
"Farhan aku mau bicara sama kamu!."
"Iya Aisyah,kenapa?."
"Farhan,sampai kapan kamu mau pisah kamar terus sama aku?.Kalau kamu emang gak bisa mencintai aku,kita pisah aja Han aku ikhlas kok!."
"Kamu ngomong apa sih! kamu ngerti maksud ucapan kamu?."
"Aku udah gak sanggup Han sama sikap kamu yang gak akan pernah berubah ke aku!."
"Maaf Aisyah,aku belum bisa terima kamu!."
"Belum bisa menerima atau kamu emang gak mau terima aku Han?."
"Aku belum bisa move on dari Zahra,aku minta maaf!."
"Sekarang kamu bisa ngelakuin ini,tapi apa saat Arfan udah besar kamu masih tetap mempertahankan sikap kamu yang seperti ini!."
"Aku akan berusaha!."jawab Farhan dengan raut wajah sedih.
"Berusaha kamu bilang? kalau kamu terus memikirkan wanita itu kamu tetap gak akan bisa terima aku sampai kapan pun!.Sekarang aku tau alasan kamu untuk tinggal di rumah sendiri,supaya ibu kamu gak tau gimana perlakuan kamu ke aku selama ini!!."
"Aisyah jaga ucapan kamu!! Aku sudah penuhi semua kebutuhan kamu,Dan aku juga sudah menafkahi kamu sepenuh nya,perlakuan yang seperti apa yang kamu tidak bisa terima!!.jangan hanya karena kita tidak tidur di ruangan yang sama kamu merasa berhak membentak dan berkata kasar sama suami kamu sendiri!."
__ADS_1
"Suami? dari segi mana kamu udah layak disebut sebagai seorang suami?.Selama ini aku udah sabar banget hadapin kamu dan berharap kamu bisa memberikan sedikit cinta kamu buat aku.Tapi apa Han,kamu sedikit pun tidak pernah peduli sama perasaan aku.Dan kamu masih aja nyimpan foto perempuan lain sementara kami sudah berkeluarga.Ini yang layak kamu sebut sebagai suami!!!."
"Aku udah berusaha,apa kamu pikir akan sangat mudah melupakan seseorang yang sangat berarti di hidup kamu!! Aku butuh waktu Aisyah!!.."
"Bagaimana caranya kamu bisa lupa,kalau kamu masih menyimpan foto perempuan itu.Apa itu yang kamu sebut berusaha, Berusaha melupakan atau berusaha untuk terus bersama... jawab Han jawab!!."
"Aku pikir selama ini kamu orang yang bisa mengerti aku, ternyata aku salah kamu gak pernah bisa mengerti aku! Aku cuma minta waktu sama kamu buat ngelupain Zahra tapi kamu terus mendesak seakan-akan kamu tidak pernah percaya sedikit pun sama aku!!."
"Kamu nyalahin aku?,apa kamu pernah berfikir sedikit tentang bagaimana perasaan aku?.Apa ada istri di luar sana yang sanggup menikah dengan laki-laki yang tidak pernah mencintainya sedikitpun dan bahkan masih mencintai perempuan lain!."
"Aku nikah sama kamu itu terpaksa,dan yang perlu kamu tau selamanya aku tetap akan mencintai Zahra!.Dan itu tidak akan pernah berubah sedikitpun!! Walaupun kamu telah hadir dihidup aku tidak akan pernah!!!."
Mendengar pengakuan Farhan air mata Aisyah mulai tak terbendung lagi.Dia menangis menahan sakit dari kata-kata Farhan yang begitu tak berperasaan.
Aisyah pergi meninggalkan Farhan dia mengunci pintu kamar agar Farhan tidak mengejar nya.Saat itu juga Farhan sadar kalau kata-kata nya sangat kasar dan pasti sangat menyakiti Aisyah.Dia mengejar Aisyah yang sudah masuk ke kamarnya.
Tok....tok....tok....
"Buka pintunya Aisyah,aku minta maaf! aku tau aku salah. Aisyah buka pintunya dengerin penjelasan aku dulu!!."
"Gak ada yang perlu di jelasin,aku udah sadar sama posisi aku saat ini."
"Aisyah aku gak bermaksud begitu!!."
__ADS_1
Tak ada jawaban apapun dari Aisyah,hanya suara isak tangis memenuhi ruangan.
"Aisyah aku bener-bener minta maaf,aku mohon buka pintunya Aisyah!!."
