Zahra'S Ark Of Love

Zahra'S Ark Of Love
15.Awal pertemuan


__ADS_3

"Nangis itu bukan disini,noh di mesjid sama Allah.. sekalian curhat!."


"Kalau disini gak bakal ada yang denger,tapi kalau di sana pasti bakal di dengerin!."


"Emang kamu mau curhat sama aspal!."


Aku mengangkat kepalaku mendengar perkataan nya yang menjengkelkan,tetapi sayang aku tidak melihat wajahnya.Karena setelah berkata demikian dia langsung berbalik menuju mesjid.


Aku memandang ke arah mesjid dan seperti nya kesedihan ku berkurang sedikit. Adzan yang mulai berkumandang seakan-akan memanggil ku untuk mendekat dan mengajak ku mendekat. Mataku tertuju pada mesjid yang ada di hadapan ku ini. Perlahan aku mulai berdiri dan berjalan menuju mesjid.Tetapi seketika langkah ku berhenti di depan pintu mesjid. Enggan untuk masuk.


apa semua kesedihan ku akan hilang saat aku masuk


apa setelah sholat aku bisa tenang


Sampai suatu suara menyadarkan ku yang sedang melamun dalam pertanyaan-pertanyaan yang terus berputar di kepala ku.


"Masuk mbak,wudhu wanita di sebelah kanan!!."


"Iyaa pak."


Aku memantapkan hatiku berjalan masuk ke mesjid menuju ruang wudhu untuk wanita.Ku ambil mukena yang tersedia dan melaksanakan sholat berjamaah.Selesai sholat ku tumpahkan semua permasalahan ku dalam doa.Air mataku mengalir begitu saja mengiringi doaku. Memang benar setelah aku menumpahkan semua permasalahan ku dengan doa aku merasa sedikit lega.Dan mulai membereskan mukena ku bersiap pulang ke rumah.


Ku lihat baik-baik wajah ku dari pantulan kaca jendela.


apakah dengan wajah seperti ini aku pulang ke rumah?


apa yang akan orang tua ku fikirkan?


apa mereka akan menyesal memiliki putri yang cengeng seperti ku?

__ADS_1


ataukah aku harus memberi tahu mereka semuanya?


nggak nggak mereka gak boleh tahu.


Aku mencoba tersenyum dan melihat bagaimana keadaan ku.Aku harus mengubah ekspresi wajah ku agar ayah dan ibu tidak menyadari nya.


kenapa cuma buat tersenyum aja susah


kenapa ni mata pakek sembap lagi


Aku mencoba tersenyum beberapa kali lagi.Setelah aku merasa bisa mengendalikan ekspresi ku,aku langsung bergegas pulang takut orang tuaku khawatir.


"*~*"


Yazdan POV


Sudah mau masuk waktu sholat Maghrib,aku bergegas menuju mesjid yang tak jauh dari rumah ku.Di pinggir jalan menuju penghubung mesjid dan jalan raya itu,aku melihat seorang perempuan yang duduk di tepi jalan dengan kepala menunduk.Setelah di perhatikan ternyata wanita ini sedang menangis.Nampak dari bahu nya yang bergetar menandakan dia sedang terisak.


"Nangis itu bukan disini,noh di mesjid sama Allah.. sekalian curhat!."


"Kalau disini gak bakal ada yang denger,tapi kalau di sana pasti bakal di dengerin!."


Setelah kata kata itu keluar dari mulut ku aku melangkah ke mesjid tanpa menunggu wanita itu mengangkat kepalanya.


Selesai sholat aku mendengar kembali suara isak tangis itu lagi.Aku berjalan menuju belakang mesjid,melihat dari jendela aku sangat yakin wanita yang sedang menangis ini pasti wanita yang tadi aku temui di pinggir jalan.Tapi melihat dia menangis terisak Isak aku yakin beban yang dia tanggung pasti sangat besar.Aki berjalan keluar dari mesjid,tetapi langkah ku harus terhenti ketika melihat wanita itu sedang bercermin di jendela mesjid yang terbuat dari kaca.Dia berulang kali mencoba agar tetap bisa tersenyum. Seakan-akan sedang menyembunyikan kesedihannya yang sangat dalam dan tidak ingin ada orang yang tahu.Tetapi sayang, raut wajah nya yang sedih tetap terlihat jelas.


