Zahra'S Ark Of Love

Zahra'S Ark Of Love
21.Gelisah


__ADS_3

"Ya ampun sakin keselnya sampai lupa balikin jaket Yazdan.Besok aja deh,gue capek mau istirahat!! ngantuk banget lagi..."


"Ini semua tu karena cewek kurang ajar yang nyiram gue pakek minuman,kok gue ngerasa dia cinta bertepuk sebelah tangan ya.."


hahahaha


"Ah udah lah ngapain gue mikirin dia,kalau banyak yang suka sama Dafi ya wajar secara dia juga good looking,good attitude kaya lagi kalau menurut penglihatan perempuan dia kan udah termasuk perfect."


"Terserah mereka yang penting gue gak sama seperti mereka!."


"Mending gue tidur buat ngisi baterai biar besok full dan semangat lagi."


Sudah satu jam Zahra merasa gelisah dia tidak bisa tidur.Entah apa yang terus mengganjal hatinya.Zahra merasa panik dan detak jantung nya berdetak kencang.Sekujur tubuh nya pun mulai berkeringat.


"Gue kenapa ya,...kok rada rada gelisah gini, perasaan gue gak enak!."


Zahra melangkah ke dapur mengambil segelas air putih.Karena tidak bisa tidur Zahra memainkan ponselnya dan menghidupkan lampu.Ketika sedang asik dengan ponselnya Zahra mendengar sebuah suara dari dapur rumahnya.


"Kok kayak ada yang nyalain kompor ya.."


"Tadi kan gue baru dari dapur,gak ada siapa siapa."


Zahra merasa penasaran dan aneh siapa yang memasak di dapur malam malam begini.Awalnya dia merasa takut,tetapi rasa penasaran nya mengalahkan rasa takutnya.Zahra melangkahkan kaki nya perlahan menuju dapur.Dan benar saja semakin Zahra mendekati dapur terdengar seperti seseorang yang sedang memasak.


"Duh kok gue jadi gemetaran gini ya.."Zahra bergumam dalam hati dan menghentikan langkahnya.


"Lanjut atau balik ke kamar ya?...kalau gue balik takutnya itu maling lagi mau numpang makan, tapi kalau gue lanjut siapa tau itu bukan manusia malah makhluk halus lagii.Duh gimana ya?.."Zahra panik sambil menggigit ujung jari nya.


Dia memilih untuk tetap pergi ke dapur walaupun dalam keadaan takut.Sesampainya di depan pintu dapur Zahra menghentikan langkahnya karena melihat seorang wanita memakai daster sambil memasak.Zahra merasa sangat ketakutan dan mulai mundur perlahan takut langkahnya meninggalkan suara.


Itu siapa ya? dari bentuk tubuh nya gue yakin kalau itu bukan ibu!.


Tapi di rumah ini cuma ada kita bertiga..


Zahra terus berdebat dengan hatinya.


Karena terus mundur tanpa menoleh ke belakang Zahra merasa menabrak sesuatu seperti anak kecil hingga terjatuh.Zahra semakin gemetar dan ketakutan sambil berteriak.


Ahhhhhhh...


"Tante kenapa teriak kan yang jatoh Rafa..."


Mendengar suara anak kecil itu Zahra langsung membalikkan badan dan memang benar ternyata itu Rafael keponakan nya.


"Lho kalau Rafael disini berarti yang di dapur tadi kak Aira dong."

__ADS_1


Tiba tiba semua orang berkumpul dan mulai memastikan keadaanku.Mereka semua terkejut mendengar teriakan ku tadi.


"Kamu kenapa Za?.."tanya kak Aira.


"Gak papa kok kak.."


"Kalau gak ada apa apa terus kenapa kamu teriak malam malam begini?.."tanya.


"Itu buk tadi ada cicak nempel di baju Zahra..."


"Terus kenapa kamu udah malem begini masih belum tidur?."


"Ya tadi itu Zahra gak bisa tidur,terus Zahra dengar kalau ada suara orang yang lagi masak di dapur,makanya Zahra keluar mau ngecek!."


"Kamu bikin seisi rumah kaget aja!!!."


"Hehehe maaf yah, ngomong-ngomong kak Zikri kapan dateng nya?."


"Baru tadi.."


"Kok gak ngasi tau Zahra!!."


"Ibu bilang kamu lagi kencan kan gak mungkin kakak gangguin.."


"Ihhh kencan apaan sih kak cuma nenemin temen ke acara reunian aja.."


"Karena temen aku minta tolong aja kalau gak ya ogah Zahra pergi!."


"Berarti temen kamu itu spesial dong,buktinya kamu bisa bisa nya bantuin dia buat ngelakuin hal yang gak kamu suka.."


"Kak Zikri apaan sih,cuma temen doang!!.."


"Awalnya temen sih tapi lama lama.."


"Kak zikiri ngeselin banget,ngilangin mood aku aja!!."


