
Aku masuk ke dalam lubang pohon dan menemukan ada sebuah ruang besar di bawah lubang pohon untuk turun ke bawah.
Setelah berjalan menyusuri lorong selama beberapa menit, aku sampai di sebuah lubang yang sangat lebar.
Di dalam lubang bawah tanah ada beberapa persimpangan, seperti sarang yang digali oleh makhluk besar.
Di ruangan itu juga ada bau busuk.
Pria sebelah kiri, wanita sebelah kanan. Aku berjalan ke sebalah kiri persimpangan dan berjalan sampai ke ujung. Di tanah ada sebuah jerami, seperti ada orang yang pernah tidur di sini.
Aku kembali ke jalan sebelumnya dan kali ini berjalan ke sebelah kanan, bagian ujung masih masa tidak ada apapun. Ada banyak potongan manusia kayu di tanah, dan ada manusia kayu yang tergantung di dinding. Tangannya sudah dirakit dan tubuh bagian bawah belum selesai.
“Apakah ini ruangan kerja?” Aku mengerutkan kening, lalu berjalan ke depan untuk mengecek kepala manusia kayu ini.
Kepala, kaki, tangan, dan badan manusia kayu ini berbeda semua. Semuanya disatukan dengan paksa, bagian persendian juga ada banyak atribut.
Di tanah ada sebuah badan, bagian atasnya berlubang, ada bekas pernah dikikis.
Aku menyipitkan mata untuk melihat bekas tersebut.
Manusia kayu ini adalah manusia kayu yang aku lihat di dalam mimpi!
“Ternyata benar-benar di sini. Aneh! Di mana botol madu?” aku tidak melihat ada botol yang berisi madu.
Setelah kembali ke jalan awal, di tengah masih ada sebuah jalan.
Aku khawatir orang tua itu segera kembali, jadi aku mempercepat langkahku dan berjalan masuk ke dalam.
__ADS_1
Setelah berjalan belasan meter, jalan di depan terputus. Jika melihat dari atas, di bawah ada sebuah kolam kecil. Ada obor yang dinyalakan dan begitu cahaya menyinari, dapat terlihat ada bagian pagar yang dikelilingi oleh kayu…
Aku berjalan melalui jalan kecil di samping.
Ada lapisan genangan air di tanah dan stalaktit di atasnya yang meneteskan air. Kemudian, ada suara ‘tik tik tik’ yang sangat menjengkelkan.
Aku menginjak air selangkah demi selangkah dan terdengar suara ‘blup’.
Setelah berjalan beberapa langkah.
Tiba-tiba, aku mendengar suara orang berteriak!
Aku terkejut mendengar suara ini.
“Apakah Bu Zhafira?”
Ternyata benar saja, Bu Zhafira dan Patricia di kurung di dalam pagar kayu!
Di dalam pagar masih ada seorang wanita. Mereka bertiga dipenuhi dengan lumpur dan saat itu, stamina mereka juga sudah terkuras. Tetapi, tidak terlihat ada bekas luka di tubuh mereka.
“Huhuhu…kenapa kamu baru datang sekarang. Aku sudah ketakutan.” Begitu Zhafira mendengar suaraku, dia langsung merangkak dan menjulurkan tangan keluar dari pagar.
Aku melihat pagar ini tidak ada jebakan apapun. Mereka bisa kubebaskan.
“Bu Zhafira, kamu tidak apa-apa, ‘kan?” aku melihat mata Zhafira yang sembab, sepertinya barusan menangis.
“Di mana Patricia?” tanyaku padanya.
__ADS_1
Zhafira menunjuk ke wanita yang terbaring di tanah di sebelahnya dan berkata, "Dia pingsan karena kelelahan."
“Siapa wanita itu?” ucapku sambil menunjuk wanita yang berada di samping Patricia.
Postur tubuh wanita itu juga sangat bagus. Kulitnya putih lembut, kakinya panjang, bagian depan dan pinggang yang melengkung. Pakaian yang dikenakan sudah robek, celananya hampir sama pendek dengan ****** *****, pakaian bagian atas juga tersisa sehelai dan menutup bagian paling penting.
“Dia…dia adalah orang yang Patricia cari, Sherly.” Kata Zhafira.
Aku tercengang, “Sherly?”
“Iya benar.” Zhafira menganggukkan kepala, “Dia juga ditangkap ke sini.”
“Nanti untuk jelasnya kita bicarakan lagi setelah keluar. Kamu menjauh dulu, aku akan menendang pagar ini.” Aku menyuruhnya untuk menjauh.
Zhafira menganggukkan kepala, kemudian berjalan mundur beberapa langkah. Kemudian, ekspresi wajahnya berubah, lalu melihatku sambil berkata, “Ketika kamu datang tidak bertemu se…sesuatu?”
“Sesuatu? Apanya sesuatu? Maksudmu, orang tua itu? Dia pergi ke desa terbengkalai.” Aku menendang pagar kayu.
Patricia dan Sherly terbangun. Mereka berdua melihat ke arahku dan tercengang sebentar. Kemudian, menatapku dengan terkejut.
“Kamu sudah datang!” Patricia membelalakan mata melihat ke arahku.
“Kamu? Kamu benar-benar tidak mati?! Cepat tolong aku keluar!” Sherly menatapku dengan penuh semangat.
“Tunggu ya.” Aku meminta mereka untuk sedikit menjauh dan lanjut menendang.
Peng! Pagar kayu terbuka.
__ADS_1
“Aaahhh!!! Hati-hati! Ada sesuatu datang!” Patricia berteriak dan memeluk Sherly ke pojokan untuk bersembunyi.