Zahra'S Ark Of Love

Zahra'S Ark Of Love
Parangtritis


__ADS_3

"Ayah kamu lumayan ya?."


"Lumayan apaan?."


"Lumayan buat bantuin senam jantung!."


"Hahahaha ayah aku cuma bercanda kok!."


"Tapi becanda nya bisa aja buat orang serangan jantung."


"Hahaha masa sih mental kamu lemah,Ayah aku cuma mau menguji kamu doang."


"Emang ayah kamu the best lah,cara pengujian nya unik."


"Hahahaha."


"Tapi ayah kamu emang begitu ke semua teman yang jemput kamu?."


"Cuma temen laki-laki aja."


"Sebenarnya tujuan ayah kamu apa?."


"Dia cuma mau lihat mental kamu!."


"Harus banget ya?."


"Memang seperti itu."


"Fungsi nya apasih?."


"Aku juga gak tau pola fikir ayah aku, tapi yang pasti dia punya alasan tersendiri buat ngelakuin hal aneh seperti itu."


"Sebelum ini apa pernah ada yang di interogasi seperti itu sama ayah kamu?."


"Sepertinya gak ada deh."


"Masa sih cuma aku?."


"Ya iyalah orang yang ketemu ayah aku itu cuma kamu aja."


"Maksud nya."


"Temen aku kalau mau ke rumah pasti nanya dulu,ayah aku ada apa nggak!."


"Berarti aku sendiri yang sial."


"Gak juga sih, ada satu orang lagi yang mengalami hal sama seperti kamu."Zahra berbicara dengan senyum pahit dan tatapan sendu yang terarah ke depan.


"Mau cerita?."


"Nggak nggak kok,aku cuma keinget doang."


Yazdan tak memaksa Zahra untuk bercerita.Melihat dari raut wajah Zahra, Yazdan tahu kalau saat itu Zahra pasti sedang memikirkan sesuatu yang menyakitkan.


"Gimana tugas-tugas kamu?.Ucap Yazdan mengalihkan pembicaraan.


"Sampai sekarang masih aman kok."


"Kalau aku boleh ngasi saran ni ya, mending kamu coba dulu kasus kecil untuk mengetes kemampuan kamu."


"Niat aku juga gitu,tapi masih belum ketemu kasus apa."


"Kenapa bisa begitu? Bukannya banyak kasus sederhana yang mudah di selesai kan!."


"Ya tapi tidak ada yang sesuai keinginan ku."


"Ya ampun Zahra, pekerjaan sebagai seorang pengacara itu bukan sesuai keinginan mu.Itu semua bergantung pada ketulusan.Jadilah seorang pengacara yang mampu menegakkan keadilan."


"Aku akan berusaha seperti yang kamu inginkan."


"Tunggu."


"Apa?."


"Kenapa aku merasa kau akan menjadi seseorang seperti yang aku inginkan."


"Ah aku hanya mengatakan akan mengikuti kemauan mu untuk menjadi pengacara yang adil.Bukan ingin menjadi perempuan seperti yang kau inginkan."


"Hahaha aku hanya bercanda,kenapa kau begitu mudah malu."

__ADS_1


"Siapa yang malu,aku hanya memperjelas kata kataku saja."


"Iya aku percayaaa..."Yazdan tersenyum karena bisa melihat ekspresi malu Zahra.


Untuk menghindari tatapan Yazdan, Zahra hanya menatap ke arah luar kaca jendela mobil.


Karena waktu perjalanan yang lumayan lama Zahra tertidur dengan pulas.Yazdan yang melihat keadaan Zahra melepas jaket nya dan menyelimuti Zahra yang sedang tidur lelap.


Pukul 17:09 mereka tiba di pantai Parangtritis,lebih lama dari perkiraan.Yazdan langsung memarkirkan mobilnya.


"Za bangun."Ucap Yazdan sambil menepuk-nepuk pipi Zahra.


"Za Bangun dong udah nyampe nih."


"Huahhhh...."Mata Zahra terbelalak melihat jarak wajah Yazdan sangat dekat.


"Ngapain kamu dekat-dekat."refleks Zahra mendorong Yazdan.


"Namanya juga mau bangunin kamu!."


"Harus banget dekat begitu."


"Bawel ah,mau turun nggak."


Zahra melihat ke luar mobil.Udara khas pantai langsung terasa.Segar, tentram dan menenangkan begitu lah suasana yang saat ini dirasakan Zahra.


"Aaaaa senang amat..."teriak Zahra ke arah laut lepas.


"Ngapain teriak-teriak kayak orang utan aja."


"Biarin, emang kamu rugi?."


"Gak rugi,tapi telinga aku jadi budeg."


"Tinggal tutup aja kan gampang."


"Gak malu apa di liatin banyak orang."


