365 Hari Di Pulau Terpencil Bersama Pelukis Wanita Lugu

365 Hari Di Pulau Terpencil Bersama Pelukis Wanita Lugu
Monyet Mesum!


__ADS_3

Aku berlari dan menatap Patricia, "Apakah kamu baik-baik saja?"


Aku melirik senjata yang ada di depan dada. Tak disangka besar sekali, biasanya selalu disembunyikan dengan baik.


Patricia ketakutan, tetapi dia juga sangat waspada padaku, "Minggir, kamu lebih menyebalkan dari monyet!"


"Kenapa kamu malah memaki orang?” Aku melirik beberapa kali, lalu mengambil pakaian dalam dan memberikan kepadanya, "Mau sekalian aku pakaikan untukmu?"


"Pergi!"


Patricia memelototiku dengan marah.


Aku berbalik badan dan pergi. Belum aku berjalan beberapa langkah, tiba-tiba ada rasa sakit di belakang kepala aku, “Siapa yang pukul aku?”


Aku menoleh dan menatap Patricia: "Kenapa kamu memukulku?"


“Aku tidak memukulmu.” Patricia sudah selesai mengenakan pakaian dalamnya dan hendak mengenakan stoking dan pakaiannya. Tiba-tiba sesosok bayangan hitam melompat keluar dari pohon dan langsung mengambil pakaiannya.


Patricia melompat dan berteriak.


Tepat ketika aku baru tersadar, beberapa bayangan gelap tiba-tiba muncul di hadapanku. Aku mengulurkan tangan untuk menahannya, tetapi suara aneh yang menderu mulai terdengar.


Beberapa monyet berada di atas pohon, memegang buah dan melemparkannya ke arahku!


Sekelompok monyet ini sangat hebat, dapat memukulku dengan tepat sasaran,  beberapa monyet jantan bahkan langsung melompat ke pohon yang ada disamping aku dan buang air kecil!


Berani-berani nya sekelompok monyet ini mengencingi aku!


Aku kesal hingga menendang pohon!


Duk!

__ADS_1


Pohon besar berguncang, dan monyet yang hendak buang air kecil itu langsung jatuh ke tanah.


“Ahhh! Pakaianku! Monyet-monyet ini mengambil pakaianku!” teriak Patricia.


Monyet-monyet itu menjerit, melempar buah ke segala arah, dan berlari ke kedalam hutan. Salah satu monyet mengangkat kedua tangannya sambil membawa rok Patricia!


Pada saat ini, Patricia memakai stokingnya setengah, yang tersisa hanya pakaian dalam dan jaket.


Aku berlari terburu-buru, "Jangan khawatir, aku akan mengambil pakaianmu kembali. Kamu tunggu aku di goa."


Sebenarnya aku lebih bahagia jika Patricia tidak memakai rok dan semakin bahagia jika dia tidak memakai baju.


Tapi bagaimanapun dia adalah seorang artis terkenal, dia masih perlu menjaga image nya, bagaimana mungkin dia hanya mengenakan pakaian dalam dan stoking, tanpa mengenakan jaket?


Aku menyuruhnya untuk tidak pergi sembarangan, tetap berada di goa untuk menunggu aku, dan aku segera mengikuti perginya monyet-monyet itu.


Bagi aku, mengikuti beberapa monyet bukanlah masalah yang sulit, cukup ikuti suara dan gerakan arah pohon.


Aku mengintai di rumput dan melihat ke atas.


Monyet yang mengambil rok Patricia, memberikan rok itu kepada monyet lain!


Monyet itu jelas adalah monyet betina, dan dia mengenakan rok tersebut di tubuhnya!


Penampilan yang biasa, tetapi membuat seluruh kelompok monyet bersemangat.


Aku mulai menghitung, ada sekitar lima belas enam belas monyet.


Tepat ketika aku sedang memikirkan cara untuk menarik kembali rok itu, tiba-tiba, sekelompok monyet itu pergi menjauh!


"Ah! Tolong! Monyet sialan, menjauhlah dariku!"

__ADS_1


Jeritan seorang wanita terdengar dari ketinggian.


Aku mengikuti suara itu dan melihat ke atas.


Ada parasut yang tergantung di pohon besar setinggi lima atau enam meter.


Di atas parasut……Menggantung seorang wanita!


Dia memiliki postur badan yang bagus, dan sangat cantik!


Ahhh Ahhh Ahhh! !


Wanita itu berteriak ketakutan.


Aku berlari mendekat dan melihat seorang wanita tergantung di pohon dengan parasut!!


Seluruh tubuhnya tergantung di udara dan terikat oleh tali parasut. Parasut tersebut juga terikat erat oleh tali, menunjukkan lengkungan yang menakutkan.


Dia tergantung di atas pohon. Kakinya yang indah menggantung, celana jinsnya robek, bahkan sepatu yang dia kenakan di ambil oleh para monyet itu.


Postur badan wanita ini saja sudah membuat orang gila, dan dia juga masih memiliki wajah yang menggoda! Badan iblis, wajah malaikat!


Aku melihat wajahnya, seperti merasa tidak asing.


Wanita dewasa ini berteriak: "Apakah ada orang? Tolong!"


Ketika dia berteriak seperti itu, sekelompok monyet menjadi lebih semangat dan berteriak lebih gembira!


Seekor monyet betina yang mengenakan rok Patricia menari dengan bahagia, dan tak hentinya berteriak kepada wanita yang tergantung di atas sana.


Aku bersembunyi di rerumputan, melihat sekelompok monyet seperti maniak.

__ADS_1


__ADS_2