365 Hari Di Pulau Terpencil Bersama Pelukis Wanita Lugu

365 Hari Di Pulau Terpencil Bersama Pelukis Wanita Lugu
Tetap Lebih Bagus Dipakai Wanita


__ADS_3

Aku mengambil cabang pohon untuk menyalakan api dan duduk di samping api unggun. Kemudian, melepaskan mantel kulit Naomi dan melihat ada luka cakaran burung gagak di atas bahunya.


“Sakit sekali.” Ujar Naomi sambil menatapku dengan sedih.


Dia memakai pakaian dalam sutra hitam seksi. Sangat seksi, hingga setengah belahan dadanya kelihatan dan mendekat ke arahku.


“Apa yang kamu lihat?” Kata Naomi kesal dan memukulku.


“Aaahh! Aku sedang melihat lukamu.” Aku pun tertawa canggung dan segera menggunakan air liur untuk membersihkan lukanya, “Apakah masih sakit?”


“Sakit!” Naomi menatapku.


“Kalau begitu, aku bantu usap.” Aku melihatnya, lalu mengulurkan tangan memegang bahunya dan mengusap pelan.


“Masih sangat sakit…” ujarnya.


Aku menatap dia dan tanpa ragu menjilat bersih luka dia.


Lukanya tidak terlalu besar, jadi dengan cepat darah sudah berhenti.


“Geli sekali,” celetuk Naomi sambil tertawa geli.


Aku membantu dia untuk menghentikan darah dan mengunyah obat herbal untuk meletakkannya di atas luka.


“Sudah jauh lebih baik.” Ujar Naomi sambil menatapku.


Aku membantu dia mengenakan mantel kulitnya, lalu kami bertiga duduk di samping api unggun.

__ADS_1


“Burung gagak di rawa-rawa sana sudah menghilang.” Ujar Rose sambil menujuk ke arah rawa-rawa.


Aku mendongakkan kepala untuk melihat. Burung-burung gagak yang terbang bolak-bolak di atas sudah pergi menjauh dan menghilang.


“Tidak tahu bagaimana keadaan Bell.” Kataku sambil menghela napas.


Bell benar-benar sangat cantik. Kulitnya sangat putih dan kakinya panjang. Mulutnya juga kecil dan manis…


Ketika aku sedang melamun, tiba-tiba tanganku dicengkram.


“Apa sih Bell terus! Apakah dia secantik kita?” Rose mendongakkan kepala melihat ke arahku.


“Abang.” Panggil Naomi dengan manis.


Hatiku meleleh mendengar suara Naomi yang begitu manis dan segera menjawab, “Tentu saja kalian berdua lebih cantik.”


“Dia bukan manusia.” Aku tertawa.


Aku menceritakan tentang Bell dengan singkat, “Dia sepertinya peri yang dimaksud dalam cerita legenda barat.”


“Pe…peri?”


Mata kedua wanita tersebut membelalak, seperti tidak percaya padaku.


“Oh iya! Telinga dia tajam.” Ujar Naomi.


“Ternyata benar-benar ada peri. Hebat sekali. Pantas saja dia begitu cantik…” Rose berbicara sendiri.

__ADS_1


“Kamu juga sangat cantik.” Aku memeluk kedua wanita tersebut dan menggulurkan tangan memegang rambut mereka, “Postur tubuh kalian juga tidak kalah darinya.”


“Benaran?” ujar Naomi senang.


“Tentu saja!” Aku menganggukkan kepala, “Aku suka postur badan seperti kalian.”


“Kalian, laki-laki, semua suka dada yang besar, kaki yang panjang…” kata Rose sambil mengingat kembali, “Ketika aku menjadi anak magang, pemimpin perusahaan meminta kami untuk menjaga postur tubuh. Ini tidak boleh makan, itu tidak boleh makan.”


“Hmph, awal mau mulai bahkan ada rencana agar kami masuk ke jalur yang seksi. Meminta kami untuk menyanyi lagu porno…” ujar Naomi.


“Lalu apakah kalian menyanyikannya?” Aku tiba-tiba sedikit panik.


“Tentu saja tidak. Kami mengambil jalur yang masih muda dan bersemangat. Gaya seksi juga ada, tapi bukan yang menggunakan badan.” Rose menjelaskannya dengan serius.


“Baguslah kalau begitu.” Aku menganggukan kepala, “Kalau begitu kenapa kalian memakai pakaian dalam yang seksi?”


“Itu untuk syuting video musik. Bukan kami yang memakainya, tapi penari pria yang memakainya.” Kata Naomi sambil menatapku.


“Kali ini pergi ke Amerika untuk berlibur, sekalian syuting video musik. Dan sengaja mencari beberapa penari pria profesional.” Naomi menjelaskan dengan serius padaku.


Setelah aku pikir-pikir, sepertinya memang ada penari bencong seperti itu…


“Tapi pakaian dalam memang lebih bagus jika wanita yang memakainya. Aku suka sutra hitam…” Kataku dalam hati.


“Hah! Ngantuk sekali. Cepat pergi tidur…” Naomi berdiri sambil merenggangkan pinggangnya.


Aku menggantung batu cahaya ungu di luar tenda, kemudian masuk ke dalam tenda.

__ADS_1


Baru saja aku ingin tidur.


Tiba-tiba kedua wanita itu masuk ke dalam tendaku dan berbaring di sampingku…


__ADS_2