365 Hari Di Pulau Terpencil Bersama Pelukis Wanita Lugu

365 Hari Di Pulau Terpencil Bersama Pelukis Wanita Lugu
Ada yang Aneh


__ADS_3

Apa itu?


"Sepertinya seorang wanita!"


"Tidak pakai baju, dan sekujur tubuhnya penuh darah!”


"Mungkinkah orang yang ditelan Anakonda?!"


"Lihat, dia berdiri di atas Anakonda dan sedang melihat kita!"


“Payudaranya besar sekali! Tidak seperti manusia!” Elizabeth tiba-tiba memperhatikan hal yang aneh itu.


"Jangan sembarangan bicara."


"Sana, coba kamu pergi lihat." Mereka menyuruhku untuk ke sana.


Aku memegang erat tombak batu, aku sedikit gugup.


Anakonda tersebut berguling-guling di pantai, membuat lumpur, pasir dan air laut berhamburan kemana-mana, pergerakannya sangat besar.


Tanpa sadar kami mundur beberapa langkah. Di atas Anakonda berdiri seorang wanita, sepertinya dia sedang melihat ke arah kami, kemudian beberapa sosok serupa juga muncul!


Kami dapat melihat dengan jelas itu bukan manusia, tapi monster laut!


Sayap di belakang mereka terbuka lebar, seperti sayap kelelawar, tapi semuanya rusak oleh racun ular Anakonda.


Daging di tubuh mereka juga busuk dan terkelupas, tetapi mereka masih saja terus memakan daging Anakonda!


Anakonda berguling di tanah, membuat beberapa monster itu tertimpa.


“Euw, menjijikkan!” Setelah melihatnya, mereka tak sanggup menahan rasa jijik lagi.

__ADS_1


Aku berdiri di depan mereka sambil memegang tombak batu.


Monster-monster itu juga memperingatkan kami dengan mulut terbuka dan gigi yang tajam.


Mereka tidak menyerang kami, dan malah berkonsentrasi memakan daging ular.


“Bagaimana ini, mereka sepertinya sedang makan.” Patricia menyeretku dan berkata.


"Bisa apa lagi, lari!"


Aku berbisik kepada mereka.


“Lihat, Anakonda itu hidup!” teriak Naomi.


Anakonda itu memutar balikkan tubuhnya dengan gila, merayap ke pantai, kemudian berusaha untuk mengangkat kepalanya dan membuka mulutnya. Lalu menggigit monster laut itu menjadi dua dalam satu gigitan.


Sekelompok monster laut itu menjerit berusaha terbang dengan sayap mereka. Mulut mereka penuh dengan daging ular, seluruh badan mereka busuk. Pemandangan itu tampak menakutkan dan menjijikkan.


Anakonda tiba-tiba melompat, menabrak pohon besar yang berada beberapa meter dari kami, dan merayap kabur ke hutan.


Kami semua dibuat terkejut. Beberapa wanita ini bahkan langsung berjongkok dan melihat ke arahku dengan sangat panik.


Satu per satu pohon besar ditabrak hingga tumbang. Raungan ular dan tangisan monster yang menjadi satu benar-benar sangat menakutkan.


Tiba-tiba, terdengar suara, BUK.


Kemudian, tidak ada suara apapun lagi.


Kami bersembunyi di bawah pohon untuk sementara waktu. Setelah mendengar tidak ada apa-apa, kami pun berpikir untuk pergi melihatnya.


"Apakah kamu membawa siput laut?" Aku bertanya kepada Elizabeth,

__ADS_1


"Bawa, aku membuatnya menjadi kalung, dan aku memakainya setiap hari." Dia menunjuk ke lehernya yang putih dan berkata.


Siput laut kecil tergantung di lehernya, berada di antara dua buah gunung yang menjulang itu...


Aku meminta mereka untuk berjalan ke desa, kemudian aku dengan hati-hati berjalan ke arah ular besar, ingin pergi melihatnya.


Aku berjalan diam-diam, lalu melihat Anakonda itu sudah tergeletak di tanah. Monster yang ada di atasnya juga mati tertimpa pohon-pohon besar.


Tiba-tiba, bayangan gelap melintas dan bergegas ke arahku.


Tombak di tanganku langsung kutusukan ke arah itu.


Setttt!


Tombak itu menembus bayangan hitam yang datang ke arahku.


Seekor monster membuka mulutnya, taring di mulutnya sangat menjijikkan dan menakutkan, dia bahkan meneteskan air liur amis ke batang tombak.


Aku merasa sangat jijik, jadi langsung melempar mayatnya ke tanah, dan menarik tombak itu.


Ular itu sudah mati, kepalanya yang besar membentur tanah, matanya yang sebesar bola basket masih bersinar.


Aku berjalan mendekatinya, mata ular itu memantulkan cahaya sinar matahari dan membuat mataku sedikit sakit.


Aneh, kenapa mata ular besar itu begitu bersinar?


Tunggu, sepertinya aku melihat ada sebuah bayangan di balik bola mata itu….


Aku mencondongkan tubuh untuk melihatnya, itu tampak seperti bayangan orang... Ada bayangan bukankah itu normal, itu bayanganku...


Tunggu, ada yang aneh...

__ADS_1


"Hei, apa yang kamu lihat?"


Tiba-tiba, seseorang mengulurkan tangan dan menepuk pundakku.


__ADS_2