Zahra'S Ark Of Love

Zahra'S Ark Of Love
29.Aryan


__ADS_3

"Lo nguntit gue kan?."Mata Zahra terbelalak mendengar ucapan yang keluar dari mulut laki laki itu.Sekarang posisi Zahra sudah berhadapan dengan nya.


"Siapa juga yang nguntit Lo?."


"Kalau Lo nggak nguntit gue ngapain Lo disini..atau jangan jangan Lo udah mulai suka sama gue makanya Lo ngikutin gue sampai sini!."


"Lo kepedean banget sih!.emang gue gak boleh dateng kesini..emang ini mall punya Lo!!.gue disini dan ketemu Lo itu cuma kebetulan doang, gak usah mikir ya nggak nggak deh Lo."


"Terus yang ngikutin gue di toko aksesoris tadi siapa?."


"Lo salah liat kali gue mana pernah ke toko aksesoris.Lo nya aja ngapain ke toko aksesoris wanita."ucap Zahra gagap.


"Emang gue bilang kalau gue di toko aksesoris wanita?."


"Ahh...itu mmmm."


"Udah deh Lo ngaku aja gak usah banyak ngeles!.Sejak kapan Lo ngikutin gue."


"Terserah Lo mau mikir gimana,gue juga gak ngikutin Lo.Berhubung Lo sekarang ada disini jadi gue gak perlu ribet nyari buat balikin duit Lo!."


"Duit gue?."Tanya Aryan heran.


"Lo kan yang bayar tagihan gue di restoran?."


"Kalau emang iya terus Lo mau gimana bayar hutang Lo."


"Ya pakek duit la!!!.emang gue gak punya duit!."


"Apa gue udah setuju Lo bayar hutang pakek duit Lo."


"Emang harus ada persetujuan dari Lo?."


"Kalau gak,dari siapa dong persetujuan nya.Kan Lo ngutang sama gue."


"Kan sekarang gue mau bayar."


"Emang Lo harus bayar!.Tapi bukan pakek duit."


"Kan gue utang nya duit Lo."


"Kapan Lo ngutang duit gue?.Yang ada waktu itu Lo ngutang sama pihak restoran,terus gue disuruh bayarin tagihan Lo,artinya Lo sama gue itu utang budi!.Paham!!."


"Ahh terserah Lo deh. Jadi Lo mau gimana cara gue bayar.Selama permintaan Lo gak ngawur dan gue masih mampu gue bakal sanggupin!!! karena gue gak suka punya hutang sama orang lain,apalagi orangnya kayak Lo!!!."


"Mmmm gimana ya sekarang gue belum kepikiran,ntar aja deh!."


"Enteng banget Lo ngomong,terus maksud Lo gue harus terus nyari nyari Lo gitu..ogah tau nggak!!!.Lo kira gue gak ada kerjaan."


"Siapa bilang Lo harus nyari gue."


Zahra mengerutkan dahi nya masih tidak mengerti maksud perkataan nya.


"Save nomor Lo!!."Ucap laki laki itu sambil memberikan ponselnya ke Zahra.

__ADS_1


Awalnya Zahra ragu tapi akhirnya dia tetap menyimpan nomornya di ponsel laki laki itu.


"Udah puas Lo!.."ucap Zahra sambil mengembalikan ponsel nya.


"Eh utang Lo juga belum bayar..langsung emosi aja mau niat gak bayar ya."Zahra tidak pedi dengan omongan Aryan yang mengoloknya.Dia langsung membalik kan badan dan meninggalkan laki laki itu yang masih berdiri disana sambil melihat nya.


"Tunggu!!..."panggil laki laki itu menghentikan langkah Zahra.


"Shhhhh apa lagi.."Jawab Zahra kesal,tetapi masih tetap membelakangi Aryan.


"Aryan.."Zahra tersenyum sebentar kemudian membalikkan badan dan membalas Aryan dengan mengolok nya.


"Bodo amat!!."


Zahra langsung pergi dan meninggalkan laki laki itu yang sekarang dia tahu namanya Aryan.


"*~*"


"Ni anak nyusahin gue mulu."


"Minta dicariin jepitan rambut bentuk kupu-kupu lagi..kalau gue tau permintaan nya bakal aneh kayak gini,gak bakal gue iyain dari awal."


