Zahra'S Ark Of Love

Zahra'S Ark Of Love
55.Dinner


__ADS_3

"Assalamualaikum."


"Wa'alaikumussalam,nak Yazdan ayo masuk."


"Iya Bu."


"Duduk sebentar ibu buatin minum."


"Nggak usah Bu, ngerepotin!."


"Gk papa sambil nunggu Zahra,ntar sekalian ibu panggilin."


"Makasi ya buk."


Ibu Zahra berjalan ke kamar Zahra sebelum ke dapur membuat kan minuman untuk Yazdan.


"Za, Yazdan udah di depan tu!."


"Iya Bu sebentar lagi Zahra selesai kok."


"Jangan lama-lama kasian Yazdan nya."


"Iya Bu."


Ibu Zahra segera ke dapur membuat kan minuman.Beberapa saat akhir nya selesai dia kembali ke ruang tamu dengan nampan yang berisi minuman.


"Ini nak Yazdan diminum dulu,kata Zahra sebentar lagi dia selesai kok."


"Iya Bu makasi ya."


Zahra duduk di depan cermin nya sambil memperbaiki make up yang dia rasa tidak Sesuai.Sudah beberapa kali Zahra memakai dan menghapus make up nya karena dia menganggap terlalu menor.


"Nah begini kan bagus,tipis tapi cantik."Zahra tersenyum percaya diri melihat pantulan dirinya di cermin.


"Buru-buru keluar deh,ntar Yazdan lama nunggu nya."


Zahra mengambil dompet dan memakai heels nya kemudian keluar dari kamar menuju ruang tamu.Yazdan yang melihat nya datang tak bisa memalingkan pandangan karena Zahra yang terlalu cantik.Dengan balutan gaun hitam yang sederhana tetapi terlihat elegan dan dengan rambut yang di kuncir ke belakang tapi meninggalkan sedikit anak rambut yang menjuntai dan sedikit di pintal.


"Apa yang Lo liat terus,ayo berangkat ntar kemaleman."


"Eh..Tante kita pamit ya,Zahra nya aku bawa dulu."


"Hati-hati,jangan pulang terlalu larut!."


"Iya tante,ayah Zahra mana ya Tan?."


"Dia lagi dinas di luar kota."

__ADS_1


"Oh kalau gitu pamit ya Tante."ucap Yazdan sambil mencium tangan ibu Zahra.


Ibu Zahra mengantar mereka sampai ke depan pintu.Zahra melambaikan tangan kepada ibunya sejenak sebelum meninggalkan halaman rumah.


"Kamu cantik banget hari ini!."


"Makasi pujian nya,tapi kamu tau nggak untuk hasil yang maksimal seperti ini aku menghabiskan waktu seharian penuh."


"Masa sih?."


"Ya iya lah,soalnya dari milih gaun,heels sampai make up itu lama banget tau nggak!."


"Apa semua cewe seperti itu,termasuk kamu?."


"Ya,lumrah nya cewe memang seperti itu semuanya."


"Gimana kalau nanti nya kalian dapat suami yang gak bisa sabar nungguin kalian dandanan."


"Ya kalau dia gak sabar,dia harus terima dong istrinya jelek gak tau fashion."


"Kalau dia terima apa adanya?."


"Gak ada yang namanya terima apa ada nya Dan, walaupun laki-laki bisa terima apa adanya kan gak mungkin waktu kondangan atau pertemuan resmi istrinya gak dandan sedikit pun.Apa dia gak malu?."


"Iya juga sih yang Lo omongin."


"Ya tapi itu kan tergantung suaminya,kalau emang dasar dia jelalatan,mau secantik apapun istrinya pasti bakal kepincut sama yang lebih cantik."


"Begini ya Yazdan,itu kalau perempuan lain lebih cantik dari istrinya dia.Kalau istrinya yang paling cantik ngapain dia sama yang lain.Kecuali emang dia gak cukup sama satu perempuan aja."


"Terus tipe laki-laki yang kamu sukai itu seperti apa?."


"Gak banyak sih cukup dia yang bertanggung jawab,punya pekerjaan,mau bekerja keras gka peduli penghasilan besar atau kecil,rajin sholat,bisa membimbing istri dan anak-anaknya dan berbakti sama orang tua atau pun mertuanya nanti."


