
Tak lama, aku pun segera tertidur.
Seharian ini, aku merasa pening, kepalaku sangat sakit dan pusing. Ketika aku bangun, aku menyadari diriku sedang berdiri di pinggir pantai.
Para wanita sedang bermain air dengan menggunakan bikini. Mereka saling mengejar dan terus berlari, berlari, bergetar, bergetar…aku yang melihatnya pun sampai meneteskan air liur…
Anna seperti biasanya, langsung menanggalkan seluruh pakaiannya dan berbaring di atas pasir sambil berjemur matahari.
Aku benar-benar tidak bisa menutup mulutku ketika melihat postur tubuh mereka yang sangat indah.
Dalam hatiku berkata, sejak kapan aku datang ke sini bersama mereka?
Lupakan saja. Tidak perlu memikirkan hal ini. Yang penting bersenang-senang dulu.
Aku melihat Naomi sedang melambaikan tangan dan berteriak padaku untuk bermain bersama.
Tentu saja aku tidak akan menolaknya dan langsung melepaskan jaket. Lalu aku melompat ke dalam air dengan menggunakan boxer dan mulai bermain game dengan mereka.
Mereka bermain dengan bahagia.
Tiba-tiba.
Terdengar suara wanita berteriak.
Patricia berteriak, “Aaaahh, tolong!”
Aku terkejut dan langsung menoleh. Dari dalam hutan muncul seseorang dengan rambut panjang yang tumbuh disekujur tubuhnya. Rambutnya kusut dan kotor. Lalu dia pun mencoba untuk menangkap Patricia dan lainnya!
Bayangan orang ini sangat bersemangat begitu melihat para wanita. Dia bahkan tersenyum mesum dan langsung mengejar.
Aku mempercepat langkah lari dan mengejar ke sana, kemudian membawa Patricia ke belakangku.
“Ma, manusia primitif!!” teriak Patricia.
Aku menggepalkan tangan dan memukulnya tanpa berpikir lagi.
__ADS_1
Buk!
Sebuah tinju melayang dan membuat orang tua tersebut jatuh.
Meskipun memukul orang tua tidak terlalu baik, tetapi orang tua ini sangat berbahaya. Dia terlihat lebih seperti manusia primitif daripada manusia primitif asli. Tangan dan kakinya sangat panjang, benar-benar sangat mengerikan!
Sebuah tinju memukul wajah orang tua itu. Orang tua itu menatapku dan tidak ada reaksi apa pun. Malah aku yang berteriak, rasanya jari-jari tanganku sangat sakit, kulitnya sampai terkelupas. Seperti memukul benda keras!
Sangat sakit!
Aku mengambil batu di lantai dan melempar ke arahnya.
Buk!
Batu tersebut mengenai tubuh orang tua itu. Batu tersebut malah terpecah belah…!
Bagaimana mungkin?
Orang tua ini lebih keras daripada batu?
Aku tercengang.
Orang tua itu membalikkan persendian tangan dan kakinya, kemudian kedua tangan menopang di tanah dan mengangkat aku!
Kepalanya tiba-tiba menjulur keluar dan diikat dengan rantai. Orang tua itu terus menggertakkan gigi, lalu ingin mengigitku!
Aku ketakutan hingga semua bulu kudukku berdiri dan mataku terbelalak melihat ‘orang tua’ ini!
Orang tua sialan ini, jelas-jelas manusia kayu yang memiliki mekanisme!
Brengs*k!
Apa yang terjadi?
Manusia kayu ini merangkak di tanah seperti monster, tubuhnya sejajar dengan tanah, kepalanya terkulai ke bawah, bola matanya jika dibalikkan bisa memanah, mulutnya penuh dengan gigi taring dan bisa memanah keluar juga!
__ADS_1
Aku tercengang. Bentuk macam apa ini?!
Apa yang terjadi?
Hanya film horor yang akan syuting seperti ini, ‘kan?!
Manusia kayu itu berderit dan bergegas ke arahku. Dia membuka lebar mulutnya dan menggigit kakiku, matanya mengeluarkan panah dan memaku kakiku!
AAAAAHHH!!!
Aku berteriak kencang!
——
Kemudian.
Aku membuka mataku tiba-tiba.
Jantungku berdegup kencang. Deg Deg Deg.
Aku mendengar suara detak jantung dan nadiku. Aku masih hidup. Ternyata itu semua hanya mimpi.
Aku tercengang sejenak, lalu menyeka keringat dingin di dahiku. Mimpi buruk ini terlalu nyata dan sedikit menakutkan.
Aku pun menghela napas lega.
Apa yang terjadi? Kenapa aku bisa mimpi seperti itu?
Apakah aku terlalu panik?
Aku menggelengkan kepala, tidak ingin memikirkan terlalu banyak. Aku ingin keluar untuk buang air kecil dan menenangkan diri.
Aku ingin minum bir. Di saat seperti ini minum bir akan membuat tidur lebih nyenyak.
Baru saja ingin membalikkan badan, aku melihat kakiku dipeluk seseorang.
__ADS_1
Setelah melihat dengan seksama, aku melihat Elizabeth sedang memeluk pahaku dan menggigitnya!