
“Baca buku? Di sini mana mungkin ada buku, handphone saja tidak ada, apalagi buku.” Aku melambaikan tangan.
“Aku juga ingin main handphone, tapi sudah lama rusak.” Patricia cemberut, ekspresi marahnya sangat imut.
Melihatnya yang begitu putus asa, membuatku berpikir ingin mencari sesuatu untuk menghiburnya, siapa tahu lama-lama dia bisa tertarik padaku.
Jika berhasil mengambil hati Sherly, kemudian membuat putri kaya dan artis cantik ini melayaniku… Ckckck, memikirkan adegan benar-benar membuatku ingin muntah darah!
Sayangnya, kedua orang ini sama sekali tidak tertarik pada pria.
Aku baru merasa lebih baik setelah menghabiskan seekor ikan ini, dan minum semangkuk sup rebung ikan. Kemudian, aku berdiri kembali ke tenda, melihat tenda yang berantakan dan ada noda di tempat tidur…
Tiba-tiba di otakku mulai “traveling”…
Naomi dan Elizabeth, kedua gadis itu sudah selesai mandi. Seluruh tubuh mereka masih belum kering, lalu mereka duduk di sebelah api unggun, menundukkan kepala, tidak berani menatapku.
Yap, memang lumayan canggung, aku juga tidak berbicara. Kemudian, diam-diam duduk di sebelah api unggun. Beberapa dari kami saling menatap, tapi terdiam.
Rose datang mendekat dan bersandar di bahuku. Dia sama sekali tidak menutupi rasa kekagumannya padaku. Aku tidak tahu, apakah dia benar-benar sudah mengagumiku sejak lama atau karena kesepian terlalu lama…
Ada wanita cantik yang mendekatinya, tentu saja bukan sesuatu hal yang buruk.
Aku mengulurkan tangan untuk menarik Rose, lalu mencium aroma rambutnya.
Rose berkata dia kedinginan, aku pun menaruh beberapa batang kayu bakar ke dalam api. Ketiga wanita ini adalah anggota girlband. Aku juga tidak tahu siapa yang memulai ide ini untuk bernyanyi.
__ADS_1
Suara ketiga wanita ini tidak sama, masing-masing memiliki karakteristiknya sendiri. Tapi aku merasa liriknya ada yang aneh, seperti sebuah lagu yang mengandung unsur seksual…tapi lumayan enak didengar.
“Apakah kamu pernah mendengar lagu ini?” Aku menoleh bertanya pada Patricia, dia adalah artis terkenal di industry hiburan, seharusnya cukup mengikuti girlband diluar juga, kan?
Patricia malah menggelengkan kepala, “Aku tidak pernah dengar, aku bahkan tidak tahu mereka.”
Dia menatapku sambil berbisik, "Apakah karena mereka terlalu buruk?"
“Ssst, jangan ngomong lagi, mereka bisa mendengarnya." Aku melihat Elizabeth menghadap ke sini. Dia bisa mengerti bahasa kami, jadi aku tidak bernai membicarakan mereka di belakang mereka.
“Mungkin mereka baru mau debut, lagi pula, pekerjaan utamu adalah aktris, sedangkan mereka idola, jadi bukan dalam satu lingkaran yang sama,” kataku.
Beberapa hal di industri hiburan memang sedikit tidak jelas, sedikit banyak pasti banyak berita perselingkuhan atau lainnya.
“Iya, toh mereka tidak seterkenal aku.” Patricia mengangkat dagunya dengan penuh kemenangan, dadanya sedikit bergetar dan bergejolak...
"Kamu yang paling populer, tetapi kemampuan aktingmu perlu dipoles lagi, jika tidak orang akan mengatakan kamu tidak pantas," kataku bercanda.
“Apa katamu!” Patricia mengangkat alisnya, mengulurkan tangan dan mencubitku.
“Kemampuan aktingku… aku selalu berusaha sangat keras.” Patricia berkata dengan suara kecil, “Sebenarnya, itu karena aku terlalu sibuk. Sama sekali tidak punya waktu untuk memoles aktingku. Ketika aku masih bersekolah, aku sudah mulai acting, hanya saja semua peran pendukung. Kala itu kemampuan aktingku sangat bagus, aku bahkan memenangkan penghargaan peran pendukung.”
“Oh ya? Aku pikir kamu akan berganti haluan ke variety show.” Aku kembali bercanda padanya.
“Pergilah!” Patricia mencubitku lagi.
__ADS_1
Aku tertawa terbahak-bahak.
Patricia juga tertawa, suasana hatinya jauh lebih baik, lalu dia meninjuku pelan, “Terima kasih, aku sudah tidak begitu sedih.”
“Jadi manusia…”
“Jadi manusia yang terpenting adalah senang!!” Patricia membuka kedua tangannya, “Ini kalimat yang paling sering dikatakan.”
“Hahaha…” Aku tertawa.
“Apa yang sedang kalian tertawakan?” tanya Elizabeth sambil bernyanyi dan melihatku bertanya, “Kenapa aku merasa kamu sedang membicarakan kami.”
“Aku tidak mengatakan apapun, kamu tahu tidak, Patricia di negara kami adalah artis terkenal, dan Direktur Zhafira ini, suaminya juga founder startup, dibawahnya juga ada sebuah perusahaan entertainment.”
“Bisa dibilang, kalian semua ini satu industri.” Aku berbicara sambil menatapnya.
“Kalian nyanyi, dia akting.” Aku menepuk tangan, “Bagaimana kalau Pat membuat pertunjukkan. Kita bikin acara hiburan, kalian nyanyi, nari, kita bersenang-senang.”
Pada saat ini, langit menjadi gelap, kilatan petir menyambar, menerangi langit, dan petir menyambar secara langsung!
Tummrrr, petir menyambar di depan kami, menakuti kami semua. Ketiga wanita itu sangat ketakutan hingga memelukku dan bersembunyi di belakangku.
Kami melihat kilat membelah pohon besar di samping desa. Pohon besar itu hancur membelah menjadi dua.
“Cepat masuk ke dalam, sudah mau hujan," kataku sambil melihat ke arah mereka.
__ADS_1