
Aku mencari sebuah batu untuk diletakkan di belakang kepala aku sebagai bantal, dan berbaring langsung di tanah.
Patricia menutup mulutnya, matanya yang bersinar menatapku tajam, pakaiannya yang basah membuat pakaian dalamnya setengah tembus pandang, membuatku dapat melihatnya dengan jelas dari sudut pandangku.
“Badai ini benar-benar putih, eh bukan, maksudku sangat besar.” Aku melirik ke luar.
Patricia menyadari sorot mataku dan menggunakan kedua tangan menutupi dadanya, lalu menatapku dengan tatapan mata yang ingin membunuh.
Aku tertawa dan mengabaikannya. Sekarang kamu bersembunyi dariku, tapi suatu saat kamu pasti akan datang memohon padaku!
Di pulau terpencil ini, jika tidak ada aku yang membawanya, dia pasti akan mati kelaparan atau bahkan menjadi santapan hewan tanpa perlu membutuhkan waktu yang lama.
Memikirkan hal ini, aku hanya tersenyum.
Biarkanlah ketergantungan berubah menjadi kebiasaan, maka dia tidak bisa hidup tanpaku! Pada saat itu, dia tetap akan menjadi milikku!
Sambil memikirkannya, lama-kelamaan aku tertidur pulas dan bermimpi indah, mimpi basah memang lebih indah.
Ketika aku terbangun, waktu entah menunjukkan pukul berapa, yang pasti hujan lebat sudah berhenti.
Lenganku sedikit mati rasa, aku berdiri dan menggerakkan otot-ototku sedikit, mengambil pakaian dan memakainya. Aku menoleh dan melirik Patricia yang ada di sudut. Dia masih belum tertidur! Dia berjongkok di sudut dengan tangan di lutut, kelopak matanya bahkan sudah tidak bisa dibuka, dan kepalanya naik turun.
__ADS_1
Aku tertawa sampai menangis, apakah perlu bersikap waspada seperti itu terhadap aku? Meskipun aku bukan seorang pria gentleman, tetapi aku juga bukan pria mesum kan?
Karena tidak ada yang bisa dilakukan, aku berjongkok dan melihat ke arah Patricia. Tiba-tiba aku menemukan kalajengking di bahunya!
Kalajengking hitam, dengan ekor yang naik ke atas, mengarah ke lehernya yang lembut dan putih, dan bersiap menusuk jarum ekor ke kulitnya kapan saja! Kalajengking itu seakan menyadari keberadaanku, dan tiba-tiba bergerak! Dari bahu berjalan turun, dan tepat di sepanjang tulang selangka, dia berjalan kembali hampir masuk ke dalam pakaian dalam Patricia!
Aku mengerutkan kening dan secepat kilat menangkapnya dengan tanganku!
Pakk!
Kalajengking itu berhasil aku tangkap, lalu aku melemparkannya ke tanah dan menginjaknya sampai mati. Tak lama kemudian, sebuah teriakan terdengar hingga menembus gendang telinga!
Ahhh!
Patricia tiba-tiba terbangun, dia merasa seseorang meremas ***********. Dia membuka matanya dan melihatku berdiri di depannya, lalu melompat ke depan dengan membuka mulut dan mencakar aku.
Itu terjadi tiba-tiba hingga aku tak sempat menghindar. Aku terlalu ceroboh hingga tidak menghindar, sehingga wajahku dicakar olehnya.
Aku segera meraih pergelangan tangan Patricia dan memelototinya, "Kamu gila!"
“Kamu! Lepaskan aku!” Patricia tidak mau kalah dan balik memelototiku.
__ADS_1
“Lihatlah tanah penuh dengan kalajengking, aku baru saja menolongmu!” Aku menunjuk ke tanah, dan ada sekitar tujuh atau delapan kalajengking merangkak di samping Patricia.
“Ahhh! Serangga!” Patricia berteriak lebih keras, lalu melompat langsung ke pelukanku, memelukku erat-erat, dan membenamkan kepalanya di dadaku.
Aku menepuk punggungnya, merasakan kelembutan dan kelenturan yang menempel, dan diam-diam menahan pinggulnya dengan tanganku.
Walaupun sempat dicakar olehnya, aku juga tidak akan marah. Dicakar oleh artis terkenal sama sekali tidak rugi. Hehe.
Setelah berteriak. Tiba-tiba Patricia menyadari bahwa dirinya berada di dalam pelukanku. Dia membuka matanya lebar-lebar, lalu membuka mulut dan tiba-tiba menggigit bahuku. Kemudian dia melompat ke tanah, meraih pakaian dan berlari keluar dari goa.
"Sial, kamu gila, ya?" Wajahku penuh dengan kebingungan.
Apakah mental wanita ini tidak sehat?
Tiba-tiba, terdengar teriakan dari luar goa: "Ada ular, tolong!!"
Aku mendengar teriakan Patricia dan segera berlari keluar. Aku melihat Patricia bersembunyi di rerumputan, setengah mengenakan pakaiannya dan berteriak sambil menutupi dada dengan kedua tangannya. Setelah itu, salah satu tangannya menutupi dadanya, satu tangan yang lainnya menahan pakaian dalamnya dan dia dengan sekuat tenaga menariknya ke belakang.
Sedangkan diatas pohon, ada seekor monyet sedang bergelantungan dengan ekornya. Lalu kedua tangan monyet tersebut menarik pakaian dalam Patricia sambil menyeringai.
Ketika aku menoleh, monyet itu lumayan mesum, beraninya mengintip wanita berganti pakaian. Aku berteriak, bergegas mengambil sebuah batu dan melempar ke arahnya.
__ADS_1
Monyet itu menjerit, dan merangkak ke pohon sambil memegangi kepalanya.