"Permisi mas mau cari apa ya?."


"Ini mba jepitan rambut yang bentuk kupu-kupu ada gak ya?."


"Jepitan rambut di sebelah sana mas.."


"Oh makasih ya mba."


"Sebentar mba..."


"Iya ada yang bisa saya bantu?."


"Mba liat cewe itu..itu temen saya mba kayak nya mau nyari sesuatu tapi gak ketemu,mba bisa bantuin nyari kan?."


"Iya mas,saya permisi dulu."


"Gue mau liat apa Lo masih bisa ngikutin gue."


Aryan langsung pergi dan saat Zahra akan mengejarnya dia di hentikan oleh pekerja toko.Zahra sampai kehilangan jejak Aryan.Aryan memilih sebuah jepit rambut tetapi bukan bentuk kupu-kupu.Dia bergegas keluar dari toko setelah membayar jepit rambut dikasir dan langsung menemui seorang wanita yang sudah menunggu nya di lobi.


"Ini yang kamu mau!."


"Ih Abang apaan sih ini kan bukan bentuk kupu-kupu."


"Yang penting kan udah beliin,Abang kan udah tepatin janji Abang."


"Ya kan Dinda mau nya yang bentuk kupu kupu."


"Ah kamu cerewet amat,udah itu aja kan sama sama jepit rambut."


Aryan tiba tiba melihat Zahra mengikutinya lagi,tetapi dia pura pura tidak melihatnya.

__ADS_1


"Gak mau!."


"Abang liat apa sih."


"Udah kamu beli sendiri aja!!.ni pakai ATM abang,tapi jangan di habisin cuma buat beli jepitan rambut aja."


"Okey Dinda beli sendiri."


Biar aku habisin isi ATM nya,kan lumayan belanja gratis..kapan lagi ada kesempatan yang kayak gini.Kalau saldo nya gak nol bukan Dinda namanya. batin Dinda.


"Kenapa senyum senyum sendiri?."


"Kamu jangan mikir buat habisin saldo ATM abang."


"Nggak kok."


"Awas aja kalau habis!!."


"Iyaiya makasi abang ku tersayang."


Dinda pergi meninggalkan Aryan.Saat itu Aryan melihat Zahra yang menabrak cleaning service.Dia langsung menemui Zahra dan menepuk pundaknya.Dia langsung menuduh Zahra menguntit,tetapi Zahra tetap mengelak dengan berbagai alasan.Sifat jahil Aryan pun muncul dan berniat memprovokasi Zahra sampai kesal.Alhasil apa yang dia inginkan tercapai.Bukan hanya Zahra yang terlihat kesal tetapi dia juga mendapat kan nomor telpon Zahra.Sebelum Zahra pergi dia sempat memberitahu Zahra namanya.


"Aryan...."


"Bodo amat!!."Jawaban Zahra membuat nya tersenyum karena dia tahu saat ini pasti Zahra pasti sedang tersenyum juga.


"Zahra Zahra masih aja sama kayak dulu.walaupun Lo gak ingat gue,tapi gue tetap ingat lo sampai kapan pun.Dan gue gak bakal ngasi tau Lo sampai Lo tau sendiri siapa gue."gumam Aryan.


"Woy senyum senyum sendiri."


"Udah!!!!.yuk balik."


"Abang kenapa tadi senyum senyum sendiri."


"Alah banyak tanya lagi ni anak mau balik atau abang tinggal."


"Kan cuma nanya doang!.perlu amat sewot kayak gitu."


"Belanjaan kamu banyak banget!!.kamu habisin duit abang."


"Ihhh kagak ini tabungan yang jajan Dinda."


"Awas ya kalau sampai saldo abang habis."


"Gak bakalan,kan Dinda gak habisin."


Aryan berjalan duluan meninggalkan Dinda dengan barang belanjaan nya.


"Abang tungguin!!!....bukan nya bantuin bawa barang Dinda malah ninggalin!!."


Dinda berusaha mengejar Aryan yang tetap tidak berniat membantunya meskipun Dinda terus berteriak memanggil nya.


"Gak usah teriak teriak buruan jalannya."

__ADS_1


Dengan wajah cemberut Dinda menyusul Aryan yang sudah memperlambat langkahnya.


__ADS_2