
Ini adalah keuntungan yang sangat menarik!
Perkemahan ini terdiri dari empat wanita cantik, dan aku satu-satunya pria yang bergabung, dipikir-pikir ini sangat luar biasa.
Aku terbatuk beberapa kali, "Biarkan aku memikirkannya sebentar."
"Aku masih punya seorang teman." Aku berpikir sejenak dan berkata, "Bolehkah izinkan aku untuk membawa orang, seorang wanita, bukan pria.”
"Kita bicarakan lagi setelah kamu dapat membawa Anna kembali." Kata Naomi.
"Seperti apa penampilan Anna dan pakaian apa yang dia kenakan? Apa ciri-cirinya, bagaimana aku bisa membuatnya percaya kepadaku?" tanyaku.
"Tidak kusangka, ternyata kamu cukup profesional juga." Elizabeth melirikku sambil berkata, dia melepaskan tali jerami di pergelangan kakinya dan menyerahkannya kepadaku, "Ini adalah tali jerami yang aku buat. Kamu bisa memperlihatkan ini kepada Anna. Melihat ini, dia akan mempercayaimu."
Aku melihat sekilas gelang rumput ini, tenunannya sangat indah, dan terdapat huruf E di atasnya, yang merupakan huruf pertama dari nama Elizabeth.
“Oke, bagaimana aku mengenalinya?” tanyaku lagi.
"Dia memiliki payudara besar... dari kami semua *********** lah terbesar di sini, bentuknya seperti ini..." Elizabeth tersipu dan mengangkat dadanya dan memberi gambaran.
Um, aku menganggukkan kepalaku dan fokus padanya. Benar-benar lengkungan yang sangat besar.
"Lalu dia memiliki rambut pendek, rambut keriting, kacamata, dan memakai sepatu bot. Dia sangat cantik." Rose menambahkan, "Matanya indah, seperti permata hitam, kamu pasti bisa mengenalinya."
__ADS_1
Tentu saja aku bisa mengenalinya, aku pasti bisa mengenali seorang wanita cantik dengan payudara besar.
Aku mengangguk, "Oke, aku akan membawanya kembali."
"Bisakah kalian memberitahuku tentang perkemahan Sibolangit?" Aku bertanya.
Naomi mengangguk dan mulai menceritakan tentang mereka.
Setelah sekitar sepuluh menit menceritakan, Aku secara kasar memahami cerita mereka.
Yang lebih membuatku terkejut adalah ketiga orang ini ternyata adalah girlband multi-nasional! Mereka baru saja debut, saat bersiap pergi ke luar negeri untuk menghadiri upacara penerimaan penghargaan, kapal yang mereka tumpangi malah mengalami kecelakaan!
Dan perkemahan Sibolangit itu ada di kapal besar yang rusak itu!
Kakak Naomi mengantar mereka dengan kapal pesiar dan berlayar ke seberang lautan. Siapa sangka di tengah jalan di terpah badai yang mengakibatkan mesin kapal menjadi tidak berfungsi dan badai membawa mereka sampai di pulau ini.
Julian Sibolangit, awalnya adalah satpam kapal, tetapi dia malah membunuh kakak Naomi hanya untuk meniduri Naomi dan lainnya.
Sayangnya, Naomi pernah belajar bela diri kendo, Elizabeth juga pernah belajar seni bela diri taekwondo, sedangkan ayahnya Rose adalah seorang jendral prajurit dan sekeluarganya adalah prajurit.
Mereka bertiga melarikan diri, lalu menemukan perkemahan ini dan bertemu Anna.
Aku tahu, orang-orang ini tidak mengatakan yang sebenarnya.
__ADS_1
Setidaknya, sebagian dari itu adalah kebohongan.
Dan asal Anna, mereka tidak begitu jelas.
"Singkatnya, Anna sudah lama tinggal di pulau ini, mungkin lebih dari setengah tahun. Dia sangat mengenal pulau ini dan juga seorang dokter. Dia harus diselamatkan." kata Naomi.
"Aku mengerti." Aku berkata, "Baiklah, bisakah kalian melepaskanku sekarang?"
Naomi mengangguk dan membiarkanku pergi, "Pergilah, bawa Anna kembali, dan kamu bisa bergabung dengan perkemahan kami."
"Bisakah kamu mengembalikan senjataku?" tanyaku.
"Tidak, senjatamu akan kami sita, tunggu sampai kamu sudah mendapatkan kepercayaan kami, maka akan kami kembalikan kepadamu.” Naomi memutar bola matanya.
"Bagaimana bisa aku menyelamatkan orang dengan tangan kosong?" Aku membuka tanganku dan melihat mereka.
Naomi tidak percaya padaku, "Aku tidak bisa memberikannya padamu sekarang, bagaimana jika kamu kembali dan mengancam kami?"
“Belati ini untukmu.” Rose tiba-tiba mengambil belati pendek dari tubuhnya dan melemparkannya ke arahku.
Aku melihat belati ini dibuat dengan baik, dipoles dengan batu obsidian, lalu ditata dalam gagang kayu, dan diikat dengan tali jerami.
“Bolehkah kembalikan sisa makanan kaleng tadi kepadaku?” Aku menatap daging kaleng yang telah aku makan setengah kaleng.
__ADS_1