"Aku butuh sendiri, lebih baik kamu pergi!."bentak Aisyah.
Mendengar perkataan Aisyah,dia tahu saat ini Aisyah sangat marah dan mungkin akan membencinya.Tapi itu lebih baik dari pada Aisyah terus menyiksa diri untuk terus mencintai seseorang yang tidak akan pernah mencintainya.Farhan tidak lagi mengetuk kamar Aisyah.Dia memilih membiarkan Aisyah menghilangkan semua kesedihan nya terlebih dahulu.Setelah Aisyah tenang baru dia pergi mencari Aisyah untuk meminta maaf.
"Aisyah aku pergi dulu,setelah kamu tenang aku akan datang minta maaf sama kamu."
Setelah mengatakan hal itu dia pergi meninggalkan kamar Aisyah.Aisyah yang mendengar suara langkah kaki menjauh,mulai berjalan ke arah pintu.Bersandar dan mulai menangis lagi.
"Apa aku begitu bodoh sampai tidak bisa membenci kamu sedikit pun.Apa yang aku harapkan dari kamu,kenapa aku tidak bisa meninggalkan kamu begitu saja.Sampai kapan aku harus terus begini? Farhan! pernahkah kamu mencintai ku walau hanya sedetik!!!.Apa aku tidak pantas menjadi seorang wanita yang bisa menemani kamu seumur hidup?.Dimana salahku Farhan selama ini aku tulus mencintai kamu dan berharap suatu saat kamu akan membalasnya.Hanya sebuah keluarga kecil yang bahagia yang ku harapkan,bahkan hal sekecil itu pun tidak bisa kau penuhi!."
Aisyah terus menangis dan mencurahkan semua kesedihan nya,hingga dia sendiri kelelahan dan tertidur dengan posisi bersandar di pintu.Sementara Farhan sedang sibuk mengurus anaknya yang menangis tak henti karena mendengar keributan yang menggangu tidurnya.Farhan yang tidak mengerti cara mengasuh anak mulai kebingungan lantaran Arfan yang tidak mau diam sedari tadi.Farhan menggendong Arfan dan membawa nya berkeliling di sekitar rumah berharap dia akan berhenti menangis.Walaupun akan sangat sulit baginya untuk mengasuh anaknya dia akan tetap berusaha karena dia tidak mau menggangu Aisyah.Dia ingin Aisyah memiliki sedikit waktu untuk meluapkan semua kesedihan nya.
"Arfan udahan nangisnya ya,anak laki-laki gak boleh cengeng."mendengar perkataan Farhan, Arfan pun mulai berhenti menangis.
"Nah anak papa gitu dong.Maafin papa ya udah nyakitin mama kamu! Papa yakin kamu nangis karena kesal papa udah bentak mama kamu kan.Papa janji bakal minta maaf sama mama kamu,jadi kamu jangan marah sama papa ya!!."
Farhan merasa sangat bersalah sudah mengatakan kata-kata seperti itu pada Aisyah.Dia menyesal sudah menyakiti hati Aisyah.Seandainya dia bisa menahan sedikit emosinya mungkin saat ini Aisyah tidak akan marah padanya.Mungkin berpisah adalah jalan terbaik satu satunya bagi mereka agar tak saling menyakiti lagi.
Apa mungkin aku harus menceraikan kamu agar tidak ada satu pun di antara kitabyang tersakiti terus menerus.Jika kita bercerai mungkin kamu bisa hidup bahagia tanpa memikirkan orang yang selalu menyakiti kamu. Dan mungkin saja kamu bisa menemukan seseorang yang lebih baik yang mampu menjaga dan membuat mu bahagia,karena itu pilihanmu sendiri.
__ADS_1
Farhan terus berfikir untuk menceraikan Aisyah dan berharap suatu saat Aisyah akan memiliki kebahagiaan nya sendiri.Memiliki keluarga kecil bersama orang yang sangat dia cintai dan juga mencintai nya seperti mimpi yang ingin dia capai.Tetapi Farhan tidak pernah menyadari bahwa kebahagiaan Aisyah itu terletak pada dirinya bukan orang lain.Karena Aisyah sudah menetapkan hatinya hanya untuk Farhan dan tidak akan menerima laki-laki lain selain Farhan.Aisyah tidak pernah menyesali keputusan nya untuk menikah dengan Farhan orang yang sangat dia cintai untuk saat ini walau orang itu juga yang selalu menyakiti hatinya.