdan terus memperhatikan nya dan melihat raut wajah nya yang selalu berubah-ubah.


"Ni anak kenapa ya?."ucapnya hampir berbisik.


"Woyy Zahra."


"Ehh.."Zahra terkejut mendengar teriakan Yazdan.


"Katanya mau nyari taxi,dari tadi banyak yang lewat tapi kamu malah bengong.Jangan jangan kamu mikir minta aku yang anterin kan."


Kenapa dia bisa tahu apa yang aku pikirkan, jangan-jangan ekspresi ku tadi terlihat jelas.


"Malah bengong, Zahra."


"Ah iya itu mana taxi nya?."


"Kamu aneh banget sih,kalau kamu mau minta di anterin ya langsung ngomong aja dong."


"Emang kamu mau nganterin aku?."tanya Zahra penuh harap dan dengan senyum palsu yang dia ukirkan.


"Nggak!."


"Sudah ku duga.Kalau kamu nggak mau nganterin aku ya udah pulang sana."


"Ini kan mau pulang,yang semangat nunggu taxinya."


"Kamu ngeselin banget sih.Omong doang bisa aku ini pria sejati,faktanya malah lebih seperti..."


"Seperti apa?."


"Kamu juga pasti tahu nggak perlu di ucapkan! "


"Kamu fikir aku peduli sama omongan kamu,heh selamat menunggu taxi awak kaki nya sampai pegal."Yazdan melajukan mobilnya dan meninggalkan Zahra.


"Dasar ban*i!!."umpat Zahra kesal.

__ADS_1


__ADS_2