
"Kenapa mukanya kusut begitu.?"
"Dia sudah menemukan seseorang yang bisa mencintai dan menjaganya dengan tulus."
"Siapa? Zahra?."
"Hmmm."
"Apa dia mau nikah? Dia ngasi kamu surat undangan?."
"Bukan."
"Terus?."
"Tadi aku ngeliat dia nyebrang jalan,karena gak hati-hati dia hampir tertabrak mobil."
"Terus dia gak papa?."
"Dia gak papa,cuma ada sedikit luka di lengannya."
"Kenapa kamu gak bawa langsung ke rumah sakit sih!!."
"Udah ada kok yang bawa."
"Siapa? kamu kenal?."
"Aku nggak tahu,mungkin pacarnya."
"Apa kamu yakin kalau itu pacarnya,siapa tahu kan cuma teman doang?."
"Walaupun sekarang hanya sekedar teman... tapi melihat perlakuan nya terhadap Zahra,aku yakin suatu saat nanti dia pasti menjadi seseorang yang begitu penting dalam hidup Zahra."
"Kamu masih belum bisa melupakan dia?."
"Selama ini aku hanya menipu diriku sendiri. Aku pernah bilang kalau seandainya aku lebih dulu bertemu Aisyah,apa aku akan memiliki perasaan yang sama saat aku bersama Zahra.Ternyata aku salah.. orang yang selama ini selalu aku pikirkan dan aku cintai hanya satu orang.Apakah dia datang lebih dulu atau terlambat,aku tidak peduli. Karena aku sadar,sampai saat ini hanya ada satu orang yang selalu menempati posisi itu."
__ADS_1
"Lalu bagaimana dengan laki-laki yang kamu temui di jalan dan kamu juga bilang kalau dia sangat peduli terhadap Zahra."
"Mungkin sudah keputusan yang tepat jika aku tidak kembali lagi ke sisinya. Lagi pula apa yang bisa aku harapkan,sudah beberapa kali aku menyakiti dan membuat nya menangis.Dia menemukan seseorang yang tulus,itu sudah merupakan kebahagian yang harus dia terima dan tidak dapat dia miliki jika bersamaku."
"Farhan, keputusan ada di tangan kamu. Kamu mau balikan sama Zahra atau mau berhenti di tengah jalan terserah kamu. Karena ini bukan keputusan untuk sementara. Kamu bisa aja kembali dengan Zahra walaupun cara nya rumit aku yakin kalian pasti bisa bersama,karena usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil. Tetapi apa kamu yakin kalau nanti nya kamu tidak akan pernah menyakiti nya lagi.Dan satu lagi,Kamu sudah punya Aryan. Belum tentu Zahra bisa terima Aryan!!."
"Aku rasa dia bisa menerima Aryan karena aku tahu pasti sifatnya."
"Kalau pun Zahra bisa menerima anak kamu,apa keluarga nya bisa?."Farhan terdiam sejenak setelah mendengar kata-kata Raja yang bagaikan petir menyambar.
"Terus menurut kamu apa yang harus aku lakukan sekarang?."
"Lebih baik kamu fikir kan matang-matang terlebih dahulu,agar kelak tidak ada penyesalan lagi diantara kalian berdua."
"Apa dari awal aku udah salah karena gak ngomong apa apa sama Zahra?. Kalau aja waktu itu aku cerita yang sebenarnya, walaupun kita tidak bisa bersama mungkin masih bisa berteman."
"Sudah lah,untuk apa memikirkan hal yang sudah berlalu. Masa depan masih jauh dan perjalanan masih panjang, ikuti saja takdir karena rencana-Nya lebih baik dan bagaimana kedepannya tidak ada yang tahu."
"Yang kamu katakan benar,aku terlalu mengikuti kata hati ku sampai aku lupa kalau perihal jodoh dan maut sudah di tetapkan oleh-Nya."
"Oh ya besok malam alumni SMA kita mau ngadain reunian,kamu ikut kan?."
