
"Aku mengawasi dari sini, sekalian mengambil beberapa tanaman pulang untuk membuat sup." Rose berkata: "Oh iya, gunakan anak panahmu dengan baik-baik, setelah menggunakan jangan lupa untuk diambil kembali."
Rose bertanya kembali "Kamu tahu cara menggunakan busur dan anak panah, kan?"
"Um. Tidak masalah." aku tersenyum.
"Apakah kamu pernah menjadi tentara?" tanya Rose padaku tiba-tiba.
“Hah? Kenapa kamu bilang begitu?” tanyaku balik.
"Tato yang ada di bahumu, aku pernah dengar dari kakakku, “Pasukan Kopassus“ adalah tim misterius terkuat dan nomor satu di dunia. Apakah kamu anggota mereka?" Rose bertanya padaku.
Aku tidak menyangka dia akan mengenali tato yang ada di tubuhku!
Tato jenis ini adalah tato henna, biasanya tidak ada warna, tidak ada perubahan yang terlihat, warna hanya akan muncul saat suhu tubuh naik.
"Eh... iya, tapi itu dulu." kataku, "Itu semua sudah masa lalu."
“Kamu benar-benar anggota pasukan Kopassus! Apa kode rahasiamu?” Rose tiba-tiba menjadi tertarik, tatapan matanya memancarkan cahaya, “Aku dengar setiap orang di pasukan Kopassus memiliki kode rahasia, dan juga setiap orangnya bahkan jauh lebih hebat daripada 007 James Bond!"
Aku menatap matanya, dari tatapan matanya seperti ada rasa kagum?
Mungkinkah wanita bule ini mulai mengagumiku setelah tahu bahwa aku adalah anggota pasukan Kopassus?
__ADS_1
"Kode rahasiaku..."
"Ayo beritahu aku, di pulau ini hanya ada beberapa orang saja, tidak akan ada yang tahu juga jika kamu mengatakannya." Rose menatapku.
"Yama." aku tersenyum, "Nama tersebut mungkin terdengar sedikit bodoh, jadi jangan menertawakanku.”
"Apa makna dari nama itu?" tanya Rose.
"Hmph, itu adalah bagian dari mitologi kuno " Jawabku.
“Oh, seperti Falak? Lucifer?” tanya Mawar.
"Hmph, kurang lebih seperti itu, beberapa yang kamu sebutkan tadi adalah musuh yang kalah ditanganku. Mereka semua tidak sehebat aku.” aku menatap dan berbicara dengan bangga.
"Kakakmu berbohong, aku adalah pria yang baik-baik." aku membantah, "Aku beritahu ya, kakakmu memiliki reputasi yang sangat buruk, dialah sosok yang sangat mesum itu."
“Kamu tidak boleh mengatakan seperti itu tentang kakakku.” Rose mencubitku lagi.
Aku mengambil napas mendesis, dan langsung meletakkan tanganku di pahanya.
Tubuh Rose berubah menjadi tegang, dia jelas sedikit panik.
Aku melihatnya panik, namun mengapa dia juga terlihat sedikit malu-malu? Apa maksudnya ini?
__ADS_1
Matanya melotot, tubuhnya membeku. Aku tidak berani percaya bahwa aku akan mengulurkan tangan menyentuh pahanya. Dia panik dan cemas.
Hatiku merasa geli ingin ketawa melihat perawakannya yang sangat ketakutan. Wanita bule ini jelas terlihat jarang berhubungan dengan pria.
Aku menatap matanya dan mencondongkan badanku. Ujung hidungku dan ujung hidungnya saling bersentuhan. Aku dapat merasakan tubuhnya yang gemetar, menatapku dengan mata yang terbelalak, seketika tidak tahu harus bersikap seperti apa.
Wajahnya memerah, sangat manis.
Hatiku tergerak, dan perlahan aku bergerak mendekat menuju bibir merahnya, tepat ketika aku hendak mencium bibirnya yang lembut.
Tiba-tiba, ada suara aneh terdengar dari kejauhan.
"Apa yang kamu lakukan!" Rose mendorongku menjauh dan menatapku dengan wajah memerah. "Jaga tanganmu baik-baik, jika kamu berani melakukannya lagi… aku… aku."
"Kamu akan bagaimana?" aku tersenyum dan menatapnya. "Kamu sudah tahu siapa aku, apakah kamu masih berpikir bahwa kamu adalah lawanku?"
Ketika mendengarku mengatakan hal ini, ekspresi wajah Rose terlihat jelas membeku, "Kalau begitu kamu... juga tidak boleh memaksa kami! Hati-hati saat kamu tertidur."
"Kalau begitu kamu juga perlu berhati-hatilah saat tidur." Aku terkekeh.
Roarrr—— Argh!!!
Raungan aneh dari kejauhan semakin terdengar dengan melodi tertentu.
__ADS_1
Ekspresi Rose berubah menjadi terkejut. Dia mencubitku lagi dan langsung mengeluarkan belati. Aku segera meraih pergelangan tangannya, menariknya ke pelukanku. "Wanita jangan bermain pisau, ngomong-ngomong belati ini terlihat tidak asing.”