365 Hari Di Pulau Terpencil Bersama Pelukis Wanita Lugu

365 Hari Di Pulau Terpencil Bersama Pelukis Wanita Lugu
Lain Kali Pasti


__ADS_3

“Apa yang perlu kita lakukan, membuangnya atau menyimpannya?” Patricia menatapku dan berkata. "Bagaimana kalau suatu hari dia hidup?"


“Bagus dong kalau hidup, kita bisa bertanya padanya apakah dia alien atau bukan. Menurutmu, dia manusia atau alien? Postur badannya bagus sekali.” Kataku sambil melihat ‘Boneka’ tersebut.


Patricia memukulku dengan kesal, “Kamu tuh ya, cuma tahu lihat badan saja.”


“Kalau tidak melihat badan, terus aku harus lihat apa, yang bisa menarik perhatianku hanya tiga titik satu garis…” Aku menatapnya sambil terkekeh.


“Tiga titik satu garis… kamu, kubunuh kau!” Patricia kesal hingga wajah memerah, kemudian mulai memukuliku.


Aku tertawa terbahak-bahak dan bercanda dengannya sebentar.


Kemudian, aku membawa kotak ‘Boneka’ itu ke dalam perkemahan, dan meletakkannya di pojokan.


Aku mengulurkan tangan untuk menyentuhnya, lalu bagian luar kotak itu pecah. Aku belum pernah melihat kotak kemasan luar secanggih ini.

__ADS_1


Aku mencondongkan tubuh untuk melihatnya. Ada sehelai kain yang menutupi matanya, dia juga menggunakan pakaian yang sedikit, tetapi menutupi semua bagian penting tubuhnya.


Kakinya yang panjang terlihat kuat dan bertenaga.


Aku membungkuk, memandangi bibir dan wajahnya yang pucat, lalu perlahan membuka kain yang melilit di matanya...


Matanya tertutup, dan ada tahi lalat di bawah sudut mata kanannya. Dia terlihat sangat cantik meski dengan mata tertutup. Entah sebetapa indah matanya jika terbuka.


Dia seperti boneka barbie. Apalagi kulitnya yang sangat halus, lebih halus daripada manusia.


"Seandainya kamu hidup.” Aku menatapnya dan menutup kembali matanya dengan kain.


Aku melihat ke bawah dan membuatku takut setengah mati.


Tangan kiri ‘Boneka’ itu merogoh sakuku!

__ADS_1


Kelopak mataku berkedut hebat, apa maksudnya ini... Ketemu setan di siang bolong?


Aku menarik tangannya keluar, di tangannya terdapat beberapa bola logam kecil.


Beberapa logam kecil ini, aku dapat dari orang Jepang itu.


“Kamu mau ini?” Aku bertanya padanya, tentu saja, dia tidak akan menjawabku.


“Apa gunanya barang-barang ini?” Aku mengerutkan kening. Aku tidak tahu, jadi aku mengeluarkan bola logam, mencucinya dengan air di samping. Lalu aku menatapnya, dan dalam hati berpikir atau aku masukkan ke dalam…


Aku sedikit tersentak, mencoba menahan niat burukku, lalu membuka bibirnya dengan jariku dan memasukkan bola logam itu ke dalam.


Pada saat ini, mereka yang di luar sudah selesai menyiapkan makan malam, dan memanggilku keluar untuk makan.


Aku berbalik badan dan berjalan keluar.

__ADS_1


Tiba-tiba.


Aku melihat "boneka" di pojokan sana. Aku melihatnya mengenakan kostum seksi dan tiba-tiba merasa sedikit aneh …


__ADS_2