"Tapi apa kamu gak mau ketemu Zahra?."
"Zahra ikut?."
"Aku juga gak tahu,tapi menurut aku Zahra itu orang nya aktif.Jadi aku yakin dia pasti bakalan hadir. Kamu juga bakal punya kesempatan buat ngomong langsung sama dia."
"Apa aku sanggup... melihat nya saja bibir ku seakan tertutup rapat dan tidak bisa mengatakan apapun. Dan satu lagi,apa kamu yakin Zahra mau bertemu denganku setelah semua yang terjadi."
"Farhan kamu jangan terlalu banyak berfikir tentang kemungkinan yang kamu belum tahu bagaimana nantinya!. Aku yakin kok kalau kamu bisa berbicara baik-baik dengan Zahra dan aku yakin dia pasti mau mendengarkan kamu. Yang terpenting sekarang kamu harus berusaha, siapa tahu kalau Zahra melihat usaha kamu dia bakal tersentuh dan mau balikan lagi sama kamu."
"Apa kamu sungguh bisa menebak apa yang difikirkan seorang Zahra?."
"Aku memang tidak terlalu mengerti,tapi ada satu hal yang aku tahu... Zahra pasti masih punya rasa buat kamu walaupun sedikit."
__ADS_1
"Semoga aja yang kamu ucapkan benar-benar sebuah kenyataan.Kalau tidak mungkin selama ini aku hanya hidup dalam angan-angan.
Ah sudahlah nanti kita bicarakan lagi,aku masih banyak urusan yang harus diselesaikan."
"Okey...Hati-hati kalau nyetir jangan terlalu banyak berfikir."
"Kamu tenang aja aku masih bisa mengendalikan emosi ku."
"Bagus lah kalau begitu."
"Aku balik, makasi atas waktu berharganya."
"Yoi men."
...*********...
"Kenapa aku gak ngomong apa apa sama Farhan, padahal udah di niatin kalau ketemu bakal minta penjelasan."
"Tapi penjelasan apa yang aku mau? walaupun dia ngejelasin semua nya buat apa juga,gak bakal ngerubah kenyataan kalau dia sudah berkeluarga.Apa hubungan nya sama aku,atau jangan-jangan aku punya niat buat jadi orang ketiga lagi?"
" Zahra Zahra apalagi sih yang kamu harapkan dari orang yang udah ninggalin kamu begitu aja...Gak bisa kah kamu punya rasa benci sedikit dengan orang yang sudah pernah nyakitin kamu."Zahra menepuk pipi nya agar sadar dengan semua ucapan nya.
"Yang harusnya kamu lakuin itu membenci bukan malah memikirkan sampai tahap kamu tidak bisa melupakan nya sedikit pun."
"Tapi sepertinya dia semakin kurus.... apa dia gak makan tepat waktu."
"Ya ampun Zahra fikiran apa sih yang terlintas di otak kecil mu ini,bisa bisanya kamu mikir dia makan nya gak teratur sementara dia udah punya istri yang bisa ngurusin dia."Buru-buru dia menepis fikiran tak masuk akalnya.
"Apa selama ini dia cuma bersandiwara kalau dia mencintai ku.Dan selama ini orang yang benar-benar dia cintai cuma Aisyah?."
"Kenapa aku begitu bodoh sampai bisa di bohongi selama bertahun-tahun."
"Kalau memang dia cinta sama aku, kenapa harus menikahi orang lain."
"Ahhhh bodo amat lah, ngapain juga aku terus mikirin dia. Lagian dia cuma masa lalu dan aku gak akan mungkin bersama dengan dia lagi sampai kapanpun."
__ADS_1
"Aku cuma berharap kalau dia bisa bahagia dengan pilihan nya. Dan aku yakin Allah sudah menyiapkan jalan yang suatu saat nanti pasti aku menemukan orang yang benar-benar mencintai ku."ucap Zahra dengan senyuman tipis di wajahnya setelah begitu lelah nya berdebat dengan isi kepala nya sendiri saat ini.
...**********...