Ni anak kenapa,nangis sampai segitunya.


Aku sebenarnya penasaran dengan apa yang membuat wanita itu menangis.

__ADS_1


apa juga hubungan nya sama gue,lagian gue gak sengaja ketemu dia aja.Bersikap tidak tahu aja seakan-akan gak pernah lihat.


Segera ku tepis jauh jauh semua pemikiran ku itu dan pulang ke rumahku yang tak jauh dari mesjid.


"*~*"


Sekarang aku bingung bagaimana harus pulang. Pasalnya mobil ku sudah tertabrak pembatas jalan.Aku mencoba menghidupkan nya kembali dan ternyata mobil nya masih menyala.Buru-buru aku menyetir mobil menuju jalan pulang.Di sepanjang jalan aku berfikir apa yang akan aku katakan pada ayah dan ibu jika mereka tahu aku sudah menabrak pembatas jalan pasti mereka sangat khawatir dan pasti banyak pertanyaan.Apa alasan yang akan aku berikan?.Gak mungkin aku jujur karena itu akan sangat menyakiti mereka melihat putri nya melakukan kebodohan hanya karena masalah percintaan.


"Sudahlah nanti saja baru fikirkan alasannya."gumam ku.


"Assalamualaikum!!."


"Zahra kamu sudah pulang nak,kenapa mata kamu sembab?."


"Zahra ngantuk Bu!!."


"Ya udah kamu mandi terus istirahat!."


Sebenarnya ibu Zahra curiga tetapi dia lebih memilih untuk tidak menanyakan,karena dia tahu Zahra tidak ingin menceritakan semuanya.


"Yah,Ayah lihat gak sikap Zahra hari ini aneh dan matanya juga terlihat sembab.Dia kenapa ya yah!!."


"Ayah juga gak tau Bu...emang tadi Zahra habis dari mana?."


"Tadi sore dia menghadiri resepsi pernikahan teman nya yah!."


"Lho kalau pesta kan harus nya bahagia lah kok dia keliatan sedih?."


"Ibu gak tau yah dan ibu gak mau maksa Zahra buat cerita, biarkan saja sampai dia berbicara dengan sendirinya!."

__ADS_1


"Iya ibu bener,biarkan Zahra beristirahat."


Aku menghempaskan tubuh ku ke kasur, Bayangan bayangan kejadian itu terus terulang.Aku seperti disiksa secara perlahan dengan memori memori tentang Farhan.Bukan jawaban yang sesuai dengan keinginan yang keluar dari mulut Farhan, melainkan sebuah kenyataan yang aku tidak tahu harus menyalahkan siapa.Farhan hanya melakukan kewajiban nya sebagai anak untuk menuruti permintaan ibu nya.Sementara Aisyah hanya seorang wanita yang mencintai Farhan dan tidak mengetahui perasaan Farhan sebenarnya.Di banding kan dengan ku,aku merasa Aisyah bahkan lebih tersiksa dari ku.Menikahi seseorang yang tidak pernah mencintainya sedikitpun.Aku salut sama Aisyah yang sanggup menunggu dan tetap setia bersama Farhan walaupun dia tahu Farhan tak punya perasaan sedikit pun terhadap nya.Sementara aku terus terkekang masa lalu yang nyata nya tak akan pernah ku dapat kan kembali.Terkadang aku harus belajar menjadi seperti Aisyah yang bisa tegar dan kuat dalam menghadapi semua nya.Aku yakin suatu saat Farhan akan bisa membuka hati untuk Aisyah.Dan aku berharap dia bisa mencintai Aisyah sepenuhnya tanpa paksaan. Karena aku tahu Aisyah pasti wanita yang baik dan perasaan dia tulus terhadap Farhan.Suatu saat Farhan akan menyadari cinta Aisyah. Dan aku akan memilih untuk melupakan dan menjauhi Farhan agar tidak menjadi orang ketiga dalam rumah tangga mereka.


__ADS_2