
Malam ini gue jemput lo,kita ke Hensin.
Begitu lah isi pesan yang dikirim Yazdan kepada Zahra.
Duh gue gak percaya diri,itu kan tempat yang sering dimasuki orang-orang kelas atas.
Gak ada tuh peraturan hanya untuk kalangan atas atau bawah.
Tapi kan yang datang pasti orang-orang terkenal doang.
Udah tenang aja,lagian kan kamu sama aku bukan sendirian
Ya udah deh,Lo jemput gue jam berapa?
Sekitar jam 8, gimana bisa?
Bisa kok.
Oke,jam 8 Lo harus udah selesai ya.Jangan sampai kalau gue datang Lo masih belum selesai dandan
Ih apaan sih
Awas aja!
Iya iya Yazdan bawel
Yazdan yang membaca pesan dari Zahra tersenyum-senyum sendiri.Lantaran dia merasa sudah sangat dekat dengan Zahra.Dia sadar saat ini hatinya yang tertutup telah tergerak sedikit demi sedikit.Begitu juga Zahra,sebenarnya hatinya telah terbuka untuk Yazdan.Tetapi dia lebih memilih untuk menyingkirkan semua fikiran yang seperti itu.Dan untuk saat ini dia hanya menganggap Yazdan sebagai teman biasa.
"Gue agak nervous banget."
"Kenapa Yazdan mesti milih tempat itu,bukannya gak ada duit,tapi malah lebih gak ada kepercayaan diri."
"Jangan sampai ntar gue jadi malu-maluin Yazdan."
"Harus sedikit dandan dan pakai baju yang simple tapi terlihat elegan nih."
"Gue nyari baju dulu deh."
Zahra mulai menyibukkan diri mencari gaun yang sesuai dengan keinginan nya.Satu lemari sudah habis di bongkar hanya untuk mencari sebuah gaun yang cocok.Namun tak ada satu pun yang sesuai dengan keinginan nya.
"Kok gue gak punya baju sih!."Teriak Zahra kesal.
"Mana sempat beli."
"Aaaaaaa...."Teriak Zahra lagi yang membuat ibunya terkejut dan langsung menuju kamar Zahra untuk memastikan keadaan nya.Dia meninggalkan masakan nya di dapur tanpa mematikan api kompor terlebih dahulu.
"Zahra kenapa teriak teriak sih!!."
"Aku gak punya baju Bu!."
"Terus ini yang berantakan apa kalau bukan baju?."
"Iya Bu, tapi gak ada yang cocok."
"Masa sih sebanyak ini gak ada yang sesuai."
"Iya Bu,gimana dong?."
"Emang kamu mau kemana?."
"Mau dinner sama Yazdan."
"Cie cie yang lagi dekat seseorang."
"Apaan sih Bu,cuma makan malam buat ucapan terima kasih aja kok."
"Udah kamu gak usah malu sama ibu."
__ADS_1
"Ibu di kasi tau malah gak mau percaya."
"Ibu percaya kok,terus kamu mau pakai baju yang gimana?."
"Yang simple tapi elegan."
"Alasannya?."
"Karena ini restoran,ada di salah satu hotel terkenal Bu.Kalau Zahra gak pakai pakaian yang biasa aja pasti bakal bikin malu Yazdan."
"Coba beresin baju nya satu satu sambil tunjukkin ke ibu,nanti ibu coba pilihin deh yang bagus."
"Emang ibu tau trend."
"Kamu jangan pikir ibu udah tua gak bisa gaya ya,di jaman nya ibu itu bintang!."
"Zahra ragu sama pilihan ibu."
"Ni anak... pilihan ibu sendiri di raguin."
"Ya udah deh coba aja,tapi kalau gak cocok aku gak mau makek ya."
"Iya keputusan awal di tangan ibu dan keputusan akhir di tangan kamu."
"Oke nih ya aku tunjukin satu persatu."
Zahra mulai memungut pakaian nya yang berserakan di lantai dan menunjukkan kepada ibu nya satu persatu gaun yang bisa di nilai ibunya sendiri.
"Kok gak ada yang cocok ya?."
"Ah ibu....."