"Kalau suka itu gak perlu di tutup tutupin, ngomong aja langsung.."


"Kak Zikri....."


"Udah udah tengah malam kok pada ribut..malu sama tetangga.."


"Zahra balik ke kamar!!..."


"Dasar kak Zikri ngeselin!!.."

__ADS_1


Zahra kembali ke kamarnya dan melihat beberapa panggilan masuk dari Safira yang tidak dia sadari karena ponsel nya di tinggal di kasur.


"Ngapain ya malam malam gini Fira nelpon,telpon balik aja deh siapa tahu ada hal penting."


Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan coba lah beberapa saat lagi.


"Kok gak aktif,coba lagi deh."


Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan coba lah beberapa saat lagi.


"Sama aja, Fira mau ngomong apa yabkayaknya penting deh soalnya Fira nelpon udah berkali kali."


"Udah tidur kali ya,besok gue coba hubungi lagi deh siapa tau aktif!."


Zahra mematikan ponsel nya dan mulai berbaring di kasur.Perasaan gelisah nya tadi sudah hilang dan dia sudah merasa lebih tenang.Zahra menarik selimut dan mematikan lampu kamar nya.


"*~*"


"Farhan kamu mau kemana!!!..tunggu aku Han!!..kamu jangan jalan cepat cepat!!!... Farhan tunggu!!!."


Farhan terus berjalan tanpa menghiraukan Zahra.


"Farhan aku bilang tungguin!!!.."


Zahra menarik tangan Farhan agar berhenti.


"Maaf Za kamu bukan cinta sejati aku.."


Farhan melepaskan tangan Zahra dan kembali berjalan tanpa menghiraukan Zahra yang terus memanggil nya.Karena terlalu semangat mengejar Farhan tiba tiba kaki Zahra tersandung.Dia terjatuh dan kaki nya terkilir.


"Farhan tunggu!!!..."


Tapi Farhan terus berjalan tak memperdulikan nya yang sedang kesakitan.Dia melihat Farhan sedang menggandeng seorang wanita dan mereka tampak bahagia bersama.


"Farhannnnnn........"


hosh hosh hosh..


Zahra ngos-ngosan dan keringat membanjiri tubuhnya.Mimpinya tadi terasa benar benar nyata.Dia tahu bahwa dia telah kehilangan Farhan tapi mengapa bahkan dalam mimpi pun dia tidak rela melepaskan Farhan.Zahra menjambak rambutnya frustasi.


Dia mulai menyadari bahwa dirinya tak bisa hidup tanpa Farhan.Dia hanya bisa melupakan Farhan untuk sementara waktu,dan di waktu waktu tertentu dia akan tetap memikirkan Farhan.Dia belum bisa menerima kenyataan bahwa Farhan tidak akan pernah bisa bersama dengannya lagi.Dia mengambil ponsel nya dan melihat foto Farhan yang masih dia simpan.Air mata nya mulai mengalir tak henti.


"Farhan.. bantu aku buat ngelupain kamu..Aku gak sanggup kalau terus begini..kamu gak ngerasa kasihan sama aku..han bisa gak kamu pergi sendiri dari fikiran aku..jangan siksa aku dengan semua kenangan kita..aku gak mau terus tenggelam dengan perasaan aku sendiri..buat aku benci sama kamu han..sampai aku gak punya waktu buat ingat semua kenangan kita.."Zahra berbicara dengan foto Farhan sambil terisak isak mengeluarkan semua rasa sakit nya yang sampai saat ini masih bertahan dan enggan pergi.


"Seandainya waktu bisa di putar Han... seharusnya saat kamu ngomong mau ngajak nikah,aku langsung terima tanpa banyak pertimbangan..tetapi aku terlalu egois han..aku ingin semuanya karir, kebahagiaan, kebanggaan,ketenaran dan kamu dalam waktu bersamaan.Aku terlalu serakah karena menginginkan semua kebahagiaan selalu berada padaku.Aku gak pernah mikirin kesulitan kamu..aku terus minta kamu ngertiin aku tapi aku gak mau ngertiin kamu.Aku nyesal Han!!!....aku gak sanggup terus hidup dengan bayang bayang kesalahan aku.."

__ADS_1


Zahra terus menangis semalaman sampai dia lelah sendiri hingga tertidur.Matanya sembap karena terus terusan menangis.Mimpi buruk itu membangkitkan kenangan kenangan indah nya dengan Farhan dan membuat nya terus tersiksa dan tidak bisa lepas dari masa lalu nya.Zahra merasa sekuat apapun dia mencoba melupakan Farhan dia tetap tidak akan sanggup.Rasa cintanya mengalahkan kebencian nya dengan Farhan.Tak ada hal yang membuat nya membenci Farhan sepenuhnya karena dalam situasi ini, bukan hanya dia sendiri yang tersiksa bahkan Farhan pun merasa kan hal yang sama.


__ADS_2