
Farhan menelpon ibunya untuk memberitahu kan kabar duka ini.
"Assalamualaikum ma..."
...Wa'alaikumussalam.Kenapa suara kamu serak sayang, seharusnya kan senang baru selesai liburan....
"Iya ma awalnya aku senang.Tapi akhir nya...."
Kenapa? apa kamu bertengkar lagi dengan Aisyah?
"Bukan ma,aku udah baikan sama Aisyah.."
Bagus dong,mama tahu suara kamu serak karena kecapekan kan?
"Nggak ma.."Air mata Farhan tak terbendung.Suara nya yang sedang menangis terdengar jelas.
Kamu nangis.Ada apa Farhan?
"Ma kami mengalami kecelakaan!."
Tapi kalian gak papa kan?
"Aku sama Arfan gak papa ma,tapi Aisyah dia...."
Kenapa dengan Aisyah? Farhan jawab Aisyah kenapa?.
"Aisyah meninggal ma.."Farhan menangis sejadi-jadinya.
Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un.
Bagaimana hal ini bisa terjadi?.
"Ini semua salah Farhan, Farhan yang tidak menyetir dengan benar."
Jangan salah kan diri kamu terus,ini sudah takdir.Tidak bisa di ubah..
"Tapi ma Farhan yang menyebabkan kecelakaan."
__ADS_1
Sudah berhenti menyalahkan diri sendiri.
Sekarang kalian ada dimana?.
"Kita masih di rumah sakit ma, sebentar lagi Farhan akan bawa jenazah Aisyah pulang."
Kamu jangan menyetir,minta petugas rumah sakit mengantar kalian.Mama akan mempersiapkan proses pemakaman Aisyah.
Assalamualaikum...
"Wa'alaikumussalam."
Ibu Farhan menutup telepon dan mulai memberi kabar kepada semua keluarga.Setelah itu mereka mempersiapkan perlengkapan pemakaman Aisyah.Isak tangis mengiringi mereka.
Farhan sekarang sudah berada di sebuah mobil ambulans.Dia terus menemani Aisyah sambil menangis dan menyalahkan dirinya atas kecelakaan tersebut.
"Aisyah kenapa kamu pergi secepat ini? aku masih belum sempat membuat banyak kenangan di antara kita."
"Bukankah kau masih ingin di ajak jalan-jalan saat aku punya waktu libur?."
"Apa kamu tega meninggalkan Arfan yang masih sangat membutuhkan kamu."
Ucapan pilu Farhan memang mengundang tangis siapa saja yang mendengar nya.Walau sebanyak apapun dia berbicara, Aisyah tetap tidak merespon dan masih setia dengan wajah pucat tanpa emosinya.
Sesampainya di rumah Farhan mereka langsung menurunkan jenazah Almarhumah Aisyah dan membawanya masuk ke dalam rumah.Mereka tak ingin memperlama proses pemakaman yang akan menjadi penderitaan Aisyah.
Segera mereka memandi kan jenazah Almarhumah Aisyah dan mengkafaninya.
Jenazah Almarhumah Aisyah juga sudah selesai di sholat kan.Pidato demi pidato sudah disampaikan.Air mata mereka terus menetes membasahi pipi.Farhan memeluk Aisyah untuk terakhir kalinya sebelum jenazah Almarhumah Aisyah di kuburkan.
Terakhir mereka langsung mengantar Aisyah ke tempat peristirahatan terakhir nya.Sepaling alfatihah di bacakan di depan makan Almarhumah Aisyah.Isak tangis bagai musik pilu yang mengiringi kepergian Aisyah dari dunia ini.
Satu persatu tetangga sudah pergi meninggalkan makan Aisyah.Tinggallah Farhan,ibunya,ayah Aisyah dan Arfan yang sedang di gendong ibu Aisyah.
Farhan berlutut di samping makam Aisyah dia benar-benar kehilangan.Dulu waktu dia memutuskan untuk meninggalkan Zahra dia tidak merasa sakit yang seperti saat ini.
Jika meninggalkan Zahra dia masih bisa melihat dari kejauhan walau tak bisa memiliki nya.Tetapi Aisyah pergi untuk selamanya di tak akan tahu lagi kemana harus mencari Aisyah.
