365 Hari Di Pulau Terpencil Bersama Pelukis Wanita Lugu

365 Hari Di Pulau Terpencil Bersama Pelukis Wanita Lugu
Serbuk Sari Beracun!


__ADS_3

Memikirkan hal ini, aku membangunkan dua orang tersebut.


Anna membuka matanya. Dia tertidur dengan tubuh bagian atas telanjang, dengan embun di tubuhnya. Lekukan yang indah seakan membuat darah di dalam diri seseorang seakan mendidih.


Mata Patricia terlihat mengantuk, sangat imut.


Anna bangun, lalu dengan bibir merahnya langsung mencium wajahku: "Terima kasih telah menyelamatkanku, pangeranku."


Aku melihat bahwa wanita bule ini terlalu terbuka, tanpa basi basi, dia langsung mencium ketika ingin mencium, melepas pakaian ketika ingin melepas pakaian, melihat maksudnya, apakah dia ingin membalas budi dengan bersetubuh karena aku telah menolongnya.


Hanya orang bodoh yang akan menolak.


“Aku ingin menjadi pangeran, tapi sayangnya tidak ada kuda putih yang bisa aku tunggangi.” aku memandangnya dan berkata.


Anna menatapku dengan mata penuh godaan: "Kalau begitu… apakah kamu ingin mengendarai sesuatu yang lain?"


Dia berdiri, mengayunkan pinggangnya yang anggun, dan duduk di atas tubuhku.


Aku memeluk pantatnya dengan kedua tangan, "Bagaiimana— kalau kamu yang menunggangiku."


"Oke." Anna menjilat bibirnya.


Aku tersenyum dan langsung meletakkannya di atas batu, "Cukup, pakai bajumu, mumpung langit masih belum terang, cepatlah kembali ke perkemahanmu."

__ADS_1


Anna tampak sangat kecewa, dia mengenakan ****** ******** dan menendangku, "Pergelangan kakiku sangat sakit."


“Mana yang sakit? Aku bantu pijat.” aku berjongkok dan meremas pergelangan kakinya untuk dipijat.


Wanita bule ini sangat centil. Kemarin malam aku melihatnya masih dalam keadaan serius, ternyata di dalam dirinya sebenarnya begitu bebas.


Tidak tahu apakah memang karakternya yang sangat terbuka bebas, atau karena aku sangat tampan sehingga sulit baginya untuk menutup rapat kakinya?


Apabila karena karakternya, maka aku tidak terlalu tertarik.


Anna terus menggodaku, sama sekali tidak menyembunyikan ketertarikannya padaku. Aku juga senang memanfaatkan kesempatan, tetapi tatapan mata Patricia penuh dengan kewaspadaan saat dia melihatnya.


Saat aku melihat Patricia terlihat cemburu, aku sangat senang.


Hehe, jika ada sekelompok wanita cantik berada di sampingku, aku akan sangat bahagia meskipun harus tinggal di pulau ini seumur hidup.


Setelah menunggu kedua wanita itu selesai berpakaian, aku mengubur api unggun, menghilangkan jejak kaki dengan ranting, lalu menyuruh Anna untuk membawa jalan dan bersiap untuk pergi ke perkemahannya.


Selama perjalanan aku juga mengetahui perjalanan Anna.


Ternyata dia telah tinggal di pulau ini selama setahun!


Setahun yang lalu, timnya pergi ke laut untuk melakukan survei, tetapi mereka menghadapi badai dan hampir terbawa ombak. Setelah badai mereda, pulau ini muncul di hadapan mereka.

__ADS_1


“Kapal, bagaimana dengan kapal kalian?” tanyaku.


"Sudah tenggelam." Anna menghela nafas. "Kapak kami menabrak batu dan kemudian tenggelam. Tepat di pulau seberang sana."


“Seberang, sebenarnya seberapa besar pulau ini?” tanyaku.


"Sangat besar. Pulau tempat kita berada adalah yang terkecil dan teraman. Gunung yang tertutup salju yang kamu lihat tampak sangat dekat, tetapi sebenarnya itu pulau terbesar di bagian utara."


"Di sana lebih berbahaya. Kami pergi ke sana belasan orang, tapi hanya aku yang berhasil melarikan diri..." Anna menghela nafas, sepertinya enggan membahasnya.


Patricia mendengarkannya dan bertanya padaku dengan nada sedih: "Menurutmu apakah kita masih bisa pergi dari sini? Aku tidak ingin tinggal di sini selamanya."


Aku berpikir sebenarnya tidak ada ada salahnya juga menghabiskan seumur hidup di sini? Yang penting, di sampingku semua adalah wanita cantik, aku sudah sangat bahagia.


"Tidak ada komputer dan ponsel di sini. Aku masih ingin syuting dan merilis album. Berapa banyak penggemar yang sedang menunggu kabarku, aku tidak ingin mati di sini..." Patricia menatapku dengan sedih.


Bukankah manusia pada zaman dahulu dapat bertahan hidup tanpa ponsel atau komputer?


Bagiku, tidak ada ponsel atau komputer bukanlah masalah besar, tetapi bagi Patricia, seseorang  yang sangat bergantung pada ponsel, sudah tidak kuat setelah beberapa hari hidup tanpa listrik.


Aku menatap Anna lagi. Dia bilang dia terjebak di pulau itu setahun yang lalu. Bagaimana dia bisa melaluinya?


Apakah mungkin karena dia sudah terlalu lama kesepian, jadi dia tidak bisa menahan hasrat gairahnya ketika melihatku?

__ADS_1


Bisa jadi ini alasannya. Aku memikirkannya sejenak dan menatap Patricia lagi. Jika dia terjebak selama beberapa bulan di sini, apakah dia akan menjadi seperti Anna?


__ADS_2