
Orang itu datang?
Aku tercengang, kemudian mendengar suara dari belakang!
Ada suara gemerisik yang menandakan ada sesuatu yang sedang merangkak di dalam tanah!
Fiuh!
Ada suara benda keras yang melayang di udara.
Aku menoleh ke belakang sambil mengangkat obor. Ada beberapa batu besar dan kecil yang berterbangan ke arahku.
Apaan ini?!
Aku menghindar ke samping.
Cit Cit Cit!
Di dalam kegelapan, tiba-tiba ada sebuah bayangan yang sangat besar.
Tingginya mencapai setengah badan manusia dan mengeluarkan suara cit cit cit. Suaranya sama persis seperti suara tikus.
Aku mengarahkan obor untuk melihat.
Sebuah tikus besar berdiri di depanku. Cakar di tangannya menggenggam sebuah batu, sedangkan bola mata besarnya yang menyerupai mutiara dalam menatap mataku!
Kulit kepalaku mati rasa. Ini pertama kalinya aku melihat tikus sebesar ini!
“Tikus besar ini! Tikus ini yang tidak bisa membiarkan kami pergi!” ujar Zhafira, “Lubang ini adalah kandang mereka!”
“Kamu harus hati-hati. Di sini masih ada banyak anak tikus!”
Baru selesai Zhafira berbicara.
Cit cit cit…cit cit cit…
Mata tikus memantulkan cahaya api dan dalam kegelapan terlihat beberapa pasang mata menyala.
__ADS_1
Sama sekali tidak bisa terhitung ada berapa banyak mata. Suara cit cit cit saja sudah membuat kulit kepalaku mati rasa dan merinding.
Sama seperti wabah tikus, tidak tahu berapa banyak tikus yang merangkak keluar dari tanah dan menghalangi aku.
“Aaahh, aahh, aaah! Tikus!”
“Cepat usir mereka pergi! Aku paling benci tikus!”
“Bukankah kamu pengawalku? Cepat lindungi aku dan bawa aku keluar dari sini!” teriak Sherly.
Sungguh, butuh waktu lama untuk menemukan Sherly. Tetapi begitu kami bertemu, dia dikurung di bawah tanah yang gelap dan lembab ini...
Tapi setidaknya dia masih hidup. Jika dia masih hidup, suasana hati Patricia juga akan membaik dan ini juga merupakan hal yang baik untukku.
Aku mengangkat obor dan membungkuk untuk menakut-nakuti tikus yang bergegas mendekat.
Tikus-tikus ini tampaknya takut api.
Aku melihat bola mata mereka semua abu-abu. Mereka pasti sudah terlalu lama berada di bawah tanah sehingga pandangan mata mereka lebih kabur.
Salah satu yang paling besar dari mereka adalah tikus besar yang tingginya setengah badan manusia. Tikus itu berjalan tegak, cakarnya mencengkaram di tanah, kemudian meraih batu besar dan melemparkannya ke sini.
Aku menghindar ke samping.
Batu mengenai pagar kayu dan membuat pagar tersebut terbuka.
“Cepat keluar! Masih bisa bergerak tidak?” tanyaku pada mereka.
“Bisa, bisa!” Sherly langsung merangkak keluar dan menarik Patricia berjalan keluar.
Lalu mereka berlari dan bersembunyi di belakangku.
“Tunggu aku!” Zhafira juga berlari mendekat.
Setelah ketiga wanita tersebut bersembunyi di belakangku, Sherly menarik bajuku.
“Jangan tarik baju aku! Aku jadi tidak bisa bergerak.” Aku menoleh ke belakang dan berkata padanya.
__ADS_1
Wajah Sherly cemongan. Tidak tahu sudah berpa lama dia tidak mencuci muka. Tubuhnya kotor dan rambutnya berantakan. Dia sama sekali tidak terlihat seperti wanita kaya.
Untung saja, dengan adanya obor di tangan, tikus-tikus tersebut tidak berani mendekat. Karena begitu mereka mendekat, mereka akan terbakar lalu memekik dan berguling-guling di tanah.
Tikus terbesar meraung dan kelompok tikus segera berpisah.
Tikus besar itu merangkak dan meraung ke arahku dengan dua taringnya.
"Bau sekali!"
Aroma yang sangat bau...
Di tanah masih ada beberapa obor. Aku berjalan ke sana dan meminta mereka untuk memegang obor. Kami berempat membentuk persegi dan berjalan keluar perlahan-lahan.
Tikus besar ingin mendekat dan aku menjadikan obor sebagai senjata untuk membakar bulu di tubuhnya.
Tikus besar itu meraung dengan keras, lalu menggali tanah dan masuk ke dalam.
Sekelompok tikus lainnya juga ikut menggali dan dalam sekejap, bayangan mereka pun tak terlihat lagi..
“Gawat! Tikus-tikus ini sangat pintar dan masuk ke tanah,” teriak Sherly.
“Aaahhh!!! Apa yang aku injak?” Zhafira juga berteriak.
Begitu melihat ke bawah.
Sherly dan Patricia melempar jatuh obor yang ada di tangan mereka, lalu berpelukan dan berteriak!
"Tikus!!!!"
Obor jatuh ke tanah dan langsung padam oleh air di tanah.
Saat ini.
Ada juga suara kicau burung dari luar!
Ketika aku mendengarnya, aku langsung tahu bahwa Bell yang mengirimi aku sinyal.
__ADS_1
Orang tua yang aneh itu kembali!