365 Hari Di Pulau Terpencil Bersama Pelukis Wanita Lugu

365 Hari Di Pulau Terpencil Bersama Pelukis Wanita Lugu
Bukan Pria


__ADS_3

Melihat orang yang di dalam peti duduk dan menatap kami, ketiga gadis itu gemetar ketakutan. Mereka menjerit dengan keras, benar-benar bisa memecahkan gendang telinga.


Aku bahkan lebih ketakutan hingga bergidik. Orang ini benar-benar tidak mati, hanya dengan begitu saja dia sudah bangun bangun...


Aku segera berlari dan menarik Patricia.


“Jangan dekat-dekat dengannya.” Aku mengulurkan tanganku dan mendorong Patricia ke belakangku, kemudian menatap pria di dalam peti mati dengan waspada.


"Dia...apakah dia berubah menjadi zombie..." kata Patricia bersembunyi di belakangku.


Sherly memeluk Patricia, "Jangan takut, Pat. Ada aku—pengawalku ada di sana untuk melindungi kita."


 “Um.” Patricia dan Sherly berpelukan dan bersembunyi di belakangku.


Saat ini, aku berpikir dalam hati, aku bahkan tidak bisa melindungki diriku sendiri, bagaimana bisa melindungi kalian?


Aku memang berpikir seperti itu, tapi aku tetap harus melindungi mereka.


Pria itu duduk di peti mati dan menatap kami dan tatapan matanya bingung. Sepertinya dia sendiri tidak tahu dia sedang berada dalam keadaan apa.


Kami semua menatap pria itu dengan sedikit ketakutan, lalu bertanya-tanya apakah dia sudah sadar atau ngigo?


Sudah berapa lama orang ini berada di peti mati?


Dia menatap kami dengan bingung, mencoba bangkit dari peti mati, tetapi hampir terjatuh.


Orang tua aneh itu bergegas masuk dari luar pintu. Dia menatap orang di peti mati dengan terkejut, lalu melempar seikat bunga yang ada di tangannya ke tanah. Dia pun bergegas dan menopang orang tersebut.


"Cucuku…akhirnya kamu bangun, kakek sudah menunggu lama! Bagus, bagus sekali, keturunan keluarga kita tidak akan terputus!"


Orang tua itu menangis dan sulit untuk menahan kegembiraannya.

__ADS_1


Pria itu masih melihat sekeliling dengan bingung, tidak memahami situasinya sama sekali.


Menurutku, sepertinya karena baru sadar, dia sedikit bingung dengan kondisi yang ada.


Orang tua aneh itu menoleh dengan tatapan mata tajam menatap kami.


 “Satu, dua, tiga,  empat wanita! Itu sudah cukup, bagus, garis keturunanmu semuanya sangat bagus dan kamu tidak akan mencemari keluarga kami.” Orang tua aneh itu tertawa dengan suara tidak enak.


Beberapa burung beo langsung menyambar bunga di tanah. Bunganya penuh dengan serbuk sari. Begitu beo terbang, sayapnya membawa angin dan serbuk sari langsung menyebar di ruangan kedap udara.


"Aroma apa ini......"


"Harum sekali."


Zhafira mengusap kepalanya dan pingsan.


Setelah dia jatuh ke tanah, kondisinya sangat buruk, kedua kakinya yang panjang bergesekan satu sama lain... Dia teracuni.


Persetan!


Aku tadi hanya sembarang mengatakannya saja. Siapa yang mengira itu akan menjadi kenyataan?


Buk! Patricia dan Sherly jatuh ke tanah dengan saling berpelukan. Tatapan mata mereka mulai kabur dan saling menanggalkan pakaian satu sama lain!


Orang tua aneh itu melihat semua ini dengan rasa puas, "Sangat bagus, sangat bagus."


Lalu dia menatapku...


Tentu saja, aku terlihat tak berguna di sini. Orang tua ini juga tidak akan membiarkannya pergi.


Begitu mencium aroma ini, seluruh tubuhku menjadi sangat panas dan aku bisa merasakan api didalam hatiku berkobar.

__ADS_1


Orang tua aneh itu datang menghampiri, kemudian mengikatku dengan tali jerami dan menggantungku terbalik di atas atap.


Dalam keadaan terbalik, darah mengalir ke otak dan tersumbat. Luka di telapak tangan juga mulai berdarah.


Orang tua  aneh itu mengambil mangkuk kayu dan meletakkannya di bawah untuk menampung darah.


Setelah melakukan semua ini, orang tua itu pergi dengan puas, lalu menutup semua pintu dan jendela sebelum pergi.


Jika tidak ada hal yang lain, aku pasti akan mati karena darah yang terus mengalir.


Pria di peti mati itu diletakkan di tanah oleh orang tua aneh itu.


Karena terbalik, kepalaku terasa terisi penuh dengan darah dan memulihkan sedikit energi. Meskipun tangan kananku tidak memiliki kekuatan dan seluruh tubuhku mati rasa, aku masih bisa menggertakkan gigiku dan bersikeras untuk tidak membiarkan diriku pingsan. Aku harus mencari cara!


Aku membuka mata dan bergoyang ke depan dan ke belakang, mencoba memutuskan tali itu.


Aroma di ruangan sangat kuat dan aku sudah bisa merasakan tubuhku bereaksi...


Tetapi dalam keadaan seperti ini, aku tidak punya pilihan selain membuka mata dan melihat pria itu beranjak ke sisi para wanita itu.


Sherly dan Patricia sudah mulai saling menyentuh, pakaian mereka sudah setengah terbuka...


Bell masih bisa menjaga ketenangannya, tapi itu hanya masalah waktu.


Situasi Zhafira yang paling serius, dia langsung meraih pria tersebut yang merangkak ke arahnya dan merobek pakaian orang itu tanpa berpikir.


Aku merasa sedih, apakah pada saat seperti ini aku hanya bisa menontonnya saja?


Tunggu, ada yang salah dengan orang itu, kenapa dia tidak memiliki karakteristik seperti seorang pria...


Aku benar-benar tercengang.

__ADS_1


Orang ini bukan seorang pria!


__ADS_2