365 Hari Di Pulau Terpencil Bersama Pelukis Wanita Lugu

365 Hari Di Pulau Terpencil Bersama Pelukis Wanita Lugu
Semuanya Manusia Primitif!


__ADS_3

Manusia primitif memiliki masalah dengan mata mereka, yang sangat berbeda dari manusia. Mereka memiliki penglihatan yang sangat terbatas di siang hari dan hanya dapat membedakan sesuatu dengan bau dan suara.


Seperti orang rabun jauh yang parah, tidak buta total, tapi melihat apapun sangat buram.


Selama bersembunyi, tidak mengeluarkan suara, jangan kentut, maka para manusia primitif ini tidak dapat menemukanmu.


Itulah yang dikatakan Anna.


Aku bersembunyi di atas pohon, mencoba untuk tetap diam, dan melihat para manusia primitif ini mendekat.


Para manusia primitf itu berteriak, berkomunikasi dalam bahasa yang hanya bisa mereka mengerti.


Tapi aku masih bisa menebak bahwa mereka di sini untuk berburu. Babi hutan adalah mangsa mereka, dan kebetulan sekali aku yang menemukannya.


(Suara komunikasi yang aneh) Salah satu manusia primitif berteriak kencang, menunjuk babi hutan di depan yang terjatuh di tanah.


Dua orang yang lainnya jelas mengerti apa yang dia maksud, lalu pergi mendekat untuk menikam babi hutan itu sampai mati dengan tombak, dan kemudian keduanya menarik kaki babi hutan itu dan membawanya kembali.


Sangat disayangkan, jika tidak ada para manusia primitif itu, berarti aku mendapatkan babi gratis.


Aku juga tahu bahwa tidak mungkin akan seberuntung itu, kemarin mendapat rusa gratis, hari ini mendapat babi hutan gratis. Tetapi tetap saja merasa sedih jika tidak mendapatkan makanannya.


Aku menunggu para manusia primitif itu benar-benar pergi, lalu dalam diam perlahan kembali ke goa.

__ADS_1


Aku memberi tahu mereka tentang hal manusia primitif tadi, lalu meminta mereka untuk lebih berhati-hati dan hari ini tidak perlu keluar mencari makan.


Kelima wanita cantik ini mengangguk, Anna mengatakan bahwa di sini sangat aman, tidak perlu takut manusia primitif datang.


"Hari itu Elizabeth juga hampir ditangkap oleh para manusia primitf itu." Kataku.


"Iya, harus lebih hati-hati, belakangan ini aktivitas manusia primitif itu lumayan sering." kata Elizabeth.


Bagaimanapun, aktivitas manusia primitif yang sering bukanlah kabar baik, sehingga aku memberitahu mereka untuk tidak bepergian sendiri, setidaknya pergi berdua dan jangan pergi terlalu jauh.


Beberapa wanita ini pun mengangguk.


Aku memasak sup sayur, lalu membaginya dengan yang lain dan makan sarapan.


Seketika aku kepikiran sekelompok orang Jepang itu memiliki senjata, aku jadi teringat bahwa Naomi dan yang lainnya tidak memberitahu hal ini padaku sebelumnya.


Aku menyalahkan mereka karena tidak memberitahuku, karena hampir saja membunuhku.


Rose melirikku dan meminta maaf kepadaku. Mereka tidak mengira Anna masih hidup, ditambah lagi mereka tidak mempercayaiku, jadi ketika mereka memintaku pergi ke kapal pesiar orang Jepang tersebut, mereka tidak peduli apakah aku akan mati atau selamat.


Aku sedikit marah ketika mendengarnya. Untung nyawaku besar, tetapi melihat para wanita ini menatapku dengan tatapan memelas, dan juga mereka sudah dengan tulis meminta maaf, rasa marah di hatiku pun menghilang.


Lupakan saja, siapa suruh aku satu-satunya pria di sini.

__ADS_1


"Lalu bagaimana kamu akan membangun benteng?" Elizabeth bertanya padaku.


Aku mengambil kapak batu dan memberi gambaran, "Pertama-tama, kita harus membuat senjata. Belati dan pedang tidak cukup. Kita harus menyiapkan banyak busur dan anak panah."


"Aku punya busur dan anak panah, lihat." Rose menunjuk busur yang ada di tanah dan berkata.


Busurmu memiliki jangkauan terjauh hanya sepuluh meter, sama sekali tidak bisa.” Aku berkata, “Belum tentu bisa menembak musuh yang berjarak lebih dari seratus langkah, setidaknya hanya lima puluh langkah. Saat aku pergi ke perkemahan orang Jepang hari itu, aku melihat hutan bambu di jalan. Aku akan pergi menebang bambu."


“Aku ikut denganmu.” Rose mengangkat tangannya dan mengajukan untuk ikut denganku.


Begitu aku melihatnya, aku teringat hal-hal yang dia lakukan padaku tadi malam, lalu bertanya-tanya apakah dia benar-benar menyukaiku dan ingin mencari kesempatan untuk berduaan denganku?


Beberapa wanita ini, aku tidak ingin melewatinya begitu saja. Sayangnya, aku tidak tahu apakah mereka bersedia atau tidak.


Jika tidak ada perasaan, setidaknya bersetubuh juga tidak masalah.


"Kalau begitu ayo jalan, kamu pegang kapak batu." Aku meraih tombak dan meminta Rose membawa kapak batu, bersiap untuk memotong bambu.


Menggunakan bambu untuk membuat perangkap jauh lebih baik daripada menggunakan ranting.


 


 

__ADS_1


Aku pernah melihat perangkap yang mereka buat, sangat terlihat jelas. Pada saat siang hari, jika memiliki penglihatan bagus pasti tidak akan masuk perangkap. Perangkap yang mereka buat akan lebih berguna di malam hari, terlebih bagi manusia primitif yang memiliki masalah dengan pandangan mereka.


__ADS_2