"Tunggu tunggu...ibu inget dulu kamu punya gaun hitam polos."
"Oh iya buk,tapi Zahra simpan dimana ya?."
"Coba bongkar semua lemari kamu,siapa tau keselip."
"Ini buk udah ketemu."
"Nah coba kamu tes dulu."
"Bentar ya Bu aku ganti dulu."
Beberapa saat kemudian.....
"Ibu tada...."
"Tuh kan bagus,cantik!!."
"Bener buk?."
"Kalau gak percaya,ngaca sendiri."
"Bagus....ya udah deh aku pakai ini aja.Terus pakai heels hitam dan dompet ini aja biar elegan."ucap nya sambil mengambil sebuah heels dan dompet berwarna gold.
"Terserah kamu!!."
"Tunggu Bu ini bau apa ya?."
"Emang kamu cium bau apa?."
"Kayak bau gosong gitu Bu."
"Astaghfirullah masakan ibu gosong,ini semua karena kamu!!."
"Kok Zahra sih Bu?."
__ADS_1
"Kalau kamu gak teriak,ibu gak bakal kesini dan bantuin kamu pilih gaun!.Kan masakan ibu jadi gosong."
"Masakan udah gosong kok masih sempat ngomel sih,buruan di liatin ntar kebakaran Lo."
"Oh iya iya kok aku masih disini."
"Udah buruan!."
Ibu Zahra segera keluar kamar dan ebrlari ke arah dapur melihat masakan yang sudah gosong.
"Gak bisa di makan lagi,kok aku ceroboh banget.Harus masak ulang,capek banget."Keluh Ratih.
Zahra masih sibuk dengan urusannya sendiri dan terus memikirkan penampilan nya nanti malam saat bertemu Yazdan.Disaat sedang sibuk sendiri, tiba-tiba dia teringat akan Aryan.
"Ini udah seminggu semenjak Aryan kecelakaan."
"Gimana kabar nya sekarang ya?."
"Gak ada hubungin aku lagi ngasi tau keadaan nya."
"Ntar Aryan mikir aku gak peduli lagi sama dia!."
"Atau aku coba telpon aja ya?."
Drrttt...Drrrtttt....
Halo Za kamu apa kabar?
"Seharusnya aku yang nanya kabar kamu,udah baikan?."
Udah kok!.
"Sorry ya aku gak bisa temenin kamu!."
Udah gak papa lagian ada mama dan Dinda juga.
"Makasi banget ya Aryan udah terus-terusan bantuin aku."
Berapa kali sih aku ngomong jangan ngucapin makasi mulu,kayak aku dan kamu asing aja.
"Bukan begitu maksud aku,tapi kamu ngelakuin semua itu tanpa mikirin keselamatan kamu sendiri."
Aku seneng kok bisa bantu kamu
"Kok gue aneh ya Aryan ngomong begitu."ucap Zahra dalam hati.
Za..halo..kok kamu diam...
"Ah iya.. udah dulu ya Yan ada yang mau aku kerjain."
Oke deh,makasi udah khawatirin aku.
"Iya sama-sama,gue tutup ya!."
Oke.
Zahra memutuskan panggilan dengan Aryan.Perkataan Aryan tadi sukses memberatkan hatinya.
Apa ya maksud Aryan bicara seperti itu?.
Kenapa sekarang aku seperti terganggu dengan kehadiran dan perhatian nya yang berlebihan.
Apalagi perkataan Dinda yang seharusnya memaksa ku menjauhi Aryan.
Tapi aku merasa semakin aku memilih menjauh tapi Aryan malah semakin dekat.
Apa yang harus aku lakukan?.
__ADS_1
Harus kan menjauh dan jaga jarak atau kembali dan bersikap seperti biasanya.
Zahra berbicara sendiri dalam hatinya memikirkan semua perkataan yang keluar dari mulut Aryan.Perkataan yang justru membuat nya merasa kalau Aryan mungkin sudah menyukai nya.Tetapi bahkan sampai saat ini perasaan nya untuk Aryan hanya sebatas perasaan terhadap seorang kakak.Berbeda dengan Aryan yang ingin menjalin hubungan lebih dalam dengan Zahra.