__ADS_1
"Aisyah ini semua salahku,aku yang menyebabkan kecelakaan sehingga membuat mu pergi meninggalkan ku.Aisyah aku yang bersalah kenapa bukan aku yang meninggal saat kecelakaan."
"Farhan istighfar,hidup mati itu sudah merupakan takdir yang sudah ditetapkan Allah.Jangan menyalahkan diri sendiri dan jangan berfikir untuk merubah takdir.Sungguh itu salah satu perbuatan syirik."ucap ibunya.
"Iya Farhan Aisyah pasti tak ingin kamu bersedih seperti ini.Mama yakin dia ingin kamu bahagia dan menjalani kehidupan kamu dengan baik."sambung ibu Aisyah.
"Rawat Arfan dengan baik,itu akan membuat Aisyah bahagia di sana."kata ayah Aisyah
Sebenarnya mereka lebih hancur melihat kematian Aisyah yang begitu tragis.Tetapi mereka harus sabar dan lebih kuat agar bisa menjadi contoh untuk Farhan, walaupun batin mereka sangat teriris atas kepergian putri satu-satunya.
Mendengar ucapan mereka Farhan sadar,tak ada gunanya dia menangis meratapi kepergian Aisyah.Dia menatap Arfan dan mulai menggendong nya.
"Arfan papa janji,papa yang akan gantiin mama kamu buat jagain kamu.Arfan jangan nakal ya.Jangan pernah menyalahkan papa kalau papa gak bisa melakukan hal seperti yang dilakukan mama."Farhan berusaha tersenyum mengucapkan kalimat itu.
Kemudian dia kembali duduk di samping makam Aisyah.
"Aisyah aku pasti akan merawat Arfan dengan baik.Kamu jangan khawatir aku akan berusaha dengan keras.Aku akan buktikan kalau aku bisa.Kamu tenang dan lihat dari sana,aku pasti tidak akan mengecewakan kepercayaan mu."
Ibu Farhan membantu Farhan berdiri.Arfan sudah kembali di gendong neneknya.Mereka pergi meninggalkan makam Aisyah.
Walaupun Farhan sudah berjanji akan memulai hidup nya dengan baik,tapi nyatanya semua ini sangat sulit.Dia masih belum bisa melupakan bayang-bayang Aisyah.Apalagi sekarang dia harus mengurus Arfan yang faktanya dia tidak tahu caranya sedikit pun.
"Farhan biar ibu yang rawat Arfan kamu fokus saja bekerja."
"Bisakah kalian membiarkan kami merawat Arfan,mungkin Arfan bisa menggantikan Aisyah di rumah."ucap ibu Aisyah.
"Rumah kami akan terasa sunyi jika Arfan tidak bersama kami.Kalian bisa sering mengunjungi Arfan dan kami juga akan sering membawa Arfan mengunjungi kalian."lanjut ayah Aisyah.
"Baiklah kalian bisa membawa Arfan, lagipula aku tidak yakin kalau Farhan bisa merawat Arfan dengan baik.Jangan kan untuk merawat Arfan,bahkan merawat dirinya sendiri untuk saat ini pasti dia tidak bisa."
Mengingat orang tua Aisyah hanya memiliki Aisyah sebagai anak tunggal mereka menyetujui permintaan mereka.
Farhan membantu ibunya mengemas barang Arfan.Sebelum orang tua Aisyah membawa Arfan pergi,Farhan memeluk Arfan sebentar dan mencium nya.
"Jangan nakal ya sayang,jangan menyusahkan nenek dan kakek.Ayah pasti akan sering mengunjungi mu."
Setelah mengucap kan kalimat itu Farhan menyerah kan Arfan kepada mertuanya.Dia berusaha tegar dan memenuhi janjinya pada Aisyah.Dia kembali ke kamar untuk menenangkan diri.
__ADS_1
Saat masih berdiri di pintu kamar,semua kenangan nya dengan Aisyah terekam kembali di dalam memori nya.Semakin melangkah semakin banyak kenangan yang terlintas di fikiran Farhan.
Siapa yang tidak merasa terpukul atas kehilangan salah seorang yang begitu disayangi.Hanya saja cara kita menghadapi ujian itu berbeda.Kita sebagai manusia hanya bisa sabar dan memohon ketenangan hati dari sang maha pencipta.Dan berdoa agar almarhum di terima disisi Allah.