
Aku menjadi tidak fokus. Tiba-tiba, wajahku terasa dingin, ternyata Rose mengambil segenggam sari bunga dan mengolesi pada wajahku.
Dia terkikik, "Mereka bilang kamu paling hebat, sepertinya biasa saja.”
Ketika aku melihat ke arahnya, dia sedang menutupi dadanya dengan satu tangan, dan tangan lainnya penuh dengan sari bunga. Dia yang seperti ini, tampak seperti godaan, seperti beberapa adegan film…
Tanganku juga basah, dan langsung menangkapnya…
Tentu saja hal-hal yang tidak mungkin itu tidak akan terjadi. Rose menutupi dadanya sambil tersipu malu. Lalu memintaku keluar agar dia bisa mengenakan pakaian.
Aku bertanya padanya kenapa harus mengoleskan sari bunga ini, padahal setiap hari selalu mandi, bukankah itu menjadi tidak diperlukan?
Kemudian dia menjawab, sari bunga ini dapat meresap ke dalam kulit, dan bisa bertahan lama. Kemudian, mengeluarkan aroma alami dari dalam tubuh, dan juga bisa menghindari gigitan nyamuk, sangat berguna.
Pantas saja, aku selalu berpikir kenapa mereka biasanya tidak memakai baju dan tidak takut digigit nyamuk. Sedangkan dia setiap malam tidak berani keluar, karena begitu keluar dia pasti akan dikerumuni nyamuk.
“Sedikit ini tidak cukup, lain kali kamu juga harus mengoleskannya padaku.” Kataku.
“Kalau begitu harus pergi untuk memetik bunga.” Jawab Rose.
“Metik bunga, aku suka metik bunga.” Aku tertawa.
__ADS_1
Masalah di sini sudah selesai, masalah di sana juga sudah selesai.
Anna keluar dari tendaku, wajahnya juga sangat merah. Kulitnya terlihat berkeringat, begitu juga dengan tangannya. Wajah Patricia dan Zhafira juga merah. Mereka berdiri di samping sambil menundukkan kepala, tidak tahu sedang berpikir apa.
Aku berjalan mendekat dan melihat ke dalam tenda. Dua wanita cantik terbaring dan berkeringat. Baju mereka… masih rapi… hanya saja keringat yang menempel terlihat sangat lepek, dan ada sedikit aroma…
Setelah beberapa saat, Naomi dan yang lainnya bangun dan berlari untuk pergi mandi.
Suasananya agak canggung.
Aku berjalan ke api unggun dan mengambil ikan bakar, baru saja akan makan. “Jangan bergerak, itu ikanku.” Patricia tiba-tiba datang, “Lupakan saja, kamu makan saja.”
“Sherly…apakah dia…” Patricia tidak berani tanya.
"Aku tidak menemukannya, jadi aku tidak berani mengatakan apapun." Aku menepuk tangannya, "Tapi, seharusnya dia sudah melarikan diri, tidak tertangkap oleh manusia primitf."
"Benarkah?" Dia mengangkat kepalanya.
"Umm, benar, percayalah padaku." Aku memegang tangannya.
“Kamu tahu tidak, kemarin malam aku memimpikannya.” TIba-tiba ekspresi wajah Patricia berubah sedih.
__ADS_1
“Ketika aku pertama kali debut, aku artis yang tidak terkenal, kalau bukan karena aku bertemu dengannya, mungkin aku sejak awal sudah meninggalkan industri ini, dan tidak mungkin bisa mendapatkan pencapaian seperti sekarang ini.”
“Yap, bagaimanapun juga, dia punya uang dan membuka perusahaan khusus untukmu.” Aku mengangguk, “Siapa pun tidak ada yang tahu, ternyata hubungan kalian berdua begitu spesial, kenapa kalian tidak mengumumkannya ke publik?”
“Demi karir, aku sedang naik daun, jika diumumkan, kedepannya bagaimana aku bisa syuting? Coba kamu lihat artis perempuan di luar negeri, setelah mereka mengumumkannya, karir mereka jadi hancur.”
“Dia begitu kaya, ada modal, masih takut tidak bisa naik?” tanyaku.
“Industri hiburan sangat rumit, tidak cukup jika hanya ada modal.” Patricia menghela napas, “Kamu harus bantu aku menemukan Sherly. Kamu sudah pernah berjanji padaku.”
“Umm, aku bersumpah, aku pasti akan menemukan dia. Lagi pula, aku juga pengawalnya, aku punya kewajiban untuk melindunginya.” Aku melihatnya sambil tersenyum.
“Bisakah…kamu melepaskan tanganku.” Kata Patricia sambil menatapku.
“Oh, oke.” Aku segera melepas tangannya.
“Satu tangan lagi juga bisa kamu lepaskan.” Patricia melototiku.
“Oh, maaf. Aku tanpa sadar jadi ketarik,” Aku tertawa canggung, aku belum mencari kesempatan, malah sudah ketahuan…
“Lupakan saja, ikan ini kamu makan saja, aku keluar jalan-jalan sebentar. Sepanjang hari berdiam di dalam goa, benar-benar membosankan, hah, seandainya aku bisa membaca buku.” Patricia berdiri.
__ADS_1