"Kamu gak mau yang kaya dan yang good looking gitu."


"Itu memang keinginan setiap orang ya,tapi poin utamanya yang aku sebutin tadi.Untuk apa good looking tapi gak punya rasa tanggung jawab.Buat apa kaya kalau sikap nya itu kasar,suka main tangan.Pokoknya asal kriteria yang gue sebut tadi itu ada dia bisa masuk nominasi.Masalah ganteng atau kaya itu bonus."


"Terus gue termasuk tipe Lo nggak?."


"Emmm masih bisa sih masuk nominasi."


"Oh kalau gitu ntar gue daftar aja."


"Silahkan jangan lupa bawa formulir dengan data diri yang lengkap."Zahra tertawa setelah mengatakan kalimat itu.Baginya tak ada kata kata Yazdan yang serius.Dimatanya semua hanya candaan.Berbeda dengan Yazdan sendiri yang merasa dirinya ingin memiliki hubungan yang serius dengan Zahra. Tetapi kata-kata Zahra sukses membuat nya berfikir untuk lebih memperbaiki diri agar kelak dia bisa menjadi laki-laki yang sesuai dengan keinginan Zahra.


Mereka sampai di depan The Westin hotel.Hanya dengan menggunakan lift mereka akan dapat mengakses Hensin roof top yang ada di atas The Westin hotel.

__ADS_1


"Lo nervous kan?."


"Lo kok tau gue lagi nervous?."


"Tampilan lo yang begini,jangankan gue orang yang lewat aja pasti tau kalau lo lagi nervous."


"Gue gak berani masuk!."


"Lo gak percaya diri?."


Zahra mengangguk sekilas.


"Terus kita balik dan semua penampilan Lo dan kerja keras Lo seharian ini sia-sia gitu!."


"Duh tapi gue beneran gak percaya diri!."


"Genggam tangan gue dan Lo hanya perlu menatap ke depan,jangan hiraukan orang yang ada disekitar Lo."


Zahra menggenggam tangan Yazdan, kehangatan dari tangan nya memang membuat Zahra merasa sedikit tenang.Dia yakin kalau dia terus bergandengan dengan Yazdan pasti tidak akan terjadi sesuatu seperti yang dia bayangkan.


Mereka mulai melangkah berjalan ke dalam hotel layaknya sepasang kekasih.Mereka masuk dengan tiket meja yang sudah di pesan Yazdan terlebih dahulu.


"Lho kamu udah booking tempat nya?."


"Iya."


"Kenapa kamu booking lebih awal?."


"Kamu gak tau, tempat ini itu selalu ada yang pesan.Kalau aku gak booking lebih dulu mungkin kita gak bakal bisa duduk di posisi yang paling fantastis."


"Fantastis?."


"Kamu liat aja nanti."


"Kita udah nyampe,dan tempat duduk kita Disana!. ucap Yazdan sambil menunjuk sebuah meja yang berada di balkon.Meja itu langsung mengarah pada pemandangan malam kota Jakarta yang indah.Meja terhias dengan lilin yang terbuat dari madu.Yazdan mempersilakan Zahra duduk dengan hormat.Suasana yang sangat romantis, beberapa pelayan datang membawa makanan yang sudah Yazdan pesan lebih awal.


"Ini makanan kesukaan aku semua,kamu ko tau sih!."


"Semua tentang kamu aku tau!."


Pipi Zahra memerah dan memanas mendengar ucapan Yazdan.Dia memilih untuk berpura-pura tidak mendengar.


"Ayo makan ntar keburu dingin gak enak Lo."


Yazdan mengangguk sambil tersenyum melihat Zahra yang terlihat sedikit malu.Baginya itu adalah tampilan Zahra yang sangat menggemaskan.


Tanpa mereka sadari, mereka sudah semakin dekat.Dari cara bicara terdengar sudah semakin akrab.Makan malam itu berlangsung dengan sangat romantis yang meninggalkan kesan indah untuk mereka berdua.Di hiasi dengan lampu rumah yang ada di sekitar hotel menambah keindahan pemandangan malam di atas hotel itu.

__ADS_1


__ADS_2