"Bodo amat."


Yazdan menghela nafas kasar melihat kelakuan Zahra.Tetapi hal ini juga yang membuat nya merasa Zahra berbeda dari kebanyakan wanita yang pernah dia temui.Zahra lebih terbuka dan bersikap seadanya.Apa yang terlihat, itulah dia yang sebenarnya.


"Kapan kamu pesan?."


"Saat kamu teriak-teriak nggak jelas di pinggir pantai."


Zahra berjalan mendekati Yazdan.Duduk di kursi pantai yang sudah disewa oleh Yazdan.Menikmati keindahan sambil minum air kelapa.


"Kamu sudah pernah kesini?."


"Pernah kok.Tapi udah lama banget waktu aku masih kelas 2 SD."


"Seterusnya gak pernah lagi?."


"Nggak.Kamu sendiri?."


"Dulu sering,dari masa SMA.Break 2 tahun dan baru hari ini kesini lagi."


"Waktu SMA? kok bisa kamu sering datang kesini."


"Bisa dong,"


"Artinya kamu udah gak asing dong kalau cuma sekitar Jakarta."


"Kenapa kamu bisa seyakin itu?."


"Bukti nya ke Jogja aja kamu bilang udah sering.Kan sama aja artinya kalau kamu udah bosan dengan jalanan Jakarta."


"Gak bisa di bilang bosan sih,tapi emang aku hobi cari tempat dan hal-hal baru."


"Jadi laki-laki mah enak,kemana mana bebas.Lah aku mau keluar bareng temen aja mesti nunggu timing yang tepat."


"Kamu mau sering di ajak jalan?."


"Jelas lah."


"Aku siap kok temenin kamu kemana pun."


"Luh uluh akang teh kalau ngegombalin cakep pisan euyy!."ucap Zahra sambil mencubit pipi Yazdan.

__ADS_1


"Apa sih Za,bukan di cubit tapi di cium,."


"Ogah!!."Zahra mengejek Yazdan yang sekarang sedang tertawa melihat tingkah nya.


"Kamu gak mau foto?."


"Mau sih,tapi apa kamu mau jadi fotografer nya?."


"Asal bisa bikin kamu seneng kenapa nggak!."


"Bener ya?."


"Iya.."


"Ayo aku mau foto di pinggir sana."Zahra menunjuk tepi pantai yang berombak.


Yazdan berdiri dan mengikuti Zahra pergi.


"Nih yang bagus ya,awas kalau gak bagus!."perintah nya sambil memberikan ponselnya.


Zahra berpose sesuai keinginan hatinya. Yazdan mengambil foto Zahra dengan santai.


"Udah..."


"Cepat amat,mana mana sini aku liat dulu..."


Zahra mengambil ponsel nya dan melihat hasil jepretan Yazdan.Ternyata benar dugaan nya hasil nya sangat mengecewakan.


"Kok posisi kepala aku miring sih,kamu yang bener dong!."


"Itu kan udah bagus."


"Bagus dari mana mau di bolak-balik ni hp juga gak bakal bagus."


"Ya udah ya udah sekali lagi ya!."


"Awas kalau jelek!!."


"Iyaaa."


"Udah!."


"Mana hasilnya."


Yazdan menunjukkan hasil jepretan nya yang sekarang kepada Zahra.


"Ya ampun bagus banget,sekali lagi ya."


"Sudah ku duga."ucap Yazdan malas.


Yazdan mengambil foto Zahra dan langsung di cek oleh Zahra.Begitu lah seterusnya kalau bagus dia akan memuji Yazdan,tetapi jika hasil nya tidak sesuai dengan keinginan Zahra dia akan terus mengeluh dan meminta Yazdan untuk mengambil ulang foto dirinya.


"Ya ampun bagus banget,thanks ya Dan.Kamu mau foto juga?."


"Gak,aku udah banyak foto di sini."


"Oh gitu,tapi foto bareng aku gak ada kan?."


Yazdan mengangguk.Segera mungkin Zahra memanggil salah satu pengunjung untuk mengambil foto mereka berdua.


"Bagus banget,Makasi ya mba.Mba jago banget ngambil foto nya."


"Gak juga mba,itu karena mba sama mas nya aja yang serasi."


Zahra tersenyum tipis membalas ucapan itu.


"Iya mba kita emang serasi,sekali lagi makasih ya mba."


"Awwww." Zahra mencubit perut Yazdan.


"Sakit tauuu.."


"Makanya jangan asal ngomong."


"Siapa juga yang asal ngomong?."gumamnya.


"Apa?."


"Gak ada apa-apa kok."

__ADS_1


Zahra kembali ke kursi pantai nya sambil meminum kelapa muda.Sementara Yazdan terus mengikuti kemana dia pergi